• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Bisa Mengalami Night Terror

Siapa Saja yang Bisa Mengalami Night Terror

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Night terror atau sleep terror sering disamakan dengan mimpi buruk, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda. Saat seseorang mengalami mimpi buruk, biasanya ia dapat terbangun dan mengingat pengalaman tidak mengenakkan tersebut.

Namun, saat seseorang mengalami night terror sering kali tidak bisa terbangun dengan sendirinya. Night terror adalah gangguan tidur yang ditandai dengan teriakan, ketakutan intens, tubuh berkeringat, gerakan memukul, menangis, bahkan bisa berhalusinasi.

Biasanya, serangan night terror hanya berlangsung selama beberapa detik hingga menit, tapi episodenya mungkin bisa berlangsung lebih lama. Kebanyakan orang langsung tertidur setelah night terror terjadi. Night terror lebih sering terjadi pada anak kecil, tapi sangat memungkinkan juga terjadi pada orang dewasa. 

Baca juga: Cemas Saat Malam Hari, Kenali tanda Night Terror


Penyebab Terjadinya Night Terror

Tzu Chi Medical Journal mengungkapkan, umum night terror hanya dialami 1 hingga 4 persen orang dewasa. Namun, kondisi ini bisa menjadi intens dan traumatis, dan terjadi ketika tahapan tidur non-rapid eye movement (NREM). 

Tahap NREM dikenal juga dengan tidur ayam, yang menjelaskan kondisi tidur, tetapi pikiran, mental, dan tubuh kamu berada di tengah-tengah antara tidur terlelap dan setengah sadar. 

Lantas, apa sih penyebab terjadinya night terror? Sayangnya, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin berperan, yaitu:

  • Kesehatan Mental. Banyak orang dewasa yang mengalami night terror hidup dengan kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan suasana hati, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar. Night terror juga berkaitan dengan pengalaman trauma dan stres berat jangka panjang. 
  • Masalah Pernapasan. Kondisi pernapasan, seperti sleep apnea, juga dapat meningkatkan risiko kamu mengalami night terror

Faktor lain yang mungkin menyebabkan night terror meliputi:

  • Gangguan tidur terkait perjalanan;
  • Sindrom kaki gelisah;
  • Kurang tidur;
  • Kelelahan;
  • Obat-obatan, termasuk stimulan dan beberapa antidepresan;
  • Demam atau sakit;
  • Penggunaan alkohol.

Baca juga: Anak Rentan Terserang Night Terror, Ini Penyebabnya


Cara untuk Menghentikan Night Terror

Sebenarnya night terror tidak selalu membutuhkan perawatan. Tapi mungkin ada baiknya kamu menyadari bahwa:

  • Night terror memiliki efek negatif pada kamu, pasangan, atau hubungan.
  • Sering bangun di saat tidur tidak baik untuk kesehatan.
  • Night terror memiliki efek negatif pada aktivitas biasa atau kehidupan sehari-hari.
  • Tindakan saat night terror terjadi dapat merugikan kamu dan pasangan. 

Untuk menangani night terror secara efektif, penting untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang menyebabkannya. Mengatasi penyebab dapat membantu menghentikan kondisi ini sepenuhnya. 

  • Bangun Kebiasaan Tidur yang Baik. 

Ciptakan jadwal tidur secara teratur. Kamu mungkin menemukan bahwa cukup tidur secara teratur sudah cukup untuk menghentikan night terror. Sebelum tidur, usahakan untuk menghindari penggunaan gadget, bekerja, atau aktivitas yang menstimulasi. Sebaiknya cobalah bermeditasi, bersantai di bak mandi, atau membaca buku. Hindari konsumsi kafein di sore hari dan batasi alkohol. 

  • Minta Bantuan Orang Lain

Jika night terror cenderung terjadi di waktu yang sama, cobalah bangunkan diri kamu sekitar 15 menit sebelum itu terjadi. Tetap terjadi selama beberapa menit sebelum kembali tidur. Kamu bisa melakukannya dengan alarm atau meminta pasangan atau anggota keluarga untuk membangunkannya. 

  • Temui Terapis

Pada beberapa kasus, night terror bisa menjadi gejala stres, trauma, kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya. Jika usaha di atas tidak ada yang berhasil, pertimbangkan untuk mencari dukungan terapis.

Mereka dapat membantu kamu mengidentifikasi masalah dasar dan membantu mengembangkan alat penanggulangan untuk mengembangkan alat koping. Biofeedback, hipnosis, dan terapi perilaku kognitif adalah cara yang dapat membantu. 

Baca juga: 3 Cara agar Anak Terhindar dari Night Terror

Jika kamu sering mengalami night terror atau merasa sulit untuk diatasi, cobalah untuk membicarakannya terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kemungkinan dokter dapat membantu mengetahui cara mengatasi night terror atau membantu kamu menemukan spesialis atau terapis tidur. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Adult Night Terrors: Why They Happen and What You Can Do
WebMD. Diakses pada 2020. Night Terrors
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sleep Terror (Night terror)
Tzu Chi Medical Journal. Diakses pada 2020. A Case of Adult Night Terrors