• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres pada Ibu Baru Bisa Menghambat Produksi ASI

Stres pada Ibu Baru Bisa Menghambat Produksi ASI

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Setelah melahirkan, ibu disarankan untuk segera memberi ASI (Air Susu Ibu) pada bayi, setidaknya hingga Si Kecil berusia 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Namun, tidak semua ibu memiliki pengalaman memberi ASI yang sama. Beberapa di antaranya mungkin mengalami kesulitan memproduksi ASI hingga tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi. 

Benarkah stres bisa menjadi salah satu faktor terhambatnya produksi ASI? Jawabannya bisa saja. Sebenarnya, stres tidak secara langsung mengurangi produksi ASI, tapi hal ini disebut bisa menghambat proses keluarnya ASI. Maka dari itu, sangat penting bagi ibu menyusui untuk mengelola stres dengan baik, sehingga proses pemberian air susu pada sang buah hati tidak terganggu. 

Baca juga: ASI Keluar Meski Masih Hamil, Jangan Panik!

Hal yang Bisa Menghambat Produksi ASI

ASI sangat penting bagi bayi, serta merupakan makanan utama sejak bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan. Asupan air susu ibu bisa membantu menurunkan risiko penyakit infeksi pada bayi. Selain itu, ASI eksklusif juga bisa membantu tumbuh kembang bayi yang normal serta mengurangi risiko obesitas pada anak dan remaja. ASI juga disebut baik untuk perkembangan otak dan IQ Si Kecil. 

Agar proses pemberian ASI bisa berjalan lancar dan produksi air susu melimpah, ibu menyusui disarankan untuk memperhatikan kondisi tubuh dan gaya hidup yang dijalani. Salah satunya mengelola stres dengan baik. Secara umum, stres mungkin tidak mengurangi produksi ASI, tapi hal ini diduga bisa menyebabkan terhambatnya proses keluar ASI. 

Penting bagi ibu untuk mengelola stres dengan baik. Selain itu, cobalah untuk meminta bantuan suami, keluarga, serta orang terdekat. Ibu bisa mencoba untuk meminta bantuan pasangan dalam mengerjakan tugas rumah tangga dan menjaga bayi di waktu tertentu. Ayah dan ibu bisa berbagi peran dalam menjaga Si Kecil, misalnya pada malam hari. 

Selain meredakan stres, cukup istirahat juga bisa membantu kelancaran produksi ASI. Pasalnya, ibu menyusui yang kurang tidur rentan mengalami stres, sehingga produksi ASI mungkin terganggu. Selain itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan tubuh ibu terlalu lelah dan jika dibiarkan terus, hal ini nantinya dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko penyakit, bahkan bisa memengaruhi produksi ASI. 

Baca juga: 5 Cara Tepat Agar Meningkatkan Kualitas ASI

Selain cukup beristirahat, ibu juga bisa mencoba menghilangkan stres dengan mencoba latihan meditasi dan yoga di rumah. Aktivitas ini bisa membantu membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih tenang, sehingga ibu bisa menyusui dengan lancar. Menghabiskan waktu sendiri untuk sesekali memanjakan diri juga bisa sesekali dilakukan. 

Selain stres, ada beberapa faktor lain yang juga disebut bisa meningkatkan gangguan keluarnya ASI. Selain kesalahan teknik menyusui, kondisi fisik dan psikologi ibu juga bisa menyebabkan terhambatnya proses pengeluaran ASI. Kondisi tubuh anak, asupan nutrisi ibu, gaya hidup yang diterapkan, riwayat penyakit, hingga konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan terhambatnya proses produksi ASI. Sangat penting bagi ibu dan ayah untuk mengetahui apa kemungkinan penyebab gangguan pada produksi ASI. Dengan begitu, ibu bisa mencoba untuk mengatasinya dengan cara menghindari hal yang menjadi pemicu. 

Baca juga: Penyebab ASI Sedikit dan Cara Mengatasinya

Kalau masih ragu, ibu bisa mencoba untuk bertanya seputar ASI yang terhambat pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips menyusui dari ahlinya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Verywell. Diakses pada 2020. Can All Women Breastfeed?
WebMD. Diakses pada 2020. Breastfeeding: How to Increase Your Milk Supply. 
Baby Centre. Diakses pada 2020. Low milk supply.