15 February 2019

Tak Cuma Hilang Ingatan, Ini 7 Gejala Demensia

Limfadenitis

Halodoc, Jakarta - Perlu kamu ketahui bahwa demensia bukanlah sebuah penyakit, melainkan suatu gejala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan pada otak. Demensia ditandai dengan terganggunya mental seseorang yang menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan. Demensia juga dapat menyebabkan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Apabila tidak ditangani segera, gejala demensia akan menjadi semakin buruk dan mengganggu kegiatan sehari-hari seseorang.

Demensia dapat disembuhkan jika penyakit yang menjadi penyebabnya dapat disembuhkan. Sebagai contoh, jika terjadi akibat penyalahgunaan zat terlarang, demensia dapat dipulihkan pengidap dengan menghentikan konsumsi obat terlarang atau alkohol.

Baca juga: Waspadai Demensia Bagi Perokok Pasif

Apabila dibiarkan, demensia lama-kelamaan akan semakin memburuk. Penurunan fungsi dapat terjadi dalam kurun waktu yang lama sebelum gejala demensia muncul dan ditemukan. Berikut gejala demensia yang perlu diketahui:

  1. Gangguan Ingatan Jangka Pendek

Pikun merupakan gejala awal demensia yang paling mudah diketahui. Pikun ditandai dengan sulitnya mengingat hal-hal yang baru saja terjadi. Misalnya, kamu tidak sadar meletakkan kunci di kamar mandi atau menaruh ponsel di dalam kulkas. Namun, kamu tidak dapat mengingat-ingat lagi barang-barang tersebut ditaruh di mana. Atau kamu dapat mengingat peristiwa 10 tahun lalu dengan jelas, tapi lupa ketika ditanya menu sarapan tadi pagi. Keadaan ini juga bisa ditandai dengan kesulitan mengingat saat akan melakukan sesuatu.

  1. Sulit Menemukan Kata yang Pas

Ketika seseorang kesulitan menemukan kata yang pas untuk mengomunikasikan apa yang ada di pikirannya, maka ini termasuk gejala demensia. Saat kamu berbicara dengan orang yang memiliki demensia, kamu perlu usaha lebih untuk dapat mengartikan dan menyimpulkan apa yang ingin disampaikannya.

  1. Kesulitan Menyelesaikan Pekerjan yang Dilakukan

Orang yang mengalami demensia dini biasanya mengalami perubahan kemampuan dalam menyelesaikan tugas. Tugas-tugas yang biasa dilakukan kini terasa lebih sulit. Apalagi pada tugas yang lebih rumit dan membutuhkan konsentrasi penuh.

  1. Suka Mengerjakan Hal yang Sama Secara Berulang

Pengidap demensia juga memiliki kebiasaan melakukan hal yang sama berulang kali. Misalnya, menyapu rumah lebih dari sekali karena tidak mengingat bahwa ia sebenarnya sudah membersihkannya. Di samping itu, orang dengan demensia juga dapat mengulang pertanyaan yang sama berulang kali, bahkan setelah pertanyaannya dijawab.

Baca juga: Gejala Umum Demensia Alzheimer

  1. Sukar Memahami Arah

Pengidap dengan gejala demensia awal akan mengalami masalah dengan kemampuan untuk membaca arah dan mengenali daerah yang dikenalnya, sehingga ia tidak lagi paham ke mana arah jalan pulang.

  1. Kerap Kebingungan

Di saat pengidap demensia mengalami berbagai perubahan memori, seperti lupa mengenali wajah seseorang dan menemukan kata yang tepat saat berbicara, ia akan mengalami kebingungan. Apalagi ketika di tengah jalan ia disapa oleh orang lain tanpa ia tahu siapa orang yang menyapanya.

  1. Bersifat Apati

Adanya sifat apati atau kurangnya emosi, minat, dan juga motivasi sering kali menjadi penanda seseorang mengalami demensia. Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan keinginan untuk melakukan hal menyenangkan seperti bercengkrama dengan keluarga.

Baca juga: 5 Manfaat Belajar Bahasa Asing untuk Anak

Di saat seseorang mengalami demensia, maka harus bersiap pula untuk menghadapi adanya komplikasi. Demensia dapat merusak fungsi sistem tubuh dan berpotensi mengakibatkan komplikasi apabila tidak diobati dengan tepat, seperti:

  • Pneumonia, disebabkan oleh tersedaknya makanan di saluran pernapasan dan paru akibat kesulitan menelan.

  • Kekurangan nutrisi, disebabkan oleh kesulitan mengunyah dan menelan makanan.

  • Penurunan fungsi tubuh, mengakibatkan pengidap bergantung pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari.

  • Kematian, khususnya pada pengidap demensia progresif tahap akhir dikarenakan infeksi yang dialaminya.

Supaya kamu mendapatkan penanganan yang tepat, sebaiknya diskusikan gangguan demensia pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima secara praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!