• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sulit Konsentrasi, Ini 6 Tanda Kecanduan Kopi

Sulit Konsentrasi, Ini 6 Tanda Kecanduan Kopi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi, agar lebih bersemangat. Efek tersebut bersumber dari kandungan kafein di dalamnya. Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan konsentrasi, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan suasana hati.

Pada kebanyakan kasus, mengonsumsi minuman berkafein adalah kebiasaan yang relatif aman dan tidak berbahaya. Namun, ketika kebutuhan akan kafein melewati batas dari kebutuhan sehari-hari yang menyenangkan, itu bisa menjadi indikasi kecanduan kafein. Seperti apa tanda kecanduan kafein? Simak pembahasan lebih lanjutnya, ya.

Baca juga: Sering Minum Kopi, Awas Ini Dampaknya


Tanda Kecanduan Kafein yang Perlu Diwaspadai

Orang dapat mengembangkan ketergantungan pada kopi dan minuman berkafein lainnya dengan cukup cepat. Hal ini disebabkan oleh perubahan kimiawi yang diproduksi oleh konsumsi berkelanjutan di otak. Jika seseorang mengonsumsi kafein setiap hari, ia akan mengembangkan toleransi, seperti halnya obat atau alkohol.

Setelah beberapa saat, seseorang dapat membutuhkan lebih banyak kafein untuk menghasilkan efek kewaspadaan yang sama. Peminum kafein biasa menjadi terbiasa dengan efek yang dihasilkan zat, dan secara bertahap membutuhkan jumlah yang lebih tinggi untuk mencapai "perbaikan kafein" yang sama.

Mirip dengan obat-obatan, orang yang tiba-tiba berhenti mengonsumsi kafein setelah penggunaan dalam waktu lama akan mulai mengalami gejala penarikan diri. Hal ini menyebabkan banyak orang mengalami keluhan tertentu saat mencoba berhenti dan melanjutkan minum kafein, terlepas dari masalah kesehatan yang terkait dengan penggunaan kafein kronis.


Baca juga: Kopi Bisa Memperpanjang Usia, Benarkah?


Salah satu tanda paling jelas dari kecanduan kafein adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kafein. Jadi, jika kamu tidak dapat beraktivitas dengan baik tanpa secangkir kopi di pagi hari, kamu mungkin bergantung pada kafein.

Kamu mungkin juga bisa menyadari tanda kecanduan kafein jika kamu sudah mencoba berhenti mengonsumsinya dan tidak dapat berhenti. Selain itu, ada juga gejala fisik penarikan kafein. Sejauh ini gejala yang paling umum adalah sakit kepala, tetapi gejala penarikan kafein lainnya meliputi:

  • Kelelahan.
  • Energi dan keaktifan rendah.
  • Kewaspadaan menurun.
  • Mengantuk.
  • Suasana hati yang buruk.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Lekas marah.

Efek fisik dari penghentian kafein juga dapat mencakup gejala mirip flu seperti mual, muntah, dan nyeri otot. Gejala penarikan kafein biasanya dimulai sekitar 12 hingga 24 jam setelah tidak mengonsumsi kafein. Waktu puncak gejala terjadi pada 20 hingga 51 jam setelah berhenti minum kafein. Gejala penarikan dapat berlangsung dari 2 hingga 9 hari.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Ini Bahayanya Kebanyakan Minum Kopi


Tips Mengatasi Kecanduan Kafein

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Caffein Research, menemukan bahwa orang yang sangat bergantung pada kafein belum menemukan banyak pilihan pengobatan yang tersedia untuk mereka secara profesional. Langkah pertama adalah berbicara dengan dokter tentang cara mengurangi kecanduan kafein.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika kamu merasa memiliki gejala kecanduan kafein. Kamu juga dapat mencoba langkah-langkah berikut untuk mengurangi kecanduan kafein:

  • Tingkatkan asupan air. Minumlah lebih banyak air putih dari biasanya, agar tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Gantilah satu minuman kafein dengan pilihan bebas kafein. Misalnya, jika kamu biasanya minum tiga cangkir kopi di pagi hari, cobalah menukar salah satunya dengan teh herbal atau air panas dengan lemon.
  • Tambahkan olahraga ke dalam rutinitas harian kamu, sebagai stimulan alami untuk tubuh dan sistem saraf pusat.

Jika kamu mencurigai bahwa kamu mungkin mengalami kecanduan kafein, jangan khawati karena kamu tidak sendirian. Banyak orang yang terlalu bergantung pada kafein dan menyadarinya adalah langkah pertama yang bisa dilakukan jika ingin mengubah kebiasaan kamu.



Referensi:
Journal of Caffein Research. Diakses pada 2021. Caffeine Use Disorder: A Comprehensive Review and Research Agenda.
Healthline. Diakses pada 2021. What Happens After I Cut Off Caffeine?
Addiction Center. Diakses pada 2021. Caffeine Addiction and Abuse.