• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sindrom Dispepsia Picu Ulu Hati Sakit setelah Makan

Sindrom Dispepsia Picu Ulu Hati Sakit setelah Makan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sindrom Dispepsia Picu Ulu Hati Sakit setelah Makan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah atau sedang mengalami nyeri ulu hati yang timbul setelah makan? Hati-hati, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya sindrom dispepsia dalam tubuh. Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala yang menimbulkan ketidaknyamanan pada perut. Contohnya sakit perut, kembung, hingga nyeri ulu hati.

Meski sindrom dispepsia bukan kondisi yang serius, sebaiknya jangan menganggap enteng kondisi ini. Pasalnya, sindrom ini bisa menimbulkan penyakit pencernaan yang lebih parah.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Dispepsia Bisa Berakibat Fatal

Nyeri Ulu Hati sampai Bersendawa

Seseorang yang mengidap sindrom dispepsia biasanya mengalami beragam keluhan setelah makan. Namun, ada pula sebagian orang yang mengalami ketidaknyamanan sebelum makan. Ketika menjelang waktu makan, lambung akan menghasilkan asam. 

Nah, dalam kondisi tertentu jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung, bahkan bisa terasa hingga kerongkongan. Keluhan nyeri pada lambung ini yang sering membuat dispepsia juga disebut sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.

Selain itu, pengidap dispepsia sering mengeluhkan rasa tidak nyaman, perih atau sensasi terbakar pada ulu hati. Kadang-kadang rasa terbakar atau nyeri pada ulu hati ini bisa menjalar ke tenggorokan. 

Selain nyeri ulu hati, ada beberapa gejala dispepsia menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK):

  • Nyeri ulu hati.
  • Perut seperti banyak terisi gas.
  • Rasa sakit, perasaan terbakar, atau ketidaknyamanan di perut bagian bawah.
  • Geraman keras atau gemericik di perut.
  • Kenyang terlalu cepat saat makan.
  • Rasa tidak nyaman atau perut terasa penuh setelah makan.
  • Kembung dan rasa begah setelah makan.
  • Mual dan kadang-kadang disertai dengan muntah meskipun hal ini jarang terjadi.
  • Bersendawa makanan atau cairan.

Pengidap dispepsia juga mungkin mengalami sakit maag atau heartburn. Namun, ingat dispepsia dengan maag atau heartburn adalah kondisi yang terpisah. 

Pada dasarnya, sindrom dispepsia bukanlah pertanda masalah kesehatan yang serius, kecuali disertai dengan keluhan lainnya. Contohnya, berdarah (bloody), kesulitan menelan, atau penurunan berat badan. Gejalanya sudah, lalu bagaimana dengan penyebabnya?

Baca juga: 5 Makanan yang Aman Dikonsumsi Pengidap Dispepsia

Akibat Kebiasaan dan Penyakit Tertentu

Berbicara penyebab sindrom dispepsia sama halnya membicarakan beragam hal. Pasalnya, tidak ada faktor tunggal yang memicu kondisi ini. Menurut pakar di National Institutes of Health, sindrom dispepsia bisa disebabkan oleh: 

  • Kansumsi minuman kafein yang terlalu banyak.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Makan makanan pedas, berlemak, atau berminyak.
  • Makan terlalu banyak (makan berlebihan).
  • Makan terlalu cepat.
  • Makan makanan berserat tinggi.
  • Merokok atau mengunyah tembakau.
  • Stres atau gugup.

Pada beberapa kasus, sindrom dispepsia juga bisa dipicu oleh:

  • Batu empedu.
  • Gastritis (ketika selaput perut meradang atau bengkak).
  • Pembengkakan pankreas (pankreatitis).
  • Maag (tukak lambung atau usus).
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik, aspirin, dan obat nyeri over-the-counter (NSAID seperti ibuprofen atau naproxen).

Baca juga: Perubahan Gaya Hidup Membantu Pengobatan Dispepsia

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan melalui Halodoc. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2021. Symptoms & Causes of Indigestion
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Indigestion
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Indigestion.