• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Berlebihan Bisa Memicu Serangan Jantung

Stres Berlebihan Bisa Memicu Serangan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Pekerjaan yang berlebihan ditambah kondisi yang tidak memungkinkan untuk mencari hiburan sejenak mampu menimbulkan perasaan stres. Padahal, pikiran harus dijaga tetap sehat karena stres yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa penyakit berbahaya.

Salah satu penyakit yang dapat terjadi jika gangguan stres tidak segera diatasi adalah serangan jantung. Hal tersebut terjadi saat aliran darah yang seharusnya memasuki jantung mengalami hambatan.

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Picu Serangan Jantung?

Perasaan Stres Mampu Menjadi Pemicu Serangan Jantung

Gangguan pada jantung, termasuk serangan jantung, termasuk dalam penyakit yang mematikan saat terjadi dan harus segera mendapatkan perawatan untuk mencegahnya. Beberapa sumber menyatakan stres dapat menjadi pemicu hal tersebut, sehingga stres harus dikelola dengan baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah olahraga rutin dan mengonsumsi makanan sehat.

Ternyata, seseorang yang mengalami stres tidak serta-merta langsung mengidap gangguan pada jantung. Namun, hal tersebut mampu meningkatkan risiko karena stres yang terjadi dapat meningkatkan beberapa faktor penyebab serangan jantung. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan kamu dapat menghindari gangguan berbahaya tersebut. Berikut beberapa risiko terkait hal tersebut:

  1. Tekanan Darah yang Lebih Tinggi

Salah satu risiko yang dapat terjadi saat seseorang stres sehingga mampu menjadi pemicu serangan jantung adalah tekanan darah yang meningkat. Saat stres berlebihan tidak segera diatasi, tekanan darah akan konstan di ukuran yang tinggi. Hal tersebut mampu memengaruhi aliran darah, sehingga berdampak buruk pada jantung. Pada suatu momen, jantung dapat berhenti berdetak karena hal tersebut.

  1. Pembekuan Darah

Stres juga dapat menjadi pemicu serangan jantung disebabkan pembekuan darah yang berlebih. Saat seseorang stres, tubuhnya akan memproduksi lebih banyak hormon adrenalin dan kortisol. Jika tidak segera diatasi, tubuh dapat rentan mengalami pembekuan darah. Ketika pembekuan darah berlebih tersebut terjadi di jantung, bukan tidak mungkin serangan jantung dapat terjadi.

  1. Hormon yang Tidak Seimbang

Kamu juga dapat mengalami serangan jantung yang dapat dipicu oleh stres karena terjadinya ketidakseimbangan hormon. Gangguan ini terjadi ketika metabolisme tubuh tidak stabil sehingga kolesterol tubuh meningkat. Saat kolesterol berlebih, kinerja jantung dapat terganggu yang akhirnya risiko untuk mengalami serangan jantung dapat meningkat.

Baca juga: Waspadai Gejala Penyakit Jantung Akibat Stres

Jika kamu masih mempunyai pertanyaan terkait perasaan stres yang dapat menjadi pemicu jantung, dokter dari Halodoc mampu menjawab semua kebingungan yang ada. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Selain itu, beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan saat berusaha menghilangkan stres malah semakin meningkatkan risiko gangguan pada jantung. Beberapa orang mungkin melakukan kebiasaan baru, seperti merokok, makan secara berlebihan, hingga kurangnya melakukan aktivitas fisik. Maka dari itu, penting untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut agar gangguan berbahaya tidak terjadi.

Saat seseorang merasakan stres secara konstan, tubuhnya akan berusaha keras untuk bertahan dari kondisi tersebut. Gangguan yang disebabkan oleh stres dapat menyebabkan seseorang mempunyai keinginan lebih kuat untuk mengonsumsi alkohol. Kebiasaan buruk tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak dinding arteri. Penting untuk menghindari kebiasaan buruk saat stres.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Pastikan kamu selalu berolahraga secara rutin saat stres yang dapat memberi manfaat bagi tubuh karena tubuh lebih siap menghadapi kondisi tersebut. Dengan olahraga rutin, kamu dapat menurunkan hormon kortisol dan epineprin yang berlebih. Olahraga juga meningkatkan hormon serotonin yang dapat menghasilkan rasa bahagia, sehingga tubuh lebih rileks dan tenang.

Referensi:
Heart. Diakses pada 2020. Stress and Heart Health.
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2020. Stress Can Increase Your Risk for Heart Disease.