Sindrom Reye Dapat Menyerang Remaja, Ini Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sindrom Reye Dapat Menyerang Remaja, Ini Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya lakukan pengobatan dengan tuntas ketika kamu alami beberapa penyakit seperti flu atau cacar air. Selain pengobatan yang optimal, sebaiknya konsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter. Pasalnya, seseorang yang baru saja sembuh dari penyakit flu atau cacar air sangat rentan mengalami sindrom reye.

Baca juga: Mengidap Sindrom Reye, Tubuh Si Kecil akan Alami Ini

Sindrom reye merupakan sindrom yang cukup langka dan serius yang menyebabkan pembengkakan pada organ hati maupun otak. Kondisi ini umum dialami oleh anak-anak hingga remaja. Ketahui gejala yang dialami oleh pengidap sindrom reye agar pengobatan dapat dilakukan lebih dini.

Ketahui Gejala Sindrom Reye pada Remaja

Penyebab utama sindrom reye nyatanya belum diketahui hingga hari ini. Namun, sindrom reye diperkirakan terjadi akibat kelainan genetik pada tubuh seseorang. Adanya kerusakan pada mitokondria meningkatkan risiko sindrom reye pada seseorang. Mitokondria merupakan energi pada sel yang penting untuk kesehatan fungsi hati. Tanpa pasokan yang optimal, fungsi hati tidak berjalan baik.

Sindrom reye bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kadar gula dalam darah namun kadar amonia dan asam dalam darah meningkat. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan hati dan penumpukan lemak dalam hati. Bahayanya, otak juga bisa mengalami pembengkakan yang berisiko sebabkan kehilangan kesadaran pada pengidap sindrom reye.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Sindrom Reye

Umumnya, gejala sindrom reye muncul setelah tiga hingga lima hari seseorang alami penyakit flu atau cacar air. Pada anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun, sindrom reye dapat menyebabkan napas menjadi pendek dan diare. Sedangkan pada remaja, sindrom reye bisa sebabkan beberapa gejala, seperti:

  1. Kondisi yang lemah dan lesu sepanjang hari serta kondisi yang mudah mengantuk.

  2. Sindrom reye dapat sebabkan seseorang alami muntah terus-menerus.

  3. Remaja dengan sindrom reye dapat mengalami halusinasi, disorientasi, dan kebingungan.

  4. Mudah tersinggung dan lebih agresif menjadi salah satu perilaku remaja yang alami sindrom reye.

  5. Terkadang, sindrom reye sebabkan remaja alami kejang dan penurunan kesadaran.

Tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan kamu.

Diagnosis Sindrom Reye pada Remaja

Sindrom reye dapat diketahui dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, urine serta tes untuk memeriksa adanya gangguan oksidasi asam lemak atau metabolisme yang lainnya. Tidak hanya itu, CT Scan dan biopsi juga bisa dilakukan untuk memastikan penyebab gejala yang dialami oleh remaja.

Sindrom reye dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti penurunan daya ingat dan konsentrasi, kesulitan berbicara, kesulitan menelan, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menyebabkan sindrom reye harus segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi pada kesehatan.

Ketahui beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom reye agar tidak memengaruhi pertumbuhan maupun perkembangan anak hingga remaja. Pengobatan sindrom reye bertujuan untuk mengurangi gejala yang dialami. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan untuk menghilangkan sindrom reye.

Baca juga: Alasan Aspirin Bisa Sebabkan Sindrom Reye pada Anak

Pengobatan melalui pemberian cairan infus yang mengandung glukosa dan elektrolit berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar garam, nutrisi, mineral, dan gula dalam darah. Tidak hanya itu, plasma, vitamin K dan platelet berguna untuk mencegah perdarahan yang terjadi akibat adanya gangguan organ.

Sindrom reye dapat dicegah yaitu memerhatikan pengonsumsian obat yang mengandung aspirin karena berkaitan dengan munculnya sindrom reye pada anak maupun remaja. Pengonsumsian obat yang sesuai dengan anjuran mampu mencegah dari kondisi sindrom reye.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Reye’s Syndrome
Healthline. Diakses pada 2019. Reye’s Syndrome