• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tak Hanya Anjing, Kucing Juga Bisa Alami Rabies

Tak Hanya Anjing, Kucing Juga Bisa Alami Rabies

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tak Hanya Anjing, Kucing Juga Bisa Alami Rabies

Halodoc, Jakarta - Rabies menjadi penyakit yang memang identik dengan gigitan anjing. Masalah kesehatan ini bisa menular melalui air liur yang telah terkontaminasi dan masuk ke dalam tubuh melalui cakaran atau gigitannya. Akan tetapi, tidak hanya anjing, infeksi rabies bisa terjangkit pada kucing juga, lho! Bagaimana caranya?

Tidak sedikit orang yang mengira bahwa kucing hanya membawa virus toksoplasmosis. Sayangnya, hewan yang sering dipilih menjadi peliharaan ini pun bisa membawa virus rabies seperti halnya anjing. Rabies termasuk kedalam penyakit yang fatal dan perlu diwaspadai karena menyerang bagian saraf dan mengakibatkan kematian. Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan yang berperan sebagai pembawa virusnya. 

Mengenali Rabies pada Kucing 

Tingkahnya yang lucu dan sifatnya yang manja membuat kucing memang layak menjadi teman bermain manusia. Memang tidak sepintar anjing, tetapi tetap saja hewan satu ini mampu memikat hati manusia. Saat berinteraksi atau bermain, kucing kebanyakan akan menggunakan cakar dan giginya untuk merespon. Lantas, benarkah gigitan atau cakaran kucing sama berbahayanya dengan gigitan maupun cakaran anjing jika dihubungkan dengan rabies? 

Baca juga: 4 Fakta tentang Rabies pada Manusia

Ternyata, memang benar jika kondisi ini bisa saja terjadi. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa hal ini pun bergantung pada kondisi hewan yang menggigit. Misalnya, kamu memelihara kucing dan memastikan bahwa kebersihan serta kesehatannya benar-benar terjaga, bahkan kucing pun tidak pernah bermain di luar rumah. Jika demikian, risiko infeksi virus rabies pada kucing kesayangan akan menurun. Berbeda cerita jika gigitan berasal dari kucing liar.

Sayangnya, populasi kucing liar kian meningkat meski pemerintah telah menggalakkan tindakan sterilisasi guna menekan angka pertumbuhannya. Sudah pasti, hal ini akan meningkatkan risiko infeksi rabies dan penularannya pada manusia. Pasalnya, kucing liar sudah pasti selalu berinteraksi dengan dunia luar, sering bertengkar dengan sesamanya guna mempertahankan wilayah kekuasaan, dan mengorek sampah untuk mencari makan. 

Baca juga: Bagaimana Cara Rabies Menyerang Manusia?

Berbagai faktor inilah yang meningkatkan risiko kucing mengalami infeksi. Bukan tidak mungkin kucing tertular melalui darah, kontaminasi tinja, atau bahkan makanan. Lalu, kamu menyentuh atau bahkan memelihara kucing tersebut tanpa memastikan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk melakukan vaksin pada kucingmu dan dirimu sendiri, sehingga penularan pun bisa dicegah.

Mengenali Gejala Rabies pada Hewan

Jadi, bukan tanpa alasan mengapa sebaiknya kamu menghindari interaksi dengan hewan liar, bahkan melakukan kontak langsung, terutama dengan anjing. Pun, tidak ada salahnya mengenali apa saja gejala awal infeksi virus rabies pada hewan. Tanda paling mudah adalah hewan yang menjadi lebih agresif atau terdapat perubahan perilaku. Mereka juga bisa saja kehilangan nafsu makan dan mudah lesu. 

Baca juga: Ternyata Rabies Sulit Dideteksi Melalui Pemeriksaan Darah

Beberapa kondisi menunjukkan, virus rabies yang menginfeksi kucing bisa mengakibatkan terjadinya kejang dan kematian mendadak pada hewan tersebut. Tentunya, kamu tetap perlu waspada, tanyakan semua hal tentang rabies pada kucing langsung pada dokter hewan. Sekarang, sudah bisa tanya jawab dengan dokter hewan di aplikasi Halodoc, lho! Jadi, tentu lebih mudah untuk mendapatkan solusi bagi hewan kesayangan.



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Rabies in Cats.
PetMD. Diakses pada 2021. Rabies Symptoms in Cats.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Animal Bites and Rabies.