• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sudah Lama Menikah Belum Tentu Langgeng, Ini Penjelasannya

Sudah Lama Menikah Belum Tentu Langgeng, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sudah Lama Menikah Belum Tentu Langgeng, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Memaknai dan menjalani hubungan pernikahan bisa menjadi sesuatu yang rumit. Kelanggengan ataupun keharmonisan hubungan pernikahan tidak bisa diukur dari usia pernikahan tersebut. Justru malah pernikahan yang sudah berlangsung lama bisa menjadi hambar ketika hubungan menjadi rutinitas ataupun sekadar tanggung jawab. Bahkan merasa terlalu nyaman dan aman tidak membuat hubungan pernikahan baik-baik saja. Bisa jadi nyaman tercipta karena kamu dan pasangan memendam masalah yang bisa jadi meledak suatu saat.

Memahami Psikologi Pernikahan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and the Family, konflik dalam pernikahan terjadi perubahan dalam situasi ataupun hubungan, dan pasangan tidak dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Sebenarnya perubahan bisa terjadi sejak kelahiran anak pertama. Menyusul setelahnya ketegangan pekerjaan rumah tangga, finansial, dan pengasuhan anak. Namun, saat pasangan mengatasi tantangan ini bersama, hubungan bisa menjadi kuat. 

Baca juga: Tetap Romantis Setelah Menikah, Begini Tipsnya

Kebosanan atau lupa menunjukkan penghargaan satu sama lain bisa menyebabkan rasa frustrasi dan kesepian. Pernikahan bisa saja tetap berlangsung, tetapi sudah tidak ada lagi ikatan emosional. Bagaimana mengatasi situasi seperti ini?

Pasangan dapat mengatasi tantangan ini dengan berkomunikasi, mendiskusikan harapan satu sama lain untuk kualitas hubungan, serta menambahkan “bumbu” dalam hubungan yang bisa membuat hubungan kembali bergairah.

Bagaimana Mempertahankan Pernikahan Tetap Harmonis?

Untuk mempertahankan pernikahan yang tetap harmonis, beberapa upaya ini bisa dilakukan. di antaranya:

1. Jangan Lupa Bertanya kepada pasangan 

Bertanya di sini adalah tentang apapun. Bisa tentang harinya, bagaimana pekerjaannya, dan lain-lain. Dimulai dari pertanyaan, kamu dan pasangan akan membangun keterbukaan mengenai isi hati dan keinginan masing-masing. Bertanya juga membuat pasangan teryakini kalau kamu memberi perhatian terhadap aktivitasnya. 

2. Berikan Pujian 

Memberikan pujian dapat membuat pasangan merasa sangat dihargai. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa menegur bila ada sesuatu hal yang salah. Perlu diingat, ketika menegur yang kamu kritisi adalah perilakunya bukan kepribadiannya. Mengkritisi juga adalah suatu bentuk perhatian supaya pasangan menjadi lebih baik.

3. Jangan Melupakan Pentingnya Keromantisan 

Setelah menikah, banyak pasangan yang tidak meluangkan waktu untuk berkencan, apalagi setelah mereka memiliki anak. Waktu cenderung dihabiskan untuk anak-anak dan pekerjaan. Sering kali yang terjadi adalah ketika menikah pasangan berhenti menjadi suami istri dan malah lebih cenderung menjadi ayah ibu. Menjaga keromantisan itu penting, makanya alangkah baiknya jika dalam seminggu atau sebulan sekali kamu dan pasangan mendapatkan quality time. 

Baca juga: Begini Cara Atasi Stres Dalam Pernikahan

4. Ucapkan "I Love You"

Jangan menyepelekan kekuatan “I love you”. Mendengarkan orang yang disayangi mengungkapkan cinta adalah sesuatu yang berharga. Ini akan membuat pasangan merasa dicintai dan dihargai.

5. Menjadi Pendengar bagi Pasangan

Semua orang ingin didengarkan dan hal ini yang terkadang terlupakan. Tidak hanya menjadi pendengar, kehadiran pasangan juga sesuatu yang menguatkan. Misalnya menggenggam tangan pasangan saat dia bercerita, memandang dengan intens, intinya pasangan bisa merasakan kehadiranmu. 

Baca juga: 5 Hal Ini Baik untuk Pasangan yang Bertengkar

6. Tidak Perlu Memberikan Komentar yang Tidak Perlu 

Ada baiknya kamu melihat situasi pasangan dulu sebelum memberikan komentar. Misalnya ketika pasangan sedang kesal dan meluap-luap, tahan dulu memberi komentar. Memberikan komentar di saat situasi sedang “panas” justru membuat pasangan malah kesal dan memicu pertengkaran. 

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai psikologi pernikahan ataupun ingin mendapatkan informasi kesehatan cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Live Science. Diakses pada 2020. Why Couples Divorce After 40 Years?
Live Olive. Diakses pada 2020. Love Tips: Secret to Keep Your Marriage in Harmony.
Positive Psychology. Diakses pada 2020. Marriage Psychology and Therapy: The Science of Successful Relationships.