Skandal Inses di Sukabumi, Ini Bahaya Hubungan Intim Sedarah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
skandal-inses-di-sukabumi-ini-bahaya-hubungan-intim-sedarah-halodoc

Halodoc, Jakarta - Masyarakat sedang dihebohkan atas skandal inses yang terjadi pada suatu keluarga di Sukabumi. Terungkapnya skandal tersebut diakibatkan oleh kematian seorang bocah perempuan berinisial NP (5) yang dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri, yaitu SR (36). Pembunuhan tersebut berawal dari motif cemburu akibat kedua putranya melampiaskan nafsu seksualnya pada korban. Hal ini terjadi akibat sang ibu sering berhubungan intim sedarah dengan kedua putranya dan menyuruh mereka untuk memperkosa bocah perempuan tersebut.

Hubungan intim sedarah atau pernikahan sedarah (inses) memang dianggap tabu di seluruh dunia karena tidak sesuai dengan kaidah moral. Selain itu, dari aspek kesehatan, hubungan inses sangat berbahaya dan dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi pasangan maupun anak yang dilahirkan. Yuk, ketahui apa saja bahaya dan dampak buruk dari hubungan intim sedarah!

Risiko Penyakit Keturunan Meningkat

Saudara kandung memiliki persamaan dalam susunan genetik. Persamaan ini disebabkan oleh garis keturunan yang sama, yaitu kedua orangtua mereka. Persamaan genetik ini berlaku pada mereka yang masih dalam kerabat pertama, yaitu orangtua, anak dan juga saudara kandung. Persamaan gen tersebut tentu meningkatkan risiko dan menimbulkan dampak buruk bagi pasangan sedarah tersebut.

Risiko penyakit keturunan akan meningkat berlipat ganda, sehingga, jika memiliki anak, pasangan inses akan memiliki keturunan yang memiliki penyakit bawaan dan juga kelainan bawaan. Penyakit tersebut disebabkan resesif (gen lemah) yang bersanding dengan gen resesif lainnya, sehingga menghasilkan dampak nyata sebuah penyakit.

Baca juga: 5 Jenis Anemia yang Diturunkan Secara Genetik

Meningkatnya Risiko Kelainan Genetik dan Cacat Bawaan Lahir

Persamaan dalam susunan genetik yang dimiliki oleh pasangan inses juga dapat menimbulkan kelainan genetik dan cacat bawaan lahir. Ini disebabkan oleh kerabat generasi kandung pertama yang melakukan hubungan intim sedarah dan memiliki keturunan dari hasil hubungan tersebut, akan memiliki kombinasi gen lemah yang sama dari kedua pihak. Kombinasi sel dan gen lemah tersebut tentu saja karena persamaan struktur genetik dari orangtua pasangan tersebut.

Setiap pasangan memiliki peluang 50 persen untuk mewariskan gen lemah pada anak, sehingga anak yang dihasilkan memiliki peluang 25 persen untuk mengidap albinisme sebagai dampak nyata dari kelainan genetik yang dihasilkan. Selain albinisme, hemofilia juga dapat terjadi akibat kecacatan pada gen.

Sementara, selain dari kelainan genetik yang dapat ditimbulkan dari hubungan intim sedarah, cacat bawaan lahir juga dapat terjadi. Contoh cacat bawaan lahir yang dapat terjadi adalah struktur atau bentuk fisik yang tidak normal. Selain dari cacat fisik, cacat mental juga dapat terjadi pada keturunan pasangan inses, seperti retardasi mental. Meskipun tidak mutlak terjadi pada setiap kasus hubungan sedarah  tetapi peningkatan risiko terhadap penyakit bawaan dari susunan genetik masih menjadi ancaman bagi pasangan sedarah.

Baca juga: Kelainan Genetik, Bisakah Albinisme Disembuhkan?

Risiko Kematian yang Tinggi Pada Kelahiran

Setiap bayi yang dilahirkan dari hasil hubungan intim atau pernikahan sedarah memiliki risiko kematian yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh atau imunitas bayi tidak dapat terbentuk secara sempurna akibat kurangnya variasi DNA dan warisan gen buruk dari orangtua bayi tersebut, terlalu banyak dan identik. Selain itu, ibu dari bayi tersebut juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami kematian saat proses melahirkan. Risiko kematian tersebut sama tingginya dengan para ibu yang melahirkan ketika usia sudah di atas 40 tahun.

Baca juga: Benarkah Gangguan Kekebalan Tubuh Sebabkan Pemfigoid Bulosa?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:

Psychologytoday.com. Diakses pada 2019. The Problem With Incest
Ncbi.nlm.nih.gov. Diakses pada 2019. Is incest harmful?