• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Bisa Menular ke Pasangan, Ini Tips Mengatasinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Bisa Menular ke Pasangan, Ini Tips Mengatasinya

Stres Bisa Menular ke Pasangan, Ini Tips Mengatasinya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Januari 2022

“Ternyata beberapa studi membuktikan bahwa stres bisa menular, bahkan kepada pasangan. Ini berkaitan dengan hormon kortisol dan konflik yang menyebabkan kadarnya semakin tinggi di dalam tubuh. Namun untungnya, beberapa cara sederhana bisa mengatasi kondisi ini.”

Stres Bisa Menular ke Pasangan, Ini Tips Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Tahun baru, biasanya banyak orang yang membuat resolusi baru. Hal ini pun biasanya akan memacu semangat banyak orang untuk bekerja keras mewujudkan resolusinya tersebut. Namun, beberapa orang juga kerap merasakan stres selama momen pergantian tahun ini karena berbagai alasan. Parahnya, stres tersebut bisa menular ke pasangan.

Kamu mungkin sudah tahu bahwa stres dapat memengaruhi kesehatan kamu sendiri, tetapi apa yang mungkin tidak disadari banyak orang tentang stres adalah stres bisa menular dan menyebar kemana-mana. Termasuk salah satunya ke pasangan. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ulasannya!

Penyebab Stres Bisa Menular

Beberapa penelitian menemukan bahwa stres dalam hubungan dapat mengubah sistem kekebalan, endokrin, dan kardiovaskuler. Sebuah penelitian terhadap pengantin baru menemukan tingkat hormon stres lebih tinggi ketika pasangan bermusuhan selama konflik, yaitu, ketika mereka kritis, sarkastik, berbicara dengan nada yang tidak menyenangkan dan menggunakan ekspresi wajah yang menjengkelkan, seperti kedipan mata.

Demikian juga, dalam penelitian lain, orang-orang dalam hubungan yang tidak bersahabat memiliki penyembuhan luka yang lebih lambat, peradangan yang lebih tinggi, tekanan darah yang lebih tinggi, dan perubahan detak jantung yang lebih besar selama konflik.

Pria paruh baya dan lebih tua memiliki tekanan darah lebih tinggi pada saat istri mereka mengalami stres yang lebih besar. Dan pasangan yang merasa mereka tidak diperhatikan atau dipahami memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih buruk dan tingkat kematian yang lebih tinggi 10 tahun, dibandingkan dengan mereka yang merasa lebih diperhatikan dan dihargai oleh pasangannya.

Kadar Kortisol dan Munculnya Konflik Jadi Penyebabnya

Kortisol adalah hormon yang memainkan peran kunci dalam respons stres tubuh. Kortisol memiliki ritme diurnal, sehingga kadarnya biasanya tertinggi segera setelah bangun tidur kemudian secara bertahap menurun di siang hari. Namun, stres kronis dapat menyebabkan pola kortisol yang tidak sehat, seperti kadar kortisol yang rendah saat bangun tidur atau kortisol tidak berkurang banyak di penghujung hari. Pola-pola ini dikaitkan dengan peningkatan perkembangan penyakit dan risiko kematian.

Konflik ini bisa mengubah tingkat kortisol pasangan pada hari mereka berkonflik. Selain itu, orang dengan pasangan stres yang menggunakan perilaku negatif selama konflik memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi bahkan empat jam setelah konflik berakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa berdebat dengan pasangan yang sudah stres dapat memiliki efek kesehatan biologis yang lebih parah bagi diri sendiri.

Lantas, Bagaimana Cara Meredamnya?

Setelah paham bahwa stres bisa menular, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk meredamnya: 

  • Bicarakan dan Validasi Satu Sama Lain

Beri tahu pasangan bahwa kamu memahami perasaan mereka. Bicarakan tentang hal-hal besar dan kecil sebelum mereka semakin stres. Terkadang pasangan menyembunyikan masalah untuk melindungi satu sama lain, tetapi ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan. Bagikan perasaan kamu, dan ketika pasangan membalasnya, jangan menyela. Ingat, merasa diperhatikan dan dipahami oleh pasangan baik untuk kesejahteraan emosional dan meningkatkan pola kortisol yang lebih sehat. Jadi, berada di sana untuk satu sama lain dan mendengarkan satu sama lain dapat memiliki efek kesehatan yang baik. 

  • Tunjukan Rasa Cinta

Saling berpelukan, bergandengan tangan, dan bersikap baik bisa menurunkan kortisol dan bisa membuat kamu dan pasangan merasa lebih bahagia. S

  • Ingatkan Diri Kalau Kalian Berdua adalah Tim 

Cari solusi, jadilah penyemangat untuk satu sama lain dan rayakan kemenangan bersama. Pasangan yang kompak dalam mengatasi stres akan merasa lebih sehat dan lebih puas dengan hubungan mereka. 

Namun jika stres ini membuat tekanan darah kamu meningkat, sebaiknya segera cek kebutuhan kesehatan di Halodoc. Kamu bisa beli obat dan suplemen tanpa perlu lagi keluar rumah. Praktis bukan? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Stress: Contagious, How to Avoid It. 
The Conversation. Diakses pada 2022. Stress Is Contagious in Relationships.