Suntik Vitamin C Harus Banyak Minum Air Putih, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Suntik Vitamin C Harus Banyak Minum Air Putih, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Vitamin ini dapat diperoleh melalui konsumsi makanan yang kaya kandungan vitamin C, suplemen yang diminum, ataupun suntik. Pada prosedur suntik, cairan vitamin C yang berwarna jernih kekuningan akan disuntikkan ke tubuh, melalui otot (intramuskular), bawah kulit (subkutan), atau pembuluh darah (intravena).

Dosis harian vitamin C suntik untuk orang dewasa adalah 70-150 miligram. Namun, bagi orang yang mengalami kekurangan vitamin C, dosis harian dapat ditingkatkan menjadi 300 miligram hingga 1 gram. Meski begitu, penting untuk memastikan dosis melalui pertimbangan dokter dan pemeriksaan terlebih dahulu. 

Baca juga: Ingin Suntik Vitamin C? Kenali Dulu Manfaat dan Bahayanya

Jika kamu membutuhkan informasi tentang suntik vitamin C dan dosis tepatnya, kamu bisa download dan gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya dengan dokter lewat chat. Sementara itu, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kamu juga bisa manfaatkan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Setelah mendapatkan suntik vitamin C, dokter biasanya akan menyarankan untuk banyak minum air putih. Sebab, asupan vitamin C dalam dosis tertentu dapat memberatkan kerja ginjal, sehingga untuk mengimbanginya dengan banyak minum air putih dan menerapkan pola makan sehat.

Suntik vitamin C juga dalam dosis yang terlalu tinggi sangat tidak disarankan untuk dilakukan sembarangan. Sebab, dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal dan batu ginjal. Itulah sebabnya suntik vitamin C tidak dianjurkan bagi pengidap gagal ginjal.

Baca juga: 4 Manfaat Vitamin C untuk Wajah yang Mesti Dicoba

Jadi jika kamu berniat mendapatkan suntik vitamin C, pastikan untuk mendapatkannya di rumah sakit atau klinik yang terpercaya, dan setelah melalui pemeriksaan untuk memastikan apakah suntik tersebut dibutuhkan. Agar manfaat suntik vitamin C bisa optimal dan terhindar dari risiko fatal, pastikan prosedur suntik dilakukan oleh tenaga medis profesional dan dalam pengawasan dokter.

Beragam Manfaat Suntik Vitamin C

Manfaat suntik vitamin C sebenarnya belum terbukti sepenuhnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan menyeluruh tentang hal ini. Namun secara umum, ada beberapa efek baik yang dapat didatangkan dari prosedur suntik vitamin C. Berikut beberapa di antaranya:

1. Solusi untuk Defisiensi Vitamin C

Dari segi kesehatan, suntik vitamin C biasanya diperlukan oleh orang yang mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin C akut. Terutama pada beberapa kasus yang tidak memungkinkan seseorang tidak mampu menyerap vitamin C yang diberikan dalam bentuk oral atau suplemen. 

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin C disebut scurvy. Pada kondisi ini, pengidapnya dapat mengalami berbagai gejala seperti gusi berdarah, radang gusi, hingga kecacatan perkembangan tulang dan gigi. Selain itu, ada pula beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan kebutuhan vitamin C bagi pengidapnya, seperti batuk rejan, pneumonia, difteri, sinusitis, tuberkulosis, dan demam rematik.

2. Meningkatkan Pembentukan Kolagen

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan dalam pembentukan kolagen dan perbaikan jaringan. Perlu diketahui bahwa kolagen adalah protein dalam tubuh yang bertugas memberi kekuatan dan struktur tubuh. Protein ini terdapat pada kulit, otot, darah, tendon, dan tulang. Nah, kekurangan vitamin C dapat memengaruhi struktur kolagen, sehingga memicu terbentuknya lesi atau kelainan pada tulang dan pembuluh darah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vitamin C.
Drugs. Diakses pada 2019. Ascorbic Acid Injection.