Meski Jarang, Sirkumsisi Bisa Sebabkan Infeksi Luka Operasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Meski Jarang, Sirkumsisi Bisa Sebabkan Infeksi Luka Operasi

Halodoc, Jakarta - Sebagai laki-laki, sudah menjadi kewajiban untuk melakukan sunat atau lebih dikenal dengan sirkumsisi dalam istilah medisnya. Prosedur ini dilakukan dengan membuang bagian kulit penis luar yang menutupi bagian kepala penis. Di Indonesia, sunat menjadi hal yang umum dilakukan dan memang dianjurkan. 

Pasalnya, dari sisi kesehatan, sunat memiliki banyak manfaat, di antaranya membuat kamu lebih mudah dalam membersihkan penis, mencegah terjadinya kanker penis dan serviks pada pasangan, mengurangi risiko munculnya infeksi saluran kemih, dan penularan penyakit infeksi menular seksual yang berbahaya. Biasanya, sunat dilakukan sejak laki-laki masih anak-anak, karena lebih mudah dan rasa sakitnya tidak begitu kentara. 

Benarkah Sirkumsisi Sebabkan Infeksi Luka Operasi?

Pada beberapa kondisi yang berkaitan dengan kesehatan seseorang, sunat menjadi pilihan pengobatan yang harus dilakukan. Misalnya pada pengidap fimosis ketika kulit luar penis tidak bisa ditarik, sehingga menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Begitu pula dengan parafimosis, yang terjadi ketika kulit luar penis tidak bisa kembali ke posisi semula setelah ditarik.

Baca juga: 5 Komplikasi yang Bisa Diakibatkan Infeksi Luka Operasi

Pada anak-anak, sirkumsisi sejak dini menjadi pengobatan untuk mengatasi balanitis, infeksi yang menyerang bagian kepala penis. Tidak hanya pada anak, balanitis bisa terjadi pada remaja dan dewasa, sifatnya pun kambuhan. Namun, benarkah infeksi setelah sunat bisa terjadi? Apakah hal tersebut berbahaya?

Memang benar, infeksi setelah sunat mungkin terjadi. Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena persentasenya sangat kecil alias sangat jarang. Pasalnya, sirkumsisi termasuk tindakan operasi, dan operasi sekecil apa pun memicu terjadinya komplikasi dan infeksi luka operasi. Lantas, apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi?

Kamu bisa bertanya pada dokter melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau membuat janji langsung di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengurangi infeksi dan menyarankan kamu untuk mandi secara teratur. Perawatan yang tepat bisa meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi, jadi selalu ikuti petunjuk dokter, ya!

Baca juga: Bahayakah Infeksi Bekas Luka Operasi?

Risiko Lain yang Mungkin Terjadi Setelah Sunat

Selain infeksi, kamu juga dapat mengalami perdarahan setelah sunat. Beberapa kondisi perdarahan yang sering terjadi adalah perdarahan yang muncul di sela jahitan sunat atau ketika terjadi ereksi dalam waktu satu hingga dua hari setelah tindakan masih dianggap normal. Kamu hanya perlu mengeringkan luka dan mengoleskan salep antibiotik untuk mempercepat penyembuhan lukanya. 

Meatal stenosis adalah risiko lain yang mungkin terjadi setelah sirkumsisi dilakukan. Kondisi ini adalah melekat atau menyempitnya muara saluran untuk berkemih. Jika terjadi pada bayi, biasanya disebabkan dermatitis akibat bersentuhan dengan popok sekali pakai, sementara pada remaja, penyebabnya adalah balanitis xerotica obliterans. 

Bagaimana Supaya Luka Sirkumsisi Cepat Sembuh?

Pasti rasanya nyeri setelah sunat. Biasanya, kamu diberikan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Untuk herbal dan obat alami, kamu bisa coba konsumsi kunyit. Selain mengurangi nyeri, kunyit efektif untuk mencegah terjadinya infeksi. Lalu, rajin-rajinlah membersihkan area penis. Gunakan air hangat dan hindari menggunakan sabun.

Baca juga: 5 Tindakan untuk Mencegah Infeksi Luka Operasi

Kamu juga disarankan untuk menggunakan celana yang longgar dan menghindari memakai celana dalam sampai jahitan sepenuhnya kering. Menggunakan celana longgar juga bisa melancarkan sirkulasi udara dan darah ke area penis, sehingga luka sirkumsisi lebih cepat sembuh dan supaya luka cepat kering dan tidak terasa sakit.

Referensi:
Kids Health. 2019. Surgeries and Procedures: Circumsision.
Healthline. 2019. Circumsision. 
NHS Choice UK. 2019. Circumsision in Men.