• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Speech Delay Dapat Diatasi dengan Terapi Wicara yang Optimal

Speech Delay Dapat Diatasi dengan Terapi Wicara yang Optimal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Anak bisa dikatakan speech delay jika mereka mengalami keterlambatan berbicara, hingga berusia dua tahun. Keterlambatan berbicara pada anak bisa disebabkan oleh adanya gangguan pendengaran atau masalah tumbuh kembang lainnya. Jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, hal ini akan menjadi masalah besar saat anak beranjak dewasa.

Anak dengan gangguan bicara yang tidak mendapatkan perawatan dengan tepat bisa saja memiliki prestasi akademik yang buruk, sulit mendapatkan pekerjaan, serta sulit bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Lantas, apakah keterlambatan berbicara pada anak dapat diatasi dengan terapi wicara?

Baca juga: Kenapa Terapi Wicara Penting untuk Dilakukan?

Terapi Wicara Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Speech Delay

Meskipun terapi ini ampuh dalam mengatasi keterlambatan berbicara pada anak, tetapi keefektivitasan terapi akan tergantung pada penyebab yang mendasari. Terapi cukup ampuh dalam mengatasi kesulitan bicara ekspresif pada anak, tetapi tidak cukup ampuh dalam mengatasi kesulitan bicara reseptif. Ibu perlu mengetahui lebih jauh, berikut ini jenis-jenis terapi yang dapat dilakukan oleh anak untuk mengatasi speech delay:

1.Anak dengan Keterlambatan Bicara

Terapi ini dilakukan guna merangsang anak untuk berbicara dengan mengajak anak bermain, memperkenalkan hal-hal baru lewat gambar, atau menggunakan bahasa isyarat yang dimengerti oleh anak.

2.Anak dengan Apraxia

Apraxia merupakan kesulitan dalam mengucapkan suku kata tertentu. Terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengajarkan anak dalam mengerti respons pendengaran, visual, atau sentuhan. Pelatihannya pun dilakukan di depan cermin atau dengan merekam suara anak.

3.Anak dengan Kondisi Gagap

Berbeda dengan kedua kondisi sebelumnya, terapi ini dilakukan secara perlahan dengan melatih anak berbicara dengan lebih lambat dan jelas. Gagap pada anak biasanya terjadi karena mereka terlalu cepat berbicara.

Berhasil atau tidaknya sejumlah terapi yang dilakukan akan tergantung pada kondisi yang dialami anak dan penyebab terjadinya speech delay. Untuk mengetahui lebih dalam perihal prosedur pelaksanaan terapi, ibu bisa mendiskusikanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Kenali 6 Tanda Si Kecil Memerlukan Terapi Wicara

Bagaimana Langkah Mengidentifikasi Speech Delay pada Anak?

Untuk mengetahui ada atau tidak keterlambatan bicara pada anak ibu, ibu perlu mengetahui tahapan normal seusia anak. Berikut ini tahapan normal perkembangan anak di usia yang berbeda:

  • Anak Berusia 1 Tahun

Di usia ini, anak sudah bisa mencari sumber suara yang ia dengan, bereaksi saat ibu memanggil namanya, melambaikan tangan, menoleh ke arah yang ibu tunjukkan, mendengarkan saat ibu berbicara, serta mengucapkan setidaknya satu kata.

  • Antara 1–2 Tahun

Di usia ini, anak sudah bisa mengikuti instruksi sederhana, menunjuk beberapa bagian, menunjuk benda yang membuatnya tertarik, serta belajar 1 kata baru setiap minggu.

  • Anak Berusia 2 Tahun

Di usia ini, anak sudah bisa mengikuti perintah verbal sederhana, mampu mengucapkan 50100 kata, membuat kalimat sederhana, serta sebagian besar ucapannya telah dimengerti orang lain.

Baca juga: Ini 8 Tanda Anak Memerlukan Terapi Wicara

Setelah mengetahui perkembangan normal pada anak berusia 12 tahun seperti yang telah disebutkan, langkah selanjutnya ibu perlu mengetahui kapan langkah penanganan diperlukan untuk mengatasi kondisi yang dialami oleh Si Kecil. Penanganan secepatnya diperlukan saat anak memiliki gejala keterlambatan berbicara.

Gejala tersebut, di antaranya tidak mampu mengucapkan setidaknya tiga kata hingga mereka berusia 15 bulan, tidak mampu mengucapkan setidaknya 25 kata, hingga mereka berusia dua tahun, tidak mampu membuat kalimat sederhana saat menginjak usia tiga tahun, tidak memahami instruksi yang diberikan, sulit merangkai kata, serta tidak memiliki artikulasi yang jelas.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Language Delays in Toddlers: Information for Parents.
Patient. Diakses pada 2020. Delay In Talking.
Healthline. Diakses pada 2020. Language Delay.