• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Studi Ungkap Banyak Kesalahan dalam Video Workout di TikTok

Studi Ungkap Banyak Kesalahan dalam Video Workout di TikTok

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Selama pandemi COVID-19, banyak gym atau tempat olahraga lainnya yang tutup sehingga olahraga di rumah mulai jadi tren. Terlebih, saat ini banyak platform media sosial yang menyediakan video tutorial olahraga, yang bisa diikuti di rumah. Seperti aplikasi berbagi video, TikTok, misalnya. 

Selama setahun terakhir, jutaan orang menggunakan aplikasi tersebut untuk inspirasi latihan mereka. Selain itu, ada 27,6 miliar tayangan video dengan tagar #workout dan itu dikenal sebagai 'FitTok'. Namun, studi terbaru mengungkap bahwa banyak kesalahan dalam video workout tersebut. 

Baca Juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Olahraga

Video Workout di TikTok Berpotensi Bahaya

Dengan tidak adanya pemeriksaan atas saran kebugaran yang diberikan di TikTok, terdapat risiko bahwa rutinitas dan teknik yang direkomendasikan, tidak efektif, atau paling buruk, dapat menyebabkan cedera. Untuk menyelidikinya, Money.co.uk melakukan penelitian yang menganalisis berjam-jam video olahraga di aplikasi ini, untuk menilai apakah saran yang diberikan benar atau tidak.

Pelatih pribadi profesional, Maiken Brustad, menganalisis berjam-jam rekaman berbagai video workout di TikTok, dan menilai berdasarkan teknik dan bentuknya. Kesalahan umum yang ditemukan Maiken antara lain: 

  • Siku tidak diletakkan di bawah bahu selama melakukan plank
  • Mendarat dengan jari kaki saat melakukan squat jump
  • Tidak menjaga dada tetap tinggi dan menekuk punggung selama deadlift, serta banyak lainnya.

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat atau 27 persen video latihan TikTok berisi influencer yang menggunakan gerakan yang buruk atau salah. Artinya, menurut Maiken, saran yang mereka berikan tidak sesuai untuk diikuti. 

Selain itu, yang mengejutkan adalah 5 persen dari video workout di TikTok diberi skor serendah mungkin oleh pakar pelatih pribadi yang turut serta dalam penelitian ini. Beberapa di antaranya dikatakan berisiko menyebabkan cedera punggung. 

Analisis menunjukkan bahwa latihan yang paling sering salah dilakukan adalah kettlebell swing, yaitu gerakan menggunakan kettlebell untuk melatih otot inti, bahu, paha depan, paha belakang, bokong, dan punggung. 

Baca Juga: Lakukan 3 Tips Olahraga Ini agar Tidak Cedera

Masalah umum dengan gerakan ini termasuk tidak melakukan gerakan melalui pinggul dan hanya menggunakan lengan, tidak mengunci pinggul atau cukup menekan glutes di posisi atas, tidak mengencangkan bahu dan mencondongkan tubuh terlalu jauh ke depan dan tidak menjaga dada tetap tinggi. 

Dari video yang ditonton termasuk ayunan kettlebell, 80 persen di antaranya mempraktikkan gerakan yang salah. Terkadang dikenal dengan “king of lift”, deadlift adalah bentuk latihan lain yang dilakukan banyak influencer dengan tidak benar. 

Latihan ini dilakukan dengan mengangkat barbel dari tanah atau lantai, sambil berdiri di atas pinggul. Kesalahan umum yang dilakukan saat melakukan latihan ini adalah menjaga beban terlalu jauh dari tubuh, menekuk punggung, tidak mengepak bahu dan melihat ke atas. Penelitian menunjukkan bahwa 57 persen dari latihan di TikTok ini dilakukan dengan tidak benar.

Sementara itu, sebanyak 42 persen gerakan renegade wor, yaitu latihan yang dilakukan dengan berada di papan dan mengangkat beban dengan satu tangan pada satu waktu, juga ditampilkan dengan bentuk yang salah di TikTok. Membengkokkan punggung, tidak menjaga plank tetap lurus lurus, kurang gerakan terkontrol, adalah semua insiden yang terlihat selama penelitian.

Jika dirangkum, berikut ini 10 jenis latihan yang dilakukan dengan salah, di video workout TikTok:

  • Kettlebell swings: 80 persen salah.
  • Deadlift: 57 persen salah.
  • Renegade row: 42 persen salah.
  • Plank: 37,5 persen salah.
  • Lunges: 37.5 persen salah.
  • Burpees: 33 persen salah.
  • Side plank: 28 persen salah.
  • Squat: 14 persen salah.
  • Leg raises: 13 persen salah.
  • Push-up: 12 persen salah.

Baca Juga: Dosis Olahraga yang Dianjurkan agar Tetap Sehat

Sebagai pelatih pribadi, Maiken ingin agar orang-orang tahu bahwa tidak semua saran latihan yang mereka lihat di media sosial itu baik atau dari profesional yang berkualifikasi. 

“Sungguh menakjubkan bahwa orang dapat menggunakan aplikasi seperti TikTok untuk terinspirasi menjadi bugar, tetapi tidak menggunakan bentuk yang benar dapat mengurangi dampak latihan atau bahkan menyebabkan cedera,” kata Maiken.

Lebih lanjut, Maiken menyarankan untuk melakukan latihan secara perlahan saat baru mulai mencoba, dan jika menggunakan beban, mulailah dengan menggunakan yang sangat ringan.

Jika memungkinkan, lakukan riset tentang orang yang membuat video latihan di TikTok atau media sosial apa pun, dan carilah influencer dengan latar belakang pelatihan pribadi profesional.

Kalau ada yang belum jelas, atau ada yang ingin ditanyakan secara pribadi tentang olahraga, kamu bisa kok gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter. Tergantung kondisi tubuh dan riwayat kesehatan, dokter dapat membantu menyarankan jenis latihan yang aman untuk kamu lakukan.

Referensi:
Metro News UK. Diakses pada 2021. One in Four Tiktok Workouts Give ‘Incorrect Fitness Advice’.
Inside Fitness. Diakses pada 2021. Bad Form: One In Four TikTok Workouts Contain Incorrect Advice, Study Reveals.