Stres Bisa Sebabkan Munculnya Ulkus Duodenum?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Stres Bisa Sebabkan Munculnya Ulkus Duodenum?

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan kesehatan bernama ulkus duodenum? Kalau belum, bagaimana dengan usus 12 jari? Nah, ulkus duodenum merupakan luka terbuka yang timbul di usus 12 jari. Awas, jangan remehkan penyakit ini, sebab bisa menyebabkan nyeri pada ulu hati. Bahkan, bisa menyebabkan mutan darah pada sebagian pengidapnya. 

Lalu, apa sih biang keladi dari penyakit ini? Seperti penyakit usus lainnya, bakterilah yang kerap kali menyebabkan timbulnya luka di usus 12 jari. Lebih tepatnya bakteri Helicobacter pylori

Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, kira-kira 20 hingga 50 persen orang di Amerika Serikat mungkin mengalami kondisi ini. Sedangkan 80 persen orang di negara-negara berkembang, bisa saja terinfeksi oleh bakteri ini. 

Pertanyaannya, benarkah stres juga bisa menyebabkan ulkus duodenum? 

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Pengidap Ulkus Duodenum

Hubungan Kompleks Otak dan Sistem Pencernaan

Masa sih stres bisa menyebabkan ulkus duodenum? Untuk menjawab ini kita perlu menelisik lebih jauh mengenai stres dan dampaknya bagi tubuh. Ketika seseorang sedang stres, tubuh akan merespon dengan berbagai perubahan. Tujuannya untuk kembali menyeimbangkan kondisinya.

Nah, ketika stres tubuh akan mengalami peningkatan glukokortikoid, golongan hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme tubuh. Selain hormon tersebut, pelepasan histamin dan asam lambung juga meningkat. 

Nah, pelepasan asam lambung yang berlebihan inilah yang bisa memicu masalah pada usus yang terlibat dalam sistem pencernaan. Asam lambung ini nantinya bisa menyebabkan perlukaan pada mukosa lambung. Di samping itu, stres juga bisa mengakibatkan terjadinya irritable bowel syndrome (IBS).

IBS ini menimbulkan rasa nyeri akibat kejang otot di usus. Sayangnya, sampai kini penyebab IBS belum diketahui pasti. Akan tetapi, ada dugaan kalau IBS lebih rentan terjadi ketika seseorang sedang mengalami stres.

Alasannya jelas, sebab ada hubungan yang kompleks antara otak dan sistem pencernaan. Ketika stres terjadi, maka akan terjadi perubahan suasana hati yang bisa memengaruhi perut secara tidak langsung. 

Perut dan usus sendiri dilapisi oleh jutaan sel saraf yang mengontrol dan mengatur sistem pencernaan. Sel-sel saraf ini bertugas untuk menyampaikan pesan dari usus otak dan sebaliknya. Oleh sebab itu, kaitan antara keduanya pun semakin kuat. 

Nah, dengan kata lain, stres tidak menyebabkan ulkus duodenum. Akan tetapi, stres bisa memperburuk kondisi ini, bahkan membuat luka untuk sulit disembuhkan. Selain stres, ada beberapa faktor yang juga bisa membuat kondisi ulkus duodenum bertambah buruk, yaitu: 

  • Kebiasaan merokok;

  • Konsumsi alkohol berlebih;

  • Suka mengonsumsi makanan pedas;

  • Lansia atau di atas 70 tahun; dan

  • Tukak lambung.

Baca juga: 5 Tes untuk Mendeteksi Kondisi Ulkus Duodenum

Ditandai Banyak Gejala

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk mengetahui gejala dari penyakit ini. Pengidap ulkus duodenum akan mengalami nyeri pada bagian ulu hati. Nyeri ini bisa muncul sesekali, terutama ketika perut kosong. Selain itu, ada pula gejala lainnya seperti: 

  • Heartburn (rasa perih atau panas seperti terbakar pada dada);

  • Terasa begah, kembung, dan tidak nyaman pada perut;

  • Nafsu makan menurun;

  • Nyeri yang hebat dapat menyebabkan seseorang terbangun pada malam hari;

  • Mual dan muntah;

  • Nyeri mereda setelah makan atau setelah mengonsumsi obat penetral asam lambung;

  • Lemas; dan

  • Nyeri hilang timbul, dan sering timbul sebelum mengonsumsi makanan atau pada saat lapar.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!