• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Sebaiknya Mendapatkan Vaksinasi Tifoid?

Siapa Saja yang Sebaiknya Mendapatkan Vaksinasi Tifoid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit tipes adalah salah satu gangguan yang kerap terjadi pada anak-anak dan dapat menimbulkan dampak yang buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menular dengan cepat melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Maka dari itu, pencegahan dari penyakit ini sangat penting untuk dilakukan.

Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit tipes adalah mendapatkan vaksinasi tifoid. Jenis vaksinasi ini merupakan salah satu yang direkomendasikan untuk diterima semua orang terkait maraknya penyakit demam tifoid yang masih terjadi. Meski begitu, siapakah yang sebaiknya mendapatkan vaksin ini? Berikut ulasannya!

Baca juga: Inilah Waktu yang Tepat untuk Memberikan Vaksinasi Tifoid

Seseorang yang Direkomendasikan untuk Mendapatkan Vaksinasi Tifoid

Penyakit tipes, atau disebut juga demam tifoid, adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Seseorang yang mengidap penyakit ini jika tidak segera diobati dapat mengalami gagal ginjal atau perdarahan usus yang dapat menimbulkan dampak berbahaya. Selain itu, apabila infeksi tersebut menyebar ke kantong empedu, seseorang dapat menjadi pembawa bakteri kronis yang menyebabkan demam tifoid dan biasanya tanpa ada gejala serta mampu menyebarkannya ke orang lain.

Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak dengan tinja atau saat buang air besar, dari seseorang yang terinfeksi bakteri. Hal ini biasanya terjadi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran yang mengandung bakteri tersebut. Saat masuk ke saluran pencernaan, infeksi dari bakteri tersebut dapat menyebar ke darah dan bagian tubuh lainnya.

Seseorang yang mengidap demam tifoid dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala parah, tubuh melemah, kebingungan atau agitas, kehilangan nafsu makan, sakit perut, diare, hingga terdapat bintik-bintik berwarna merah di kulit. Maka dari itu, setiap orang disarankan wajib mendapatkan vaksinasi tifoid. Namun, siapa saja yang sangat disarankan untuk mendapatkan jenis vaksin ini? Berikut ini daftarnya:

  • Anak-anak yang berusia dua tahun direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi tifoid dan harus diulang setiap 3 tahun, hingga usianya mencapai 18 tahun.
  • Seseorang yang tinggal berdekatan dengan pengidap penyakit tipes atau demam tifoid.
  • Orang yang bekerja di bidang kuliner, seperti koki dan pelayan restoran.
  • Tenaga medis yang memiliki kemungkinan tinggi untuk terpapar bakteri penyebab penyakit tersebut.

Baca juga: Seberapa Efektif Vaksinasi Tifoid untuk Mencegah Tifus?

Lalu, apa alasannya seseorang wajib untuk mendapatkan vaksinasi tifoid ini?

Vaksinasi tifoid yang dilakukan dapat mencegah terjadinya penyakit tipes. Hal ini dilakukan untuk menurunkan risiko bakteri tersebut dapat berkembang biak dan menyebar di aliran darah. Jika penyakit tersebut dibiarkan, dampak yang paling berbahaya adalah kehilangan nyawa. Disebutkan jika sekitar 30 persen orang yang tidak mendapat pengobatan dapat meninggal karena komplikasi dari demam tifoid.

Penyakit ini lebih umum terjadi pada beberapa wilayah di dunia, termasuk juga salah satunya Indonesia yang termasuk dalam negara di Asia Tenggara. Maka dari itu, jika kamu benar-benar berusaha menghindari penyakit ini, ada baiknya untuk mendapatkan vaksinasi tifoid setiap 3 tahun. Dengan begitu, barulah kamu dapat memastikan risiko dari penyakit tipes menjadi sangat rendah.

Baca juga: Tifus Bisa Dicegah dengan Vaksin, Ini Prosedurnya

Selain itu, jika kamu masih mempunyai pertanyaan terkait vaksinasi tifoid, dokter dari Halodoc siap menjawab semua hal yang kamu tanyakan. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc untuk memudahkan interaksi dengan dokter. Tunggu apa lagi, download aplikasinya sekarang juga untuk mendapatkan kemudahan tersebut!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Typhoid VIS.
Michigan Medicine. Diakses pada 2020. Typhoid Vaccine (inactivated), Injection.