• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Bisa Sebabkan Munculnya Keriput, Ini Faktanya

Stres Bisa Sebabkan Munculnya Keriput, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kerutan atau keriput pada wajah merupakan kondisi yang sering dikaitkan dengan penuaan. Ketika seseorang beranjak tua, sel-sel kulit akan membelah menjadi lebih lambat, sehingga menyebabkan penipisan pada kulit. Masalah pada kulit bisa disebabkan oleh banyak faktor, yaitu stres, paparan sinar matahari, atau polusi udara. Ini faktor risiko keriput lainnya dan bagaimana langkah mencegahnya!

Baca juga: Ketahui Kegunaan Vitamin C untuk Kesehatan Kulit

Ini Fakta Stres Bisa Sebabkan Munculnya Keriput

Stres menjadi salah satu faktor risiko keriput. Saat tumpukan tugas di kantor atau pekerjaan rumah yang belum selesai membuatmu stres, tiba-tiba ada saja jerawat yang muncul di kulit wajah atau merasa gatal-gatal di leher. Pertanyaannya, apakah stres bisa memicu timbulnya gangguan kulit?

Stres akan memicu peningkatan produksi hormon kortisol yang membuat kulit menjadi lebih berminyak, sehingga kulit menjadi rentan mengalami gangguan, seperti jerawat dan keriput. Bukan itu saja, saat sedang dilanda stres, seseorang menjadi lupa untuk merawat kulit, memiliki gangguan tidur, serta kondisi lain yang dapat memperparah keadaan kulit. Bukan hanya stres saja yang menjadi faktor risiko keriput, berikut sejumlah kondisi lainnya!

1.Merokok

Merokok dapat mempercepat proses penuaan. Selain berdampak buruk pada paru-paru dan kesehatan tubuh lainnya, rokok dapat memicu adanya kerutan pada kulit. Semakin sering kamu merokok, semakin banyak keriput yang akan muncul. Keriput juga akan lebih terlihat pada perokok. Hal tersebut karena tembakau memiliki efek yang mengakibatkan warna kulit terlihat tidak sehat dan bertekstur kasar.

2.Paparan Sinar Matahari

Faktor risiko keriput selanjutnya adalah paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dapat menembus dan merusak struktur pendukung di kulit. Kebanyakan keriput disebabkan karena seringnya kulit terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. Untuk mencegahnya, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya atau topi saat siang hari. 

3.Kontraksi Otot Wajah

Penyebab keriput di ujung mata atau di antara alis mata diduga karena adanya kontraksi kecil otot. Kebiasaan ekspresi wajah, seperti murung, tersenyum, atau menyipitkan mata akan meninggalkan tanda keriput pada wajah.

4.Posisi Tidur

Faktor risiko keriput lainnya adalah posisi tidur. Tidak peduli seberapa halusnya bantal yang kamu gunakan, saat wajah tertekan dari malam hingga pagi hari, perlahan akan membuat kulit keriput. Disarankan untuk tidur menghadap atas atau telentang guna mencegah keriput di area wajah.

Untuk mengatasi keriput dengan penanganan secara medis, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui prosedur apa saja yang akan kamu lakukan.

Baca juga: Kerusakan Organ Tubuh Akibat Sinar UV

Untuk Mencegah Keriput, Lakukan Hal-Hal Berikut Ini

Kulit keriput akan muncul seiring bertambahnya usia. Namun, keriput dini dapat kamu cegah dengan mengelola stres dengan baik. Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon penuaan ke dalam aliran darah. Untuk mengatasinya, kamu dapat melakukan hal-hal yang kamu sukai untuk meredakan stres. Bukan itu saja, berikut cara lain dalam mencegah keriput:

  1. Jangan merokok. Merokok bisa mengurangi oksigen, nutrisi, serta meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh. 
  2. Hindari paparan sinar matahari dan polusi. Cobalah untuk memakai pakaian berwarna terang dan gunakan pelindung kepala saat siang hari.
  3. Gunakan tabir surya. Selain melindungi kulit dari sinar matahari, tabir surya bisa memberikan perlindungan anti penuaan dasar di kulit.
  4. Olahraga secara teratur. Selain baik untuk kesehatan jantung, olahraga dapat mencegah keriput cepat muncul.

Baca juga: Pengidap Psoriasis Dilarang Mandi Air Panas, Ini Faktanya

Selain beberapa langkah tersebut, mencegah keriput dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, cukup minum air putih, serta mencukupi waktu istirahat.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2020. Does Stress Cause Wrinkles?
Medicine Net. Diakses pada 2020. Wrinkles.