• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sindrom Dispepsia, Rasa Tidak Nyaman di Perut Usai Makan

Sindrom Dispepsia, Rasa Tidak Nyaman di Perut Usai Makan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sindrom Dispepsia, Rasa Tidak Nyaman di Perut Usai Makan

Halodoc, Jakarta – Dispepsia bukanlah penyakit melainkan gejala. Apa tanda seseorang mengalami dispepsia? Kondisi ini bisa membuatmu merasakan ketidaknyamanan atau nyeri yang terjadi di perut bagian atas, sesaat setelah makan atau minum. 

Kembung, ketidaknyamanan, perasaan terlalu kenyang, mual, dan gas adalah pemicu gangguan dispepsia. Kondisi medis seperti GERD dan penggunaan obat-obat tertentu juga bisa membuat seseorang mengalami dispepsia. Informasi selengkapnya mengenai dispepsia bisa dibaca di sini!

Gejala Dispepsia dan Penanganannya

Seorang dokter akan mendiagnosis seseorang mengalami dispepsia jika memiliki satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Nyeri yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
  • Sensasi terbakar di saluran pencernaan.
  • Merasa terlalu kenyang setelah makan.
  • Cepat kenyang saat makan.
  • Kembung dan mual.

Baca juga: Jangan Sepelekan, 3 Bahaya Akibat Asam Lambung

Untuk gejala ringan dan jarang terjadi, perubahan gaya hidup dapat membantu, mulai dari:

  • Menghindari atau membatasi asupan makanan pemicu, seperti gorengan, cokelat, bawang merah, dan bawang putih.
  • Minum air putih sebagai pengganti soda.
  • Membatasi asupan kafein dan alkohol.
  • Makan makanan dengan porsi kecil lebih sering.
  • Makan perlahan.
  • Mempertahankan berat badan sedang.
  • Menghindari pakaian yang ketat.
  • Menunggu 3 jam atau lebih sebelum tidur.
  • Memosisikan kepala lebih tinggi saat tidur. 
  • Menghindari atau berhenti merokok.

Dispepsia bukanlah kondisi serius, tetapi terkadang gejalanya bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius misalnya tukak lambung. Dalam kondisi yang jarang terjadi, kanker perut bisa menyebabkan dispepsia. Jika kamu mengalami gejala dispepsia, segera bicarakan dengan dokter.

Pemeriksaan diri ke dokter sangat penting, terutama jika kamu berusia di atas 50 tahun, mengalami kehilangan berat badan yang signifikan, kesulitan menelan, muntah-muntah hebat, mengeluarkan tinja berwarna hitam dan lengket, atau jika kamu dapat merasakan benjolan di area perut.

Ingin memeriksakan diri ke dokter? Kamu bisa lho membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan dengan menggunakan Halodoc. Tanpa perlu antre, kamu hanya perlu datang pada waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya. Praktis kan? Ayo, download aplikasinya sekarang juga! 

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Apakah Dispepsia Bisa Picu Komplikasi?

Pada kasus yang jarang terjadi, gangguan dispepsia yang parah dan terus-menerus dapat menyebabkan komplikasi, termasuk:

1. Striktur Esofagus

Paparan asam lambung yang terus-menerus dapat menyebabkan jaringan parut di saluran pencernaan bagian atas. Saluran tersebut dapat menjadi sempit dan menyempit, menyebabkan kesulitan menelan dan nyeri dada. Pembedahan mungkin diperlukan untuk memperlebar kerongkongan.

2. Stenosis Pilorus

Dalam beberapa kasus, asam lambung dapat menyebabkan iritasi jangka panjang pada pilorus, bagian antara lambung dan usus kecil. Jika pilorus menjadi bekas luka, itu bisa menyempit. Jika itu terjadi, seseorang mungkin tidak dapat mencerna makanan dengan baik dan mereka mungkin perlu dioperasi.

3. Peritonitis

Seiring waktu, asam lambung dapat menyebabkan lapisan sistem pencernaan rusak, yang menyebabkan infeksi yang disebut peritonitis. Pengobatan atau pembedahan mungkin diperlukan.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan

Mengalami masalah pencernaan adalah hal yang wajar. Sakit maag, gas, sembelit, dan diare mungkin terjadi sesekali. Namun, saat kondisi-kondisi tersebut mulai sering terjadi, kualitas hidupmu bisa saja terganggu.

Perubahan pada diet dan nutrisi dapat membuat perbedaan besar dalam menangani masalah pencernaan. Berikut adalah cara menjaga kesehatan pencernaan:

1. Makan lima hingga tujuh porsi buah dan sayuran sehari. Makanan nabati kaya serat dapat melawan penyakit yang memicu gangguan pencernaan. Diet tinggi serat juga berkaitan dengan peningkatan kesehatan pencernaan.

2. Batasi jumlah daging. Pilihlah ikan sebagai asupan hewani yang lebih sehat. Coba ganti daging dengan kacang kering agar lebih banyak serat. 

3. Pilihlah cara memasak yang lebih sehat seperti mengukus atau merebus. Pastikan juga daging yang dimasak sudah matang untuk mengurangi risiko kesehatan lainnya, seperti salmonella.

Baca juga: Pola Makan yang Tepat untuk Pengidap Gastroparesis

4. Konsumsi makanan dengan probiotik. Probiotik adalah bakteri sehat yang membantu melawan bakteri jahat di usus. Probiotik juga menghasilkan zat sehat yang memberi nutrisi bagi usus. Sumber probiotik yang baik termasuk makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, kimchi, cuka sari apel mentah, bawang merah, bawang putih, dan sauerkraut.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Indigestion.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about indigestion or dyspepsia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. How to Improve Your Digestive Track Naturally.