• Home
  • /
  • Suntik Filler dan Botox, Apa Perbedaannya?

Suntik Filler dan Botox, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Suntik Filler dan Botox, Apa Perbedaannya?

Halodoc, Jakarta – Botox dan filler wajah adalah metode yang efektif untuk memperbaiki tanda-tanda penuaan. Botox adalah nama dagang umum untuk zat yang dikenal dengan nama ilmiah botulinum toxin. Tujuan utama botox adalah untuk mengobati dan mencegah kerutan wajah.  

Suntik filler juga digunakan untuk mencegah atau menghilangkan tanda-tanda penuaan di wajah seperti keriput. Perbedaan utama keduanya adalah botox mengurangi aktivitas otot di wajah yang menyebabkan keriput. Sedangkan filler mengisi area bermasalah dengan kolagen, yang membantu menstimulasi pertumbuhan kolagen di wajah serta mengisi dan mengangkat kulit untuk menggantikan kolagen yang hilang. Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

Filler Vs Botox

Tadi sudah disebutkan kalau filler membantu membuat kulit terlihat muda dengan menghilangkan tanda-tanda penuaan yang terjadi akibat penipisan kolagen. Bagaimana menentukan apakah menggunakan filler atau botox?

Hal-hal penting untuk dipertimbangkan ketika memilih antara botox dan filler adalah jenis kerutan yang ingin disingkirkan dan bagaimana caranya. Botox adalah pilihan yang lebih baik untuk kerutan dinamis karena akan mengurangi gerakan dan visibilitasnya. 

Baca juga: Bibir Lebih Berisi dengan Filler, Perhatikan Hal Ini

Kerutan-kerutan ini terjadi ketika wajah bergerak atau membuat ekspresi. Kerutan biasanya diposisikan di dahi dan di sekitar alis. Filler wajah sangat ideal untuk kerutan statis, yang terlihat, bahkan ketika wajah sedang rileks alias tidak membuat ekspresi. Area-area ini terkuras dan tenggelam dan akan mendapat manfaat dari kepenuhan yang diberikan oleh pengisi wajah.

Mengetahui perbedaan antara botox dan filler dan bagaimana prosesnya akan membantu kamu mencari perawatan terbaik untuk kondisi keriput. Apapun yang menjadi pilihan, kedua bentuk perawatan ini adalah cara yang dinilai cukup efisien untuk mempertahankan penampilan awet muda.

Informasi lebih lengkap mengenai suntik filler dan botox dapat ditanyakan langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Perawatan Kecantikan Populer

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Society of Plastic Surgeons (ASPS), perawatan botox dan filler menjadi pilihan perawatan yang sangat populer sejak tahun 2015. Botox mengandung bakteri murni yang membekukan otot. Dengan melakukan perawatan ini, botox dapat membantu meminimalkan munculnya garis dan kerutan yang disebabkan oleh ekspresi wajah.

Baca juga: Manfaat Es Batu untuk Mengecilkan Pori-Pori

Filler menjadi pilihan karena memberikan sensasi “penuh” untuk area yang menipis, karena penuaan. Penipisan ini biasa terjadi di pipi, bibir, dan di sekitar mulut. Sejatinya sebelum melakukan perawatan perlu untuk tahu biaya dan risiko perawatan guna menyadari harapan realistis dari tindakan yang dilakukan.

Walaupun tergolong perawatan ataupun tindakan yang aman, tetapi ASPS menilai botox memiliki efek samping sementara, yaitu:

  1. Terkulainya kelopak mata atau alis jika disuntikkan di dekat mata.

  2. Kelemahan atau kelumpuhan otot di dekat area yang disuntik.

  3. Gatal-gatal atau ruam.

  4. Rasa sakit, pendarahan, memar, bengkak, mati rasa, atau kemerahan.

  5. Sakit kepala.

  6. Mulut kering.

  7. Gejala seperti flu.

  8. mual.

  9. Kesulitan menelan, berbicara, atau bernapas.

  10. Masalah kantong empedu.

  11. Penglihatan kabur atau masalah penglihatan.

Sedangkan untuk filler sendiri, beberapa efek sampingnya adalah ruam kulit, gatal, atau letusan seperti jerawat,  kemerahan, memar, berdarah, atau bengkak, penampilan yang tidak diinginkan, seperti asimetri, benjolan, atau koreksi berlebihan keriput, kerusakan kulit yang menyebabkan luka, infeksi, atau jaringan parut, kemampuan merasakan zat pengisi di bawah kulit, kebutaan atau masalah penglihatan lainnya, serta kematian sel-sel kulit karena kehilangan aliran darah ke daerah tersebut.

Referensi:

Dr.Spiegel.com. Diakses pada 2020. Difference Between Botox and Facial Fillers – How to Choose.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is the difference between Botox and dermal fillers?