• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sulit Mengungkapkan Emosi, Mungkin Gejala Alexithymia

Sulit Mengungkapkan Emosi, Mungkin Gejala Alexithymia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sulit Mengungkapkan Emosi, Mungkin Gejala Alexithymia

“Alexithymia merupakan kondisi mental yang berkaitan dengan kesulitan mengekspresikan emosi. Meskipun bukan kondisi yang membahayakan, tapi seseorang bisa mengalami masalah berkaitan dengan hubungan sosial dan intrapersonal secara tidak disengaja. Penyebabnya pun sulit dipahami tapi ada terapi yang bisa dijalani.”

Halodoc, Jakarta – Sebagai manusia, terkadang dipengaruhi oleh bagaimana mengekspresikan emosi. Pada titik tertentu, hampir semua orang mengalami kesedihan, ketakutan, stres, kegembiraan, dan kasih sayang yang ekstrem. Ketika sesuatu yang baik terjadi, seseorang akan mengalami perasaan suka cita. Sedangkan saat mengalami hal yang buruk, seseorang akan mengalami perasaan sedih. 

Namun, bayangkan jika kamu tidak bisa mengungkapkan emosi. Bagaimana jika kamu tidak pernah bisa mengidentifikasi apakah sedang sedih atau bahagia? Bagaimana jika kamu sedang berduka atau depresi, tapi tidak mengetahuinya sendiri? Tentu akan sangat membingungkan. Itulah kondisi yang dinamakan alexithymia. 

Baca juga: Gangguan Bipolar dan Mood Swing, Ini Perbedaannya

Mengenal Alexithymia dan Gejalanya

Alexithymia digambarkan sebagai konstruksi yang berkaitan dengan kesulitan mengalami, mengidentifikasi, dan mengekspresikan emosi. Kondisi ini bukan diagnosis klinis, dan ahli kesehatan mental tidak menganggapnya sebagai gangguan. Meski begitu, ada kemungkinan alexithymia terjadi bersamaan dengan beberapa kondisi kesehatan mental. 

Umumnya orang dengan alexithymia memiliki:

  • Masalah dengan introspeksi, atau mengamati proses mental dan emosional mereka sendiri.
  • Mengalami kebingungan di sekitar sensasi tubuh yang terhubung dengan emosi.
  • Sulit mengomunikasikan emosi mereka kepada orang lain. 

Alexithymia juga mempersulit orang untuk mengidentifikasi dan merespons emosi orang lain. Masalah ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan berhubungan secara sosial atau pun intrapersonal. 

Lalu, seperti apa sih gejala-gejala dari alexithymia? Seseorang dengan kondisi ini umumnya mengalami gejala berupa: 

  • Kesulitan mengidentifikasi perasaan dan emosi.
  • Bermasalah dalam membedakan antara emosi dan sensasi tubuh yang berhubungan dengan emosi.
  • Memiliki kemampuan terbatas untuk mengomunikasikan perasaan kepada orang lain.
  • Kesulitan mengenali dan menanggapi emosi orang lain, termasuk nada suara dan ekspresi wajah. 
  • Kurangnya fantasi dan imajinasi.
  • Gaya berpikir logis dan kaku yang tidak memperhitungkan emosi.
  • Memiliki keterampilan koping yang buruk dalam menghadapi stres.
  • Berperilaku kurang altruistik.
  • Tampak kaku dan tanpa humor.
  • Memiliki kepuasan hidup yang buruk. 

Baca juga: Emosi Meledak-Ledak, Tanda Mental yang Tidak Stabil?

Penyebab Seseorang Mengalami Alexithymia

Sebenarnya alexithymia sulit dipahami dengan baik. Ada kemungkinan kondisi tersebut disebabkan oleh genetik. Kondisi ini juga mungkin akibat kerusakan otak pada insula. Bagian otak ini dikenal karena perannya dalam keterampilan sosial, empati, dan emosi. 

Di samping itu, beberapa penelitian menghubungkan lesi insula dengan apatis dan kecemasan, dan gangguan lainnya seperti: 

  1. Kaitannya dengan Autisme

Gejala gangguan spektrum autisme sangat luas, tapi masih ada beberapa stereotip yang terkait dengan kondisi ini. Salah satu stereotip utama adalah kurangnya empati, sesuatu yang sebagian besar telah dibantah. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa hingga setengah dari orang dengan autisme juga mengalami alexithymia. Dengan kata lain, alexithymia yang menyebabkan kurangnya empati, bukan autisme itu sendiri. 

  1. Emosi dan Depresi

Mungkin juga seseorang mengalami alexithymia dengan depresi. Penelitian menunjukkan bahwa antara 32 dan 51 persen orang dengan gangguan depresi juga memiliki alexithymia. 

  1. Kemungkinan Trauma

Alexithymia diketahui juga dialami pada orang yang pernah mengalami trauma, terutama selama masa kanak-kanak. Trauma dapat menyebabkan perubahan pada otak yang dapat membuat seseorang sulit untuk merasakan dan mengidentifikasi emosi. 

  1. Kondisi Terkait Lainnya

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa kondisi mungkin berkaitan dengan penyakit dan cedera neurologis tertentu, termasuk:

  • Penyakit Alzheimer.
  • Distonia.
  • Epilepsi.
  • Penyakit Huntington.
  • Sklerosis ganda.
  • Penyakit parkinson.
  • Pukulan.
  • Cedera otak traumatis.

Baca juga: Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Siklotimia?

Meskipun gangguan ini sebenarnya tidak berbahaya, tapi kondisi ini secara tidak disengaja dapat menyebabkan masalah hubungan dengan orang lain atau diri sendiri. Namun, ada terapi yang dapat membantu pengidapnya untuk meningkatkan kesehatan mental. 

Alexithymia dapat menyebabkan frustasi bagi orang yang mengalaminya, serta teman dan orang terdekat. Jika kamu merasa kesulitan mengenali atau menggambarkan perasaan, pertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc

Psikolog dapat membantu kamu dan mengarahkan pada pilihan terapi yang tepat, untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan perasaan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. All About Alexithymia, or Difficulty Recognizing Feelings
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about alexithymia
Psychology Today. Diakses pada 2021. Alexithymia: Do You Know What You Feel?