Tak Terkait dengan Gula Darah, Kenali Jenis Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
tak-terkait-dengan-gula-darah-kenali-jenis-diabetes-insipidus-halodoc

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar penyakit bernama diabetes insipidus? Walaupun sama-sama bernama diabetes, nyatanya diabetes mellitus dan diabetes insipidus berbeda. Jika diabetes mellitus berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi, diabetes insipidus berkaitan dengan jenis hormon yang mengatur cairan tubuh.

Penyakit ini bisa dikenali dari gejalanya yang sangat khas, yaitu rasa haus yang sangat berlebihan dan pada saat yang sama muncul hasrat ingin buang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak dan cukup sering. Berdasarkan penyebabnya, diabetes insipidus bisa dibagi menjadi dua jenis. Yuk, kenali jenis diabetes insipidus di sini agar kamu bisa mewaspadainya.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tengah Malam, Ini Masalah Kesehatannya

Diabetes insipidus sebenarnya merupakan kondisi yang cukup langka. Tapi jika terjadi, diabetes insipidus lebih sering dialami oleh pria daripada wanita dari segala usia, termasuk anak-anak. Pada kasus yang sudah parah, pengidap diabetes insipidus bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi karena adanya gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang berperan dalam mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon tersebut membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan cara memberitahu ginjal untuk menahan air yang membuat urine kamu lebih pekat. Ginjal kemudian akan mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urine yang disimpan sementara dalam kandung kemih.

Tapi, pada kasus diabetes insipidus, produksi hormon antidiuretik berkurang atau ginjal tidak bisa memberi respon terhadap hormon antidiuretik seperti biasanya. Akibatnya, bukannya menahan air, ginjal malah membuang terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan senantiasa merasa kehausan dan cenderung minum lebih banyak air karena diperlukan untuk menggantikan banyaknya cairan yang hilang.

Baca juga: Terlalu Sering Haus Bisa Jadi Tanda Penyakit?

Jenis Diabetes Insipidus

Ada dua jenis diabetes insipidus yang utama, yaitu:

1. Diabetes Insipidus Kranial

Ini adalah jenis diabetes insipidus yang paling umum terjadi. Diabetes insipidus kranial disebabkan karena hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak yang tidak menghasilkan jumlah hormon antidiuretik yang cukup. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari, yaitu tempat di mana hormon antidiuretic disimpan setelah dihasilkan oleh hipotalamus. Sementara hal-hal yang bisa menyebabkan kerusakan tersebut adalah cedera otak, tumor otak, pasca menjalani operasi, dan adanya infeksi.

2. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Sedangkan jenis diabetes insipidus, terjadi karena organ ginjal tidak mampu merespons hormon antidiuretik sebagaimana mestinya. Kondisi ini bisa terjadi karena rusaknya fungsi organ ginjal atau faktor keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental juga bisa menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik.

Gejala Diabetes Insipidus

Jika kamu selalu merasa haus dan buang air kecil lebih sering dari biasanya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, karena bisa jadi itu adalah gejala diabetes insipidus. Orang dewasa rata-rata buang air kecil sebanyak 4–7 hari dalam sehari, sedangkan anak kecil bisa melakukannya hingga 10 kali dalam sehari. Ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Tapi, diabetes insipidus bisa membuat seseorang merasakan rasa haus yang sangat tinggi dan buang air kecil terlalu berlebihan.

Baca juga: Curiga Si Kecil Kena Diabetes Insipidus? Pastikan dengan 3 Tes Ini

Meskipun ada juga kemungkinan kondisi tersebut bukanlah gejala diabetes insipidus, namun dengan memeriksakan diri ke dokter, maka bisa diketahui penyebab pastinya. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis kondisi yang kamu alami beserta penyebab pastinya.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan untuk setiap pengidap diabetes insipidus bisa berbeda-beda yang tergantung jenis yang diidapnya. Pada diabetes insipidus kranial yang masih dalam tahap ringan, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan. Tapi, pengidap perlu mengonsumsi air lebih banyak untuk menggantikan cairan yang terbuang. Jika diperlukan, pengidap bisa mengonsumsi obat bernama desmopressin yang bisa menggantikan peran hormon antidiuretik.

Sedangkan pengidap diabetes insipidus nefrogenik, bisa mengonsumsi obat bernama thiazide diuretik yang bermanfaat untuk menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh ginjal.

Beli obat yang kamu butuhkan di Halodoc saja. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.