• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sulit BAB saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Sulit BAB saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sulit BAB saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, akan ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh. Meski ada yang menguntungkan seperti terjadinya pregnancy glow, kebanyakan biasanya merugikan seperti misalnya sulit BAB saat hamil. Konstipasi saat hamil pasti bikin ibu tidak nyaman, dan jika kondisi ini semakin parah. Jika hal tersebut terjadi, ada baiknya ibu mencari pertolongan medis.

Sembelit terjadi karena peningkatan hormon progesteron selama kehamilan yang menyebabkan relaksasi otot-otot tubuh. Ini juga terjadi pada otot di usus, sehingga mereka bergerak lebih lambat dari seharusnya dan kemudian membuat pencernaan terganggu dan terjadilah sembelit. Terkadang tablet zat besi juga dapat menyebabkan sembelit, sehingga ibu harus minum banyak air jika mengonsumsi suplemen zat besi.

Dari obat tanpa resep hingga obat alami, ada banyak pengobatan yang tersedia untuk meredakan sulit BAB saat hamil yang bisa ibu coba berikut!

Baca juga: 6 Makanan yang untuk Atasi Sembelit pada Ibu Hamil

Cara Mengatasi Sulit BAB Saat Hamil

Sembelit sering terjadi selama kehamilan dan hampir tiga dari empat wanita hamil akan mengalami sembelit dan masalah usus lainnya. Dalam banyak kasus sulit BAB saat hamil tidak akan berlangsung lama. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, sembelit berkepanjangan dapat menyebabkan impaksi tinja, yang mungkin perlu dikeluarkan oleh dokter.

Penggunaan obat pencahar jenis tertentu secara terus-menerus juga dapat menyebabkan usus "lupa" cara mendorong tinja melalui usus. Obat ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau cairan pada beberapa orang, dan bisa berbahaya jika dialami ibu hamil. 

Selama kehamilan, ibu bisa meredakan sembelit menggunakan metode pengobatan alami yang bisa dilakukan di rumah, seperti: 

  • Konsumsi Serat. Mengonsumsi suplemen serat atau makan lebih banyak makanan berserat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat meningkatkan jumlah tinja dan memperlancar perjalanannya melalui usus. Orang dewasa lainnya juga harus makan antara 28 dan 34 gram serat setiap hari.
  • Minum Air. Minum cukup air penting untuk menjaga agar feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Jika ibu merasa bahwa air tidak membantu, ibu dapat mencoba menambahkan sup bening, teh, dan jus buah atau sayuran. 
  • Lebih Sering Bergerak. Menjadi aktif juga bisa membantu mengatasi susah BAB saat hamil karena ini akan membantu kotoran bergerak melalui usus. Berolahraga secara teratur, dengan persetujuan dokter, sangat disarankan. Ibu bisa mencoba untuk melakukan jalan santai setiap hari misalnya.
  • Konsumsi Probiotik. Jutaan bakteri sehat hidup di usus dan membantunya berfungsi dengan benar. Probiotik dapat membantu mengisi kembali bakteri usus dengan strain sehat yang mendorong pergerakan usus normal dan teratur sehingga akan mengatasi susah BAB saat hamil. Makanan tinggi probiotik ini termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi.

Baca juga: 4 Gangguan Pencernaan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Obat untuk Atasi Susah BAB Saat Hamil

Sangat penting bagi wanita hamil untuk berbicara dengan dokter mereka sebelum minum obat apapun, termasuk obat pencahar atau pengobatan sembelit lainnya. Ibu hamil juga disarankan ke dokter jika terjadi gejala tambahan, termasuk:

  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Berlangsung lebih dari 1-2 minggu.
  • Pendarahan dari rektum.
  • Tidak ada kelegaan setelah menggunakan pencahar.

Kamu bisa hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran obat sembelit yang paling aman dikonsumsi ibu hamil. Di Halodoc, dokter akan selalu siaga memberikan semua saran yang penting untuk memastikan kesehatan ibu terjaga.

Untuk wanita yang mengonsumsi vitamin prenatal yang tinggi zat besi, dokter mungkin menyarankan untuk mencoba vitamin yang mengandung lebih sedikit zat besi. Perawatan medis utama untuk sembelit adalah konsumsi obat pencahar. Wanita hamil biasanya dapat dengan aman menggunakan jenis pencahar berikut selama kehamilan:

Agen Pembentuk Massal

Zat pembentuk curah meniru serat dengan menambahkan bahan ke tinja dan membantunya menyerap lebih banyak air. Dengan cara ini, mereka membuat feses lebih besar, lebih lembut, dan lebih mudah dikeluarkan. Jenis pencahar ini dapat menyebabkan kram atau ketidaknyamanan, jadi ibu harus memulai dengan dosis rendah dan memastikan bahwa mereka ibu telah banyak air. 

Pelunak Feses

Pelunak feses akan menambahkan air ke feses untuk membantu membuatnya lebih lembut dan lebih nyaman untuk dikeluarkan. Pelunak feses yang paling sering direkomendasikan dokter kepada wanita hamil adalah docusate. 

Pencahar Pelumas

Pencahar pelumas menambahkan lapisan licin ke tinja atau bagian dalam saluran usus untuk membantu keluarnya tinja dari tubuh. Supositoria gliserin adalah salah satu jenis pencahar pelumas. Penting untuk selalu berbicara dengan dokter sebelum menggunakan suppositoria, terutama saat hamil.

Pencahar Osmotik

Dengan menarik lebih banyak air ke dalam usus, obat pencahar ini membantu melunakkan tinja. Mereka juga memungkinkan usus berkontraksi lebih banyak untuk menggerakkan tinja. Namun, jenis pencahar ini juga bisa menyebabkan kram dan perut kembung. Contoh pencahar osmotik termasuk polietilen glikol dan magnesium hidroksida.

Baca juga: Ibu Hamil BAB Berdarah, Bahaya atau Tidak? 

Itulah beberapa obat alami dan obat mengatasi susah BAB yang disarankan ibu hamil. Semoga beberapa obat tersebut bermanfaat ya!

Referensi:
American Pregnancy Association. Constipation in Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2021. Constipation in Pregnancy.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Constipation and Pregnancy.