• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sudah Rajin Cuci Muka Komedo Tetap Muncul? Ini Penyebabnya

Sudah Rajin Cuci Muka Komedo Tetap Muncul? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Faktanya, tidak peduli seberapa rajinnya kamu mencuci muka tetap saja ada banyak komedo muncul. Jika itu yang sedang kamu alami, maka penting untuk memeriksa kembali gaya hidup seperti apa yang kamu lakoni. 

Secara umum, komedo dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk minyak berlebih, sel kulit mati, bakteri yang menumpuk, dan perubahan hormon. Selain itu, pola makan tidak sehat juga dapat menyebabkan pertumbuhan komedo. Informasi selengkapnya mengenai komedo bisa dibaca di bawah ini!

Terlalu Banyak Minyak Sebabkan Komedo

Kemunculan komedo ditandai dengan pembukaan folikel rambut yang melebar, yang disebabkan oleh penumpukan sebum, yang merupakan minyak, bakteri P. Acnes yang merupakan bakteri utama yang bertanggung jawab kemunculan jerawat dan peradangan. 

Pada dasarnya, komedo terbentuk ketika folikel rambut terbuka tersumbat dengan minyak atau sel kulit mati. Dan meskipun minyak juga disebut sebum, tetapi bisa membuat kulit lembut. Namun, terlalu banyak minyak juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan komedo.

Ketika minyak dan kotoran masuk ke dalam folikel, benjolan yang disebut komedo terbentuk di kulit. Komedo terbentuk ketika kulit di atas benjolan terbuka dan minyak dan sel-sel kulit di pori yang terbuka bereaksi dengan oksigen di udara dan berubah menjadi hitam, sehingga membentuk noda.

Baca juga: Mitos atau Fakta Pasta Gigi Dapat Membersihkan Komedo

Komedo dan bentuk jerawat lainnya biasanya terjadi selama masa pubertas atau perubahan hormonal lainnya. Namun, hal-hal lain, seperti keringat makeup, bercukur, stres, atau kondisi kesehatan, misalnya sindrom pramenstruasi (PMS) juga dapat memicu komedo.

Kamu tidak dilarang menggunakan makeup dan produk kebersihan wajah. Namun, ada baiknya untuk mencegah pertumbuhan komedo, kamu lebih awas terhadap produk yang dikenakan. Soalnya beberapa produk justru dapat memicu pertumbuhan komedo.

Pastikan produk yang kamu gunakan non-komedogenik karena jenis produk seperti ini cenderung akan menyumbat pori-pori. Kemudian, jenis produk yang perlu untuk dihindari lainnya adalah yang mengandung minyak bumi, shea butter, gliserin, dan produk berbasis minyak apa pun.

Tidak mudah menghilangkan komedo karena komedo juga dapat disebabkan oleh kelebihan minyak. Punya masalah komedo yang parah dan butuh rekomendasi profesional, tanyakan saja langsung ke aplikasi Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Perubahan Gaya Hidup

Komedo dapat menyebabkan stres karena rasa tidak percaya diri ataupun juga keinginan untuk mengenyahkannya dengan cepat. Situasi ini dapat membuat kondisi komedo menjadi lebih parah karena pergantian produk perawatan terus-menerus yang mengakibatkan infeksi.

Kalau kamu memiliki masalah kulit lainnya seperti eksim atau rosacea, dapat membuat perawatan komedo sedikit lebih sulit. Kondisi ini harus dirawat sebelum kamu merawat komedomu. Karena jika perawatan ini berhasil otomatis dapat membantu proses penyembuhan komedo.

Baca juga: Ini Bedanya Komedo Hitam dan Komedo Putih

Istirahat dan relaksasi sangat disarankan untuk menghindari stress. Stres dapat memicu produksi sebum. Supaya tidak stres, kamu bisa melakukan olahraga. Olahraga juga dapat membantu melancarkan peredaran darah sehingga membuat kulit wajah cerah berseri. 

Kamu juga perlu memperbaiki pola makanmu. Diet sehat dan seimbang dengan banyak buah dan sayuran segar bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Ini dapat mengurangi risiko pertumbuhan lesi kulit yang memicu infeksi.

Referensi:
The List. Diakses pada 2020. The Truth About Blackheads.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you need to know about blackheads.