24 September 2018

Suami Keras Kepala? Begini Cara Atasi Supaya Hubungan Langgeng

tips menjaga hubungan suami istri, masalah suami istri, mengatasi suami keras kepala, menjaga hubungan harmonis

Halodoc, Jakarta – Kehidupan rumah tangga terkadang tidak selalu berjalan dengan mulus dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pastinya kamu dan pasangan akan bisa melalui ini dengan baik. Namun, bagaimana jika kamu harus menghadapi suami yang terkadang keras kepala? Menghadapi orang keras kepala terkadang memang menguras tenaga dan juga emosi. Kamu harus bisa menahan emosi agar hubungan rumah tangga bisa berjalan dengan baik.

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi pasangan yang keras kepala agar hubungan rumah tangga kalian tetap harmonis dan langgeng. Berikut adalah tips menjaga hubungan suami istri.

1. Sabar

Dalam menghadapi setiap masalah, khususnya masalah rumah tangga, sabar adalah kunci untuk menyelesaikan semua masalah yang ada. Sebaiknya saat pasangan sedang emosi, kamu juga jangan terpancing untuk meningkatkan emosi. Banyak dampak buruk untuk kesehatan yang kamu rasakan bila selalu emosi menanggapi sikap pasangan yang keras kepala. Jika kamu selalu marah kepada pasangan, hal ini akan mempengaruhi kesehatan jantung kamu, lho. Selain itu, detak jantung akan meningkat dan akhirnya kamu bisa terkena penyakit stroke. Tidak hanya itu, kamu juga akan mengalami gangguan tidur akibat emosi yang tidak teratur. Jadi, sebaiknya kamu sabar dalam menghadapi pasangan yang keras kepala.

2. Tunjukan Rasa Sayang kepada Pasangan

Tunjukan perhatian dan rasa sayangmu kepada pasangan. Dengan begitu, pasangan yang keras kepala akan melihat usaha yang kamu lakukan. Bukannya tidak mungkin, pasangan akan bersikap lembut dan mengurangi keras kepalanya. Hal ini tentu akan memiliki dampak positif untuk hubungan rumah tangga kalian kedepannya. Kurangnya rasa perhatian dan kasih sayang nyatanya juga dapat membuat seseorang merasa depresi dan stres, lho.

3. Bicarakan dengan Baik Masalah yang Dihadapi

Meskipun keras kepala, tetapi pasangan tentunya masih bisa diajak untuk berkomunikasi. Bicarakan masalah yang kalian hadapi dengan baik. Bicarakan secara perlahan apa yang menjadi keberatan kamu dan pasangan. Katakan semua kalimat dengan kalimat-kalimat yang positif. Jika kamu dan pasangan bertengkar, usahakan untuk mengakhiri pertengkaran secepatnya dan gunakan nada suara yang rendah untuk menghindari kesalahpahaman di antara kalian.

4. Pahami Alasan Keras Kepala Pasangan

Tidak mengetahui alasan dibalik pasangan keras kepala terhadap keputusannya adalah suatu hal yang akan membuat kamu diselimuti rasa penasaran. Sebaiknya, pahami alasan pasangan untuk setiap keputusannya. Tidak ada salahnya membicarakan dampak negatif maupun positif atas setiap keputusan yang akan kalian buat. Tidak ada salahnya lakukan argumentasi, tetapi tetap pada batasan-batasan yang wajar. Gunakan tutur bahasa yang halus dan sopan saat berargumentasi. Tidak hanya itu, pastikan argumen yang kamu berikan berdasar dan memiliki alasan yang kuat.

5. Tidak Ikut Emosi

Jika pasangan kamu keras kepala, sebaiknya kamu tidak perlu emosi menanggapi pasangan. Sebaiknya saat pasangan mulai keras kepala, kamu harus tahu caranya meredam emosi agar tidak semakin tersulut emosi.

Lakukan hal-hal yang menyenangkan berdua agar kalian bisa memiliki waktu berkualitas dan semakin mengenal satu sama lain. Melakukan olahraga bersama juga bisa kamu lakukan untuk menambah keintiman dan menjaga kesehatan bersama pasangan. Jika kamu memiliki keluhan terhadap kesehatan, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung ke dokter. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: