• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Merendah untuk Pamer, Kenali Tipe Orang Humble Bragging

Suka Merendah untuk Pamer, Kenali Tipe Orang Humble Bragging

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Melihat orang yang punya hobi pamer memang menyebalkan. Namun, budaya pamer kini tidak selalu diperlihatkan dengan cara yang blak-blakan. Kebanyakan orang justru lebih suka pamer atau menyombongkan diri secara terselubung. Nah, kalau kamu sering melihatnya atau menemuinya di media sosial, tipe orang seperti ini disebut dengan istilah “humble bragging”. 

Seseorang yang melakukan humble bragging biasanya suka mengatakan hal yang bertolak belakang dengan niat sebenarnya. Tujuan mereka melakukan hal ini biasanya untuk mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain, tetapi tetap terkesan rendah hati. Nah, berikut ciri-ciri orang yang suka humble bragging yang bisa kamu kenali. 

Baca juga: Pamer Playlist Favorit, Ini Hubungannya dengan Kesehatan Mental

Kenali Tipe Orang Humblebragging

Perilaku humble bragging semakin marak seiring perkembangan teknologi dan media sosial. Seperti yang kamu tahu, kini semua orang bisa mengekspresikan suasana hatinya melalui postingan di media sosial. Menurut studi dari Harvard Business School, kebanyakan humble bragging dibungkus dengan kalimat yang bernada keluhan. Ternyata, tipe pamer terselubung seperti ini justru menghasilkan dampak yang lebih buruk daripada pamer secara terang-terangan lho!

Sebenarnya, perilaku humble bragging sangat mudah dikenali dari penggunaan kalimat-kalimat tertentu. Ciri khasnya adalah biasanya seseorang yang humble bragging suka mengatakan suatu hal berulang-ulang, tetapi dengan sikap yang “seakan-akan” rendah diri. Misalnya, “Kok bisa ya aku diterima di universitas terbaik, padahal aku jarang belajar”, atau “Kenapa selalu aku yang diandalkan bos, padahal masih banyak orang lain di kantor”, atau seperti “Wah mukaku tumben mulus banget dan enggak jerawatan, padahal enggak pernah pakai skincare”.

Baca juga: Sering Mengharapkan Pujian Bisa Jadi Gejala Narsistik

Dari ketiga kalimat tersebut, sudah jelas bahwa orang tersebut ingin menunjukan bahwa dirinya pintar, penting, sangat diandalkan, hebat dan rupawan. Salah satu alasan pasti mengapa seseorang melakukan humble bragging adalah butuh pengakuan atau perhatian dari orang lain. Nah, ketika orang tersebut justru tidak mendapat respons yang diharapkan, bisa jadi mereka akan terus berusaha untuk mendapat perhatian. 

Intinya, seseorang yang bersikap humble bragging sedang berusaha untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari orang lain dengan cara menunjukkan kekurangannya, tapi niat sebenarnya adalah ingin dipuji atas kelebihannya. Hal ini tentu tidak baik jika dilakukan terus menerus. Bukannya mendapat simpati orang lain, orang yang suka humble bragging rata-rata justru banyak dibenci. 

Cobalah untuk bersikap apa adanya dan sewajarnya saja. Karena ketika kamu punya kelebihan, kamu mungkin tidak perlu berusaha keras untuk memperlihatkannya ke orang lain. Ketika kamu punya kelebihan dan tetap bersikap rendah diri, maka otomatis orang-orang disekitar kamu akan menghargai dirimu. 

Baca juga: Efek Negatif pada Anak yang Diasuh Orangtua Narsistik

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar kesehatan mental lain, kamu bisa berdiskusi dengan psikolog lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot ke rumah sakit, lewat Halodoc kamu bisa menghubungi psikolog kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Psychology of Humblebragging.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Why People Hate Humblebragging.
Harvard Business School. Diakses pada 2020. Humblebragging: A Distinct – and Ineffective – Self-Presentation Strategy.