• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Merendahkan Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Suka Merendahkan Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Merasa percaya diri tentu bagus. Namun, jika rasa percaya diri itu sudah kelewat batas, hingga suka merendahkan orang lain, dan menganggap dirinya paling penting, bisa jadi itu tanda gangguan narsistik atau narcissistic personality disorder. Kondisi yang tergolong dalam gangguan kepribadian ini membuat pengidapnya menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, haus dipuji, tetapi memiliki empati yang rendah. 

Meski begitu, di balik rasa percaya diri yang luar biasa itu terdapat sisi yang sangat rapuh dan mudah runtuh, bahkan hanya dengan sedikit kritikan. Untuk tahu lebih lanjut tentan gangguan narsistik, simak pembahasan berikut hingga tuntas, ya!

Baca juga: Percaya Diri atau Narsistik? Ketahui Bedanya

Ciri-Ciri Orang dengan Gangguan Narsistik

Ada beberapa karakteristik atau ciri-ciri orang dengan gangguan narsistik, yaitu:

  • Selalu menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan penilaian dari orang lain.
  • Menganggap diri superior, tanpa adanya pencapaian yang pantas.
  • Sering melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri.
  • Memiliki pikiran dipenuhi dengan fantasi mengenai sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna.
  • Merasa ingin selalu dipuji atau dikagumi.
  • Merasa diri sendiri paling istimewa.
  • Mengganggap dirinya pantas diberi perlakuan spesial.
  • Sering memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Tidak mampu menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain (kurang empati).
  • Sering merasa cemburu terhadap orang lain, atau merasa orang lain cemburu terhadap dirinya.
  • Memiliki perilaku yang cenderung arogan.

Gangguan narsistik sering kali sulit diobati, karena pengidapnya selalu merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Umumnya, pengidap gangguan narsistik baru mencari pertolongan ketika merasa depresi, akibat kritik dan penolakan dari orang-orang di sekitarnya. Padahal, semakin cepat gangguan ini dideteksi dan diobati, maka hasilnya akan semakin baik.

Baca juga: Orangtua Berpotensi Memunculkan Gangguan Kepribadian Narsistik pada Anak

Oleh karena itu, jika kamu atau orang terdekat ada yang memiliki gejala gangguan narsistik seperti yang dijelaskan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan psikolog di rumah sakit.

Penanganan yang cepat dan tepat akan membuat kualitas hidup pengidap gangguan narsistik bisa terselamatkan. Risiko depresi akibat penolakan dan pengucilan dari orang-orang di sekitar pun bisa diantisipasi. 

Apa Penyebab Gangguan Narsistik?

Hingga saat ini, penyebab gangguan narsistik belum diketahui. Meski begitu, para ahli menduga bahwa pola asuh dan perilaku orangtua sangat berkaitan dengan munculnya gangguan kepribadian narsisistik. Hal ini termasuk kekerasan, ditinggalkan, dimanjakan, dan apabila anak dipuji terlalu berlebihan. 

Meski belum diketahui pasti, ada dugaan kuat bahwa anak yang dibesarkan oleh orangtua yang terlalu menekankan keistimewaan anak dan terlalu mengkritisi rasa takut dan kegagalan, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini. Selain itu, faktor genetik, masalah fisik dan psikologis juga menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian narsistik.

Baca juga: Enggak Mau Dengar Kritik, Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

Lalu, adakah hal lain yang bisa meningkatkan risiko gangguan narsistik? Berikut beberapa di antaranya:

  • Orangtua selalu mengkritik saat anak sedang merasa takut atau gagal.
  • Orangtua terlalu mengelukan keistimewaan yang dimiliki anak.

Meski begitu, tidak memiliki faktor risiko bukan berarti kamu terbebas dari kemungkinan gangguan ini. Gangguan narsistik bisa terjadi pada siapa saja. Hal yang terpenting adalah segera mengenali gejalanya, lalu cari bantuan profesional, untuk mencari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. 

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. How to Recognize Someone With Covert Narcissism.