Sudah Sahur, Kenapa Badan Tetap Lemas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sudah Sahur, Kenapa Badan Tetap Lemas?

Halodoc, Jakarta – Puasa merupakan aktivitas menahan haus dan lapar selama belasan jam.  Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat muslim ini. Selain mendapat pahala, ternyata puasa juga bermanfaat bagi kesehatan lho. Puasa dipercaya dapat memperbaiki fungsi otak, meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan jantung, dan manfaat kesehatan lainnya.

Baca Juga: 6 Tips Cegah Lemas dan Lesu Saat Puasa

Meski memiliki banyak manfaat, tapi pola makan yang tidak sehat saat puasa malah akan mendatangkan bahaya. Jadi, melakukan ibadah puasa juga ada aturannya agar tidak mengganggu kesehatan. Sahur adalah waktu yang tepat untuk memenuhi nutrisi dan menyimpan energi sebelum menjalankan puasa.

Melewatkan sahur justru akan membuat tubuh menjadi lemas saat puasa. Kalau kamu masih merasa lemas saat berpuasa padahal tidak melewatkan sahur, tentunya ada pola makan yang salah. Lantas, apa penyebab badan lemas meski sudah sahur? Berikut penjelasannya.

1. Terlalu Banyak Konsumsi Manis

Banyak orang yang beranggapan manis dari gula bisa memberikan energi agar kuat menjalankan puasa. Anggapan tersebut memang benar, tapi terlalu banyak konsumsi manis saat sahur juga tidak disarankan. Manis yang didapat dari gula hanya akan bertahan dalam waktu singkat.

Kamu mungkin terasa segar setelah sahur, tapi menjelang tengah hari tubuh akan mulai drop. Ini karena nasi atau makanan manis dapat menaikkan kadar gula melonjak dalam waktu setengah jam, tapi dalam waktu satu jam zat ini akan turun drastis. Itulah alasan mengapa kamu akan merasa lemas dan lapar ketika konsumsi terlalu banyak manis saat sahur.

Nah, untuk mendapatkan energi yang cukup, sebaiknya konsumsi karbohidrat kompleks menjelang imsak. Kamu bisa memperolehnya melalui buah yang diblender bersama kulitnya. Buah yang diblender ini berbeda dengan buah yang di jus. Sebab, buah yang diblender dengan kulit mengandung serat yang tinggi.

Serat yang tinggi berguna untuk menyerap karbohidrat secara perlahan. Apabila kenaikan gula darah terjadi secara perlahan, maka turunnya akan perlahan pula. Hal inilah yang bisa menjaga badan tetap merasa kenyang.

Baca Juga: Ini Bahaya Puasa Tanpa Sahur yang Wajib Diketahui

2. Terhentinya Metabolisme Tubuh

Rasa lemas dan lesu mungkin lebih terasa saat tengah hari. Penyebabnya karena rasa haus dan lapar sudah semakin meningkat, tapi tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh. Kekosongan lambung ini menyebabkan gula darah mengalami penurunan. Selain turunnya gula darah, tak ada makanan yang masuk juga menyebabkan terhentinya proses metabolisme.

Umumnya, metabolisme tubuh akan selesai mengabsorpsi atau menyerap makanan sahur dalam waktu empat jam. Jadi, rasa lemah dan lapar akan muncul empat jam setelah kita melakukan sahur. Nah, dua jam setelahnya, tubuh akan merubah pembakaran glukosa menjadi pembakaran lemak. Jadi, setelah waktu dzuhur biasanya kita akan segar kembali.

3. Terlalu Banyak Makan

Terlalu banyak makan saat sahur juga dapat membuat tubuh kita lemas pada tengah hari. Ketika kamu terlalu banyak makan saat sahur, sejumlah makanan masuk ke dalam tubuh dengan cepat. Akibatnya, perut menjadi penuh yang menyebabkan darah lebih fokus ke perut.

Kondisi ini menghambat aliran darah ke otak karena semua fokus di perut. Berkurangnya aliran darah ke otak maka berkurang pula oksigen yang dibawa, sehingga akan timbul kantuk dan lemas.

Baca Juga: Ini Hal yang Bikin Sulit Bangun Sahur dan Cara Mengatasinya

Sebaiknya konsumsi vitamin atau suplemen agar puasa yang kamu jalani semakin kuat. Gunakan fitur Buy Medicine yang ada di aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin atau suplemen yang dibutuhkan. Setelah dipesan, obat akan diantar ke tempat tujuan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!