• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Lupus Nefritis?

Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Lupus Nefritis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Lupus nefritis adalah peradangan pada ginjal yang disebabkan oleh lupus eritematosus sistemik. Lupus eritematosus sistemik adalah penyakit autoimun. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menargetkan jaringan tubuhnya sendiri. Lupus nefritis terjadi ketika organ ginjal berdampak akibat kondisi penyakit autoimun tersebut.  

Orang-orang dengan kondisi tertentu dapat mengidap lupus nefritis. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko adalah faktor genetik, etnis, dan hormonal. Informasi selengkapnya mengenai lupus nefritis bisa dibaca di sini!

Mengenal Risiko Lupus Nefritis

Lupus nefritis adalah masalah kesehatan yang cukup serius. Pada umumnya gejalanya adalah pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki dan kaki. Terkadang pembengkakan juga bisa terjadi pada wajah atau tangan.

Baca juga: Inilah 6 Jenis Lupus Nefritis yang Perlu Diketahui

Gejala lain dapat bervariasi dari orang ke orang dan dari hari ke hari, ini juga termasuk: 

1. Penambahan berat badan.

2. Tekanan darah tinggi.

3. Urine berwarna gelap.

4. Urine berbusa.

5. Keinginan buang air kecil pada malam hari.

Tidak semua masalah saluran kemih atau ginjal pada pengidap lupus disebabkan oleh lupus nefritis. Orang dengan lupus mungkin juga rentan terhadap infeksi saluran kemih. Ini menyebabkan rasa terbakar saat buang air kecil dan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik. 

Obat lupus tertentu juga dapat memengaruhi ginjal dan menyebabkan pembengkakan dan gejala lain yang mirip dengan lupus nefritis. Masalah yang biasanya berkaitan dengan obat umumnya hilang ketika obat tidak lagi digunakan.

Jika kamu punya keluhan pada saluran kemih, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Apa Saja Tanda Munculnya Lupus Nefritis?

Siapa saja yang berisiko mengidap lupus nefritis? Meskipun wanita lebih mungkin terkena lupus, pria lebih banyak terkena lupus nefritis ketimbang wanita. Kemudian dari segi ras, ditemukan juga fakta bahwa ras Afrika, Hispanik/Latin, dan Asia-Amerika lebih cenderung mengalami kondisi ini ketimbang Kaukasia.

Penanganan untuk Lupus Nefritis

Tidak ada obat untuk lupus nefritis dan perawatan yang dilakukan bertujuan untuk:

1. Mengurangi gejala atau menghilangkan gejala (remisi).

2. Mencegah penyakit semakin parah.

3. Mempertahankan remisi.

4. Menghindari kebutuhan dialisis atau transplantasi ginjal.

Secara umum, dokter akan perawatan perubahan pola hidup untuk mereka yang mengidap penyakit ginjal termasuk juga lupus nefritis. Pola hidup yang dimaksud adalah:

Baca juga: Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Lupus Nefritis

1. Perubahan Pola Makan

Membatasi jumlah protein dan garam dalam makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal.

2. Obat Tekanan Darah

Obat-obatan yang disebut penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan penghambat reseptor angiotensin II (ARB) dapat membantu mengontrol tekanan darah. Obat ini juga mencegah protein bocor dari ginjal ke urine. Obat diuretik juga dapat membantu kamu membuang kelebihan cairan.

3. Penekan Kekebalan

Untuk lupus nefritis yang parah, kamu mungkin direkomendasikan untuk menggunakan obat yang memperlambat atau menghentikan sistem kekebalan untuk menyerang sel-sel sehat, seperti Steroid (prednisone), Siklosporin, Tacrolimus, Siklofosfamid, Azathioprine (Imuran), Mikofenolat (CellCept), dan Rituximab (Rituxan).

Untuk mereka yang mengalami gagal ginjal, pilihan pengobatan meliputi:

- Dialisis. Dialisis membantu mengeluarkan cairan dan limbah dari tubuh, menjaga keseimbangan mineral dalam darah, dan mengatur tekanan darah dengan menyaring darah melalui mesin.

- Transplantasi ginjal. Kamu mungkin membutuhkan ginjal baru dari donor jika ginjal tidak dapat berfungsi lagi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lupus nephritis
WebMD. Diakses pada 2020. Lupus Nephritis
Journal Expert Review of Clinical Immunology. Diakses pada 2020. Risk factors for renal disease in systemic lupus erythematosus and their clinical implications