• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Bikin Asam Lambung Naik, Ini Alasannya

Stres Bikin Asam Lambung Naik, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Stres Bikin Asam Lambung Naik, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Asam lambung naik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, benarkah salah satunya kondisi psikologis? Hingga kini, masih diperdebatkan apakah masalah psikologis, misalnya stres bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Namun, stres dan penyakit asam lambung disebut saling berkaitan. 

Sebelumnya perlu diketahui, penyakit asam lambung alias gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini ditandai dengan muncul sensasi terbakar di area dada. GERD bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Cari tahu lebih lanjut seputar GERD dan kaitannya dengan stres di artikel berikut ini! 

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Asam Lambung Kambuh

Stres dan Penyebab Lain GERD

Hingga kini, hubungan antara GERD dan stres masih diperdebatkan. Sejumlah peneliti masih mempertanyakan apakah stres benar-benar bisa meningkatkan produksi asam lambung atau tidak, atau stres sebenarnya berdampak secara fisik membuat asam lambung memburuk. Namun, satu hal yang diketahui adalah saat stres, seseorang cenderung menjadi lebih sensitif terhadap jumlah asam dan paparan asam. 

Menurut studi pada 1993 di American Journal of Gastroenterology, pengidap GERD yang juga mengalami stres melaporkan gejala yang lebih menyakitkan terkait dengan penyakit GERD. Studi pada tahun 2008 seperti dilansir dalam American Gastroenterological Association juga mendukung studi di atas.

Ketika para peneliti memaparkan pengidap GERD pada suara-suara yang dapat memicu stres, mereka menemukan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan gejala GERD. Menurut para ahli, stres dapat membuat seseorang (terutama pengidap GERD) lebih sensitif terhadap paparan atau sejumlah kecil asam di kerongkongan.

Ada juga studi lainnya terkait stres dan GERD. Menurut sebuah studi tahun 2009 pada lebih dari 40.000 orang Norwegia, menemukan bahwa orang yang melaporkan stres terkait pekerjaan secara signifikan lebih berisiko mengalami gejala GERD. Menurut hasil penelitian, orang-orang yang mengatakan mereka memiliki kepuasan kerja yang rendah dua kali lebih mungkin untuk memiliki GERD, dibandingkan dengan mereka yang melaporkan kepuasan kerja yang tinggi.

Ada juga studi lainnya yang dipublikasikan dalam jurnal Internal Medicine (The Japanese Society of Internal Medicine). Dari 12.653 subjek penelitian (pengidap GERD), hasil studi menemukan bahwa hampir setengahnya melaporkan stres sebagai faktor terbesar yang memperburuk gejala GERD, bahkan ketika sedang menjalani pengobatan.

Dengan kata lain, asam lambung naik yang disertai dengan stres dan cemas cenderung menunjukkan gejala yang lebih parah. Kendati begitu, tidak ditemukan ada perbedaan jumlah asam pada pengidap asam lambung yang disertai dengan stres. Nah, gejala yang lebih parah disebut berkaitan dengan dampak stres yang membuat otak memicu reseptor rasa sakit. 

Waspadai juga stres yang disertai dengan kelelahan. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan perubahan tubuh dan mengarah pada peningkatan asam lambung. Meski belum diketahui hubungan pasti antara stres dengan peningkatan asam lambung, nyatanya kondisi ini saling memengaruhi. Stres bisa membuat pengidap asam lambung naik merasa tidak nyaman. Maka dari itu, penting untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres. 

Baca juga: Asam Lambung Naik Setelah Makan? Hati-Hati Sindrom Dispepsia

Selain stres, ada faktor lain yang bisa memicu GERD atau naiknya asam lambung. Risiko gejala asam lambung naik menjadi lebih tinggi pada orang yang memiliki berat badan berlebih alias obesitas. Sebab, kelebihan berat badan bisa meningkatkan tekanan pada perut. Hal ini kemudian bisa memicu asam lambung naik dan menimbulkan berbagai gejala. Maka dari itu, mengatur berat badan agar lebih ideal bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah gejala penyakit asam lambung sering muncul.  

Untuk menurunkan risikonya, cobalah untuk menerapkan pola makan sehat agar berat badan lebih ideal. Hal ini sebaiknya juga diimbangi dengan melakukan aktivitas fisik alias rutin berolahraga. Jika kamu memiliki riwayat penyakit asam lambung, biasakanlah untuk berjalan kaki setelah makan. Tak hanya membantu menurunkan berat badan, jalan kaki setelah makan juga bisa membantu sistem pencernaan serta mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.  

Selain itu, kamu juga bisa menerapkan kebiasaan untuk menurunkan risiko GERD, di antaranya makan dalam porsi yang lebih kecil, jangan makan mendekati waktu tidur, kunyah makanan secara perlahan, serta hindari makanan yang bisa meningkatkan risiko penyakit asam lambung muncul, seperti makanan pedas dan makanan yang banyak mengandung lemak. 

Baca juga: 7 Makanan Sehat Bagi Pengidap Asam Lambung

Cari tahu lebih lanjut tentang penyakit asam lambung dan kaitannya dengan stres dan obesitas dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!  

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Weight Loss and Acid Reflux. 
WebMD. Diakses pada 2020. Heartburn? Lose Weight for Relief. 
Healthline. Diakses pada 2020. Can Stress Cause Acid Reflux?
The Japanese Society of Internal Medicine. Diakses pada 2021. Lifestyle Factors and Efficacy of Lifestyle Interventions in Gastroesophageal Reflux Disease Patients with Functional Dyspepsia: Primary Care Perspectives from the LEGEND Study
American Gastroenterological Association. Diakses pada 2021. The Effect of Auditory Stress on Perception of Intraesophageal Acid in Patients With Gastroesophageal Reflux Disease