Sindrom Gilbert Dapat Membuat Tubuh Pengidapnya Lemah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sindrom Gilbert

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah sindrom gilbert sebelumya? Kondisi ini merujuk pada gangguan hati, ketika hati tidak dapat memproduksi bilirubin dalam jumlah yang cukup. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan kedua orangtua. Ketika penyakit ini dialami oleh bayi yang baru lahir, sindrom ini baru akan terdeteksi beberapa tahun kemudian.

Baca juga: Risiko Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Gilbert 

Bahkan, sindrom gilbert biasanya diketahui secara kebetulan saat seseorang tengah menjalani tes darah guna mendeteksi adanya penyakit lain dalam tubuh. Ketika tes darah telah selesai dilakukan, sindrom gilbert terdeteksi ketika kadar bilirubin pada darah meningkat. Kondisi ini akan membuat pengidapnya merasa sangat lelah, sehingga aktivitasnya juga akan terganggu ketika mengalaminya.

Sindrom Gilbert Dapat Membuat Tubuh Pengidapnya Lemah, Benarkah?

Penyakit kuning yang ditandai perubahan warna kuning pada kulit dan bagian putih bola mata merupakan gejala utama yang muncul pada pengidap sindrom gilbert. Gejala ini muncul dengan adanya serangkaian gejala lainnya, yaitu lemah dan rasa lelah yang berlebihan, mual, diare, nafsu makan menurun, dan nyeri pada perut

Sebagian besar kasus, pengidap tidak menyadari bahwa dirinya mengidap sindrom gilbert. Hal ini dapat terjadi karena gejala yang muncul menyerupai gejala penyakit lain. Sebenarnya, penyakit ini sudah ada sejak lahir. Namun, penyakit baru terdeteksi dan disadari saat pengidap telah memasuki masa pubertas karena bilirubin yang meningkat, sehingga gejala yang muncul makin jelas.

Ketika gejala muncul secara tiba-tiba, kamu dapat segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu akan terhindari dari komplikasi berbahaya akibat kadar bilirubin yang tidak sesuai dalam tubuh. 

Baca juga: Apakah Sindrom Gilbert Berbahaya? 

Ternyata Ini yang Jadi Penyebab dari Sindrom Gilbert

Penyakit ini disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang mengendalikan kadar bilirubin dalam tubuh. Mutasi gen pada pengidap sindrom gilbert menyebabkan organ hati tidak mampu menghasilkan enzim yang berguna mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk yang dibuang melalui feses atau urine. Akibatnya, terjadi penumpukan bilirubin indirek dalam aliran darah.

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab mutasi genetik tersebut. Namun, beberapa hal dapat menjadi pemicu peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Faktor pemicunya, antara lain stres, dehidrasi, melakukan olahraga berat, kurang istirahat, mengidap flu, serta menstruasi.

Baca juga: Apa yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Sindrom Gilbert? 

Bagaimana Pencegahan Sindrom Gilbert Dilakukan?

Pada dasarnya, sindrom gilbert merupakan penyakit ringan yang tidak membutuhkan penanganan medis tertentu. Penyakit ini juga tidak dapat dicegah karena merupakan penyakit genetika. Hal-hal yang dapat kamu lakukan guna mencegah naiknya kadar bilirubin dalam darah, antara lain:

  • Pastikan jam tidur tubuh tercukupi, setidaknya delapan jam setiap hari.

  • Minum banyak air putih untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

  • Lakukan olahraga ringan secara rutin, setidaknya setengah jam setiap harinya.

  • Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan, karena alkohol dapat mengganggu fungsi hati secara keseluruhan.

Penyakit kuning pada pengidap sindrom gilbert dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis tertentu. Selain beberapa hal tersebut, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, ya!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What is Gilbert Syndrome?
Healthline. Diakses pada 2019. Gilbert’s Syndrome.