• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa yang Paling Berisiko Mengidap Aterosklerosis?

Siapa yang Paling Berisiko Mengidap Aterosklerosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Siapa yang Paling Berisiko Mengidap Aterosklerosis?

Halodoc, Jakarta - Aterosklerosis adalah kondisi yang berpotensi serius di mana arteri tersumbat oleh zat lemak yang disebut plak atau ateroma. Plak ini menyebabkan arteri mengeras dan menyempit, sehingga membatasi aliran darah dan suplai oksigen ke organ vital. Selain itu, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penggumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke jantung atau otak. 

Aterosklerosis cenderung tidak bergejala pada awalnya dan banyak orang yang mungkin tidak menyadarinya. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan masalah dan mengancam jiwa, seperti serangan jantung dan stroke jika semakin parah. Kondisi ini bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan pengobatan bisa mengurangi risiko terjadinya masalah serius. 

Baca juga: Kenapa Aterosklerosis Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Orang yang Berisiko Mengidap Aterosklerosis

Perlu diketahui, aterosklerosis adalah penyakit yang berkembang lambat dan progresif. Sangat mungkin jika penyakit ini muncul sejak masa kanak-kanak. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, aterosklerosis bisa diawali dengan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri.

Banyak faktor yang membuat seseorang berisiko mengidap aterosklerosis:

  • Riwayat Keluarga

Jika aterosklerosis terjadi dalam keluarga, maka ada kemungkinan kamu berisiko mengalami pengerasan arteri. Aterosklerosis dan masalah terkait jantung lainnya mungkin diturunkan dalam keluarga. 

  • Kurang Aktif Berolahraga

Olahraga teratur baik untuk jantung, yang membuat otot jantung kuat dan mendorong oksigen dan aliran darah ke seluruh tubuh. Gaya hidup yang kurang bergerak meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit, termasuk penyakit jantung. 

  • Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dengan membuatnya lemah di beberapa area. Kolesterol dan zat lain dalam darah bisa mengurangi fleksibilitas arteri dari waktu ke waktu.

  • Perokok

Merokok produk tembakau bisa merusak pembuluh darah dan jantung.

  • Pengidap Diabetes

Orang dengan diabetes memiliki insiden penyakit arteri koroner (CAD) yang jauh lebih tinggi. 

Penting untuk bisa mengenali gejala aterosklerosis. Meskipun aterosklerosis ringan biasanya tidak memiliki gejala. Seseorang tidak akan mengalami gejala aterosklerosis sampai arteri menyempit atau tersumbat sehingga tidak bisa memasok cukup darah ke organ dan jaringan tubuh. 

Baca juga: Bisa Jadi Pemicu Stroke, Waspada Gejala Aterosklerosis

Terkadang gumpalan darah benar-benar menghalangi aliran darah, atau bahkan pecah dan bisa memicu serangan jantung atau stroke. Gejala aterosklerosis sedang hingga berat bergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Sebagai contoh:

  • Jika seseorang memiliki aterosklerosis di arteri jantung, maka mungkin mengalami gejala seperti nyeri dada atau angina.
  • Jika seseorang memiliki aterosklerosis di arteri yang menuju ke otak, maka ada gejala yang dapat muncul. Di antaranya, seperti mati rasa atau kelemahan mendadak pada lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau bicara cadel, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, atau otot terkulai di wajah. Hal ini menandakan serangan iskemik transien, yang jika tidak ditangani bisa berkembang menjadi stroke
  • Jika seseorang mengidap aterosklerosis pada arteri di lengan dan kaki, maka memiliki gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri tungkai saat berjalan (klaudikasio) atau penurunan tekanan darah pada tungkai yang terkena. 
  • Jika seseorang memiliki aterosklerosis di arteri yang menuju ginjal, maka gejalanya tekanan darah tinggi atau gagal ginjal. 

Baca juga: Hati-Hati Kolesterol Jahat Penyebab Aterosklerosis

Jika kamu merasa mengidap aterosklerosis, bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Perhatikan gejala awal aliran darah yang terasa tidak memadai, seperti nyeri dada (angina), nyeri tungkai atau mati rasa. Diagnosis dan pengobatan dini bisa menghentikan aterosklerosis memburuk dan mencegah serangan jantung, stroke, atau keadaan darurat medis lainnya.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2021. Atherosclerosis (arteriosclerosis)
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about atherosclerosis
Healthline. Diakses pada 2021. Atherosclerosis