• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapakah yang Paling Berisiko Terserang Tuberkulosis?

Siapakah yang Paling Berisiko Terserang Tuberkulosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan paru-paru merupakan hal yang sangat penting, mengingat paru-paru adalah organ vital dalam tubuh. Berbagai gangguan kesehatan bisa dialami oleh paru-paru, salah satunya adalah tuberkulosis. Penyakit yang biasa dikenal dengan TBC merupakan gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Baca juga: Perlu Tahu, Bedanya Batuk Biasa dan TBC

Penanganan perlu dilakukan setelah seseorang mengalami gejala tuberkulosis. Hal ini disebabkan penyakit TBC menjadi salah satu penyakit yang sangat menular. Beberapa kelompok orang sangat berisiko mengalami tuberkulosis jika kondisi ini tidak segera diatasi. Tidak ada salahnya kenali beberapa gejala yang dialami oleh pengidap TBC agar penularan dapat dihindari.

Ketahui Kelompok Rentan Terhadap TBC

Tuberkulosis atau TBC menjadi salah satu penyakit yang menyerang paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Kuman atau bakteri penyebab TBC ini dapat dengan mudah menyebar dan menularkan pada orang lain. Penularan dapat terjadi melalui percikan air liur saat pengidap TBC berbicara, bersin, atau batuk. Namun perlu diingat, penularan penyakit ini tidak semudah penularan penyakit flu dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Meskipun penularannya tidak mudah, tetapi ada beberapa kelompok yang rentan terhadap paparan bakteri atau kuman penyebab TBC, seperti:

  1. Seseorang yang memiliki imunitas tubuh rendah, seperti pengidap HIV, diabetes, gangguan ginjal, kanker, hingga malnutrisi.
  2. Orang-orang yang memasuki usia lanjut.
  3. Perokok aktif.
  4. Seseorang yang melakukan penyalahgunaan obat dan alkohol.
  5. Bekerja di rumah sakit.
  6. Tinggal satu rumah dengan pengidap tuberkulosis.
  7. Tinggal satu lingkungan dengan pengidap TBC di pemukiman yang padat dan kumuh.

Baca juga: Enggak Cuma Batuk, Ini Gejala TBC yang Menyesakkan

Inilah Gejala Tuberkulosis

Ada dua jenis tuberkulosis yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1.Tuberkulosis Laten

Di mana sistem imun tubuh dapat mencegah penyebaran bakteri atau kuman penyebab tuberkulosis, meskipun bakteri sudah ada dalam tubuh. Kondisi ini membuat kamu tidak akan mengalami gejala apapun terkait TBC. Pada tahap tuberkulosis laten kamu tidak dapat menularkan penyakit TBC. Namun, kondisi ini perlu pengobatan rutin agar tidak menjadi tuberkulosis aktif.

2.Tuberkulosis Aktif

Bakteri sudah berkembang biak dan menyebabkan gejala pada pengidap TBC. Kondisi ini dapat mengakibatkan penularan pada orang lain. 

Kamu dapat menemukan tuberkulosis laten dengan melakukan pemeriksaan. Namun, tuberkulosis aktif dapat diketahui dengan beberapa gejala, seperti batuk kronis yang berlangsung lebih dari 3 minggu, batuk yang bercampur dengan darah, nyeri dada, merasa kelelahan sepanjang waktu, hingga muncul keringat pada malam hari.

Selain itu, pengidap TBC juga akan mengalami beberapa gejala lain, seperti demam dan juga penurunan berat badan yang disebabkan kehilangan nafsu makan. Segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter jika kamu mengalami beberapa gejala kesehatan yang terkait dengan kondisi tuberkulosis. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store dan juga Google Play!

Baca juga: Mudah Menular, Ini Alasan TBC Mematikan

Tuberkulosis dapat disembuhkan, asalkan pengidap tuberkulosis mengikuti petunjuk dan pengobatan yang disarankan oleh dokter. Biasanya, pengidap TBC akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat yang berupa kombinasi isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, hingga ethambutol selama 6 bulan. 

Sebaiknya jangan terputus saat mengonsumsi obat untuk TBC. Hal ini dapat menyebabkan TBC semakin sulit untuk diatasi. Selama masa pengobatan, pengidap TBC juga harus rutin lakukan pemeriksaan kesehatan pada rumah sakit terdekat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tuberculosis.
Web MD. Diakses pada 2020. Tuberculosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Tuberculosis.