• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suami Alami Morning Sickness saat Istri Hamil, Kok Bisa?

Suami Alami Morning Sickness saat Istri Hamil, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Bagi ibu yang menjalani kehamilan usia muda wajar mengalami mual-mual atau muntah yang dikenal dengan morning sickness. Umumnya, morning sickness hilang ketika ibu memasuki bulan ketiga usia kehamilan. Selain itu, ada beberapa penyebab ibu mengalami morning sickness, salah satu penyebab terbesar adalah perubahan hormon yang dialami wanita ketika menjalani kehamilan.

Baca juga: Alasan Ibu Harus Tetap Makan Meski Kena Morning Sickness

Ternyata, tidak hanya ibu yang mengalami morning sickness. Tidak jarang, para calon ayah juga mengalami hal yang serupa. Loh, kok bisa? Pria yang mengalami mual dan muntah saat istri menjalani kehamilan mengalami sindrom couvade. Apa penyebab terjadinya sindrom couvade ini? Berikut ulasannya.

Sindrom Couvade Penyebab Mual pada Calon Ayah

Sindrom couvade yang dialami para pria menjadi salah satu dampak adanya perubahan hormon pada para pria. Meningkatnya hormon prolaktin dan kortisol menyebabkan para pria mengalami gejala morning sickness seperti yang dialami oleh ibu hamil.

Perubahan hormon ini dapat dikaitkan dengan rasa kekhawatiran pria yang akan menjadi seorang ayah. Tidak hanya itu, terkadang rasa cemburu terhadap janin dalam kandungan yang dinilai menjadi pusat perhatian istri juga bisa menjadi penyebab seorang calon ayah alami sindrom couvade.

Stres yang dialami para calon ayah dapat menjadi tanda dari ketertarikan dan kebahagiaan para pria yang akan menjadi seorang ayah. Kondisi ini membuat para pria merasakan keterkaitan yang begitu mendalam dengan istri yang sedang menjalani kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi pria sehingga merasakan gejala kehamilan seperti sindrom couvade. Tanyakan pada dokter jika masih ingin mengetahui penyebab lainnya dari sindrom couvade yang dirasakan oleh suami.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Morning Sickness pada Ibu Hamil

Berbeda dengan morning sickness yang umumnya terjadi pada trimester awal kehamilan, sindrom couvade dapat dialami oleh pria ketika kehamilan istri memasuki usia trimester awal dan akhir. Ada beberapa gejala yang dialami oleh pria dengan sindrom couvade, baik dari fisik maupun secara psikologis. 

Gejala pada fisik seperti mual, muntah, sakit perut, perut terasa kembung, perubahan nafsu makan, masalah pernapasan, gangguan pada gigi, kram pada bagian kaki dan sakit punggung menjadi beberapa tanda yang dialami oleh pria dengan sindrom couvade. Selain itu, ada beberapa perubahan pada psikologis, seperti rasa lelah terus-menerus, depresi, gangguan tidur rasa cemas, dan penurunan gairah seksual.

Bagaimana Menyikapi Sindrom Couvade?

Para ayah sebenarnya tidak perlu terlalu pusing dengan sindrom couvade yang dialami. Hampir mirip dengan morning sickness yang dialami oleh ibu hamil, sindrom couvade dapat hilang dengan sendirinya dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup serius. Jika kondisi mual atau muntah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera beristirahat sejenak dan perbanyak mengonsumsi makanan yang sehat.

Baca juga: Ini 4 Cara Ampuh Atasi Morning Sickness

Tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kondisi sindrom couvade dapat menjadi momen pendekatan antara suami dan istri sebagai calon orangtua. Tidak ada salahnya untuk menikmati momen ini bersama dengan pasangan agar kedekatan emosional ibu dan calon ayah dapat menjadi lebih baik. Dengan begitu, kesiapan untuk menyambut buah hati juga semakin matang.

Jika gejala sindrom couvade tidak menghilang ketika buah hati telah dilahirkan, tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab mual dan muntah yang dialami secara berkepanjangan.

Referensi:
Kingston University London. Diakses pada 2019. Lecturer Investigates Hormonal Link to Sympathy Pregnancies in Men
Scientific American. Diakses pada 2019. Why Do Some Men Experience Pregnancy Symptomps Such as Vomiting and Nausea When Their Wives are Pregnant?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pregnancy Week by Week