Sindrom Sheehan Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Sindrom Sheehan Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar sindrom Sheehan? Namanya memang terdengar menarik, tetapi dampaknya dijamin bisa membuat bumil resah, bahkan ketakutan. Enggak percaya? 

Sindrom Sheehan merupakan kondisi perdarahan hebat atau tekanan darah yang amat rendah selama atau setelah melahirkan. Kondisi ini akan menyebabkan rusaknya kelenjar pituitari atau hipofisis saat melahirkan. 

Padahal, kelenjar hipofisis yang letaknya di bawah otak ini punya peran penting. Kelenjar ini berfungsi mengendalikan produksi asi, siklus menstruasi, hingga hormon pertumbuhan. Dengan kata lain, tak menutup kemungkinan sindrom Sheehan bakal memicu sederet masalah lainnya. 

Lantas, bagaimana sih cara mencegah sindrom Sheehan? 

Baca juga: 11 Tanda Ibu Menyusui Alami Sindrom Sheehan

Hindari Faktor Risiko hingga Pemeriksaan Kehamilan

Cara mencegah sindrom ini sebenarnya gampang-gampang susah. Cara yang paling ampuh adalah dengan penanganan yang baik saat melahirkan, demi mencegah terjadi perdarahan hebat dan turunnya tekanan darah. Pasalnya, ketika ibu mengalami perdarahan berat, maka sindrom Sheehan tak bisa dihindari. 

Hal yang perlu diingat, setiap kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya perdarahan hebat (perdarahan postpartum atau postpartum hemorrhage) dengan sendirinya bisa memicu risiko sindrom Sheehan. 

Nah, perdarahan postpartum atau hemorrhage bisa dipicu banyak faktor. Mulai dari indeks massa tubuh yang berlebih atau obesitas, anemia, kadar kolesterol yang tinggi, hingga preeklamsia. Oleh sebab itu, hindarilah beragam hal atau kondisi yang bisa memicu kondisi di atas.

Di samping itu, ada pula beberapa kondisi medis yang bisa memicu terjadinya sindrom Sheehan. Misalnya, solusio plasenta dan previa plasenta. Nah, bila ibu memiliki gejala-gejala yang mengindikasikan adanya gangguan pada plasenta, segeralah tanyakan kepada  dokter melalui aplikasi Halodoc

Selain itu, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala bisa menjadi cara jitu untuk mencegah terjadinya sindrom Sheehan. Di sini dokter kandungan akan melakukan berbagai pemeriksaan. 

Baca juga: Gejala yang Dialami saat Mengidap Sindrom Sheehan

Selanjutnya, bagaimana dengan gejalanya? 

Bukan Cuma Sulit Mengeluarkan ASI

Ketika seseorang mengalami sindrom Sheehan, biasanya gejalanya muncul perlahan. Bahkan, bisa beberapa bulan atau tahun. Akan tetapi, dalam beberapa kasus gejalanya juga bisa muncul tiba-tiba. Misalnya, kesulitan untuk mengeluarkan ASI.

Gejala dan tanda sindrom Sheehan timbul karena rendahnya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini meliputi hormon tiroid, hormon adrenal, hormon yang mengatur produksi ASI, dan hormon yang mengatur menstruasi. 

Nah, berikut ini beberapa gejala lainnya yang bisa dialami pengidap sindrom Sheehan

  • Tidak mengalami menstruasi (amenore), atau menstruasi sangat jarang (oligomenore);

  • Rambut daerah pubis dan kelamin tidak tumbuh kembali;

  • Adanya perubahan emosi dan peningkatan berat badan;

  • Tekanan darah rendah;

  • Kadar gula dalam darah rendah;

  • Kelelahan;

  • Detak jantung yang abnormal;

  • Payudara membesar;

  • Berat berbadan bertambah; 

  • Nyeri sendi;

  • Gairah seksual menurun; dan

  • Kulit kering.

Ingat, jangan main-main dengan sindrom Sheehan. Alasannya simpel, kelenjar hipofisis perannya vital, mengatur banyak hormon di dalam tubuh kita. Nah, bermasalahnya kelenjar ini akibat sindrom Sheen, bakal memicu berbagai komplikasi bila tak ditangani.

Komplikasi yang bisa muncul, seperti menstruasi tidak teratur, penurunan berat badan, tekanan darah rendah, hingga krisis adrenal. Krisis adrenal ini merupakan kondisi serius berupa kelenjar adrenal yang menghasilkan jumlah hormon kortisol yang terlalu rendah. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Sheehan’s Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome.