Takut Makan Nasi, Kenalan dengan Ryziphobia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Takut Makan Nasi, Kenalan dengan Ryziphobia

Halodoc, Jakarta – Ryziphobia adalah rasa takut untuk makan nasi. Lebih lanjut mengenai ryziphobia, phobia ini kerap dikaitkan dengan Cibophobia yang didefinisikan sebagai rasa takut akan makanan. 

Orang dengan cibophobia sering menghindari makanan dan minuman karena mereka takut dengan makanan itu sendiri. Ketakutannya bisa spesifik untuk satu jenis makanan tertentu, termasuk nasi salah satunya. Ingin tahu lebih lanjut mengenai phobia ini, baca selanjutnya di sini!

Takut Kok dengan Makanan?

Phobia adalah ketakutan yang mendalam dan tidak rasional tentang hal atau situasi tertentu. Ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk panik, sesak napas, dan mulut kering. Orang-orang dengan kelainan makan seperti anoreksia, dapat menghindari makanan karena mereka khawatir akan efeknya pada tubuh mereka. 

Misalnya, mereka takut makan makanan akan menyebabkan kenaikan berat badan. Beberapa orang dengan kelainan makan pada akhirnya dapat mengembangkan cibophobia, tetapi penting untuk dicatat bahwa ini adalah dua kondisi yang terpisah.

Baca juga: Bukan Karena Galau, Hujan Bisa Timbulkan Ombrophobia

Cibophobia, seperti kebanyakan fobia, dapat diobati. Dalam kebanyakan kasus, orang dengan rasa takut akan makanan dapat mengatasinya dan mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan dan minuman tersebut, termasuk halnya dengan nasi.

Orang yang mengalami phobia makanan mungkin mengalami gejala berikut:

  1. Tekanan darah tinggi.
  2. Gemetar atau bergetar.
  3. Berdebar atau jantung berdetak kencang.
  4. Sesak napas.
  5. Sakit dada.
  6. Sesak dada.
  7. Mulut kering.
  8. Sakit perut.
  9. Ucapan mendadak cepat atau ketidakmampuan tiba-tiba untuk berbicara.
  10. Keringat mengucur deras.
  11. Pusing.
  12. Mual.
  13. Muntah.

Terkadang orang dengan phobia makanan memiliki ketakutan dengan makanan yang mudah rusak, seperti mayones, susu, buah-buahan dan sayuran segar, dan daging. Mereka takut akan sakit setelah memakannya.

Ketakutan akan penyakit bawaan makanan dapat mendorong beberapa orang untuk menghindari makanan yang bisa berbahaya jika kurang matang. Orang-orang juga dapat memakan-makanan ini terlalu banyak sampai-sampai mereka terbakar atau sangat kering.

Baca juga: Bentuk Wajah Tentukan Kepribadian, Benarkah?

Sama halnya dengan tanggal kedaluwarsa, di mana pengidapnya percaya kalau kesegaran makanan berakhir lebih cepat setelah dibuka. Beberapa orang dengan phobia terhadap makanan tidak akan makan sisa makanan, percaya mereka mungkin membuat mereka sakit.

Ketika orang-orang dengan fobia makanan tidak dapat menyiapkan makanannya sendiri, mereka mungkin takut dengan apa yang disajikan kepada. Makanya ada kemungkinan pengidapnya akan menghindari makan di restoran, rumah teman, atau di mana pun mereka tidak bisa melihat proses mempersiapkan makanan tersebut. 

Penanganan Phobia Makanan

Phobia makanan dapat diobati jenis perawatannya termasuk:

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Perawatan ini melibatkan berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental tentang emosi dan pengalaman pengidapnya dengan makanan. Lewat sesi terapi ini pengidapnya dapat bekerja bersama dengan terapis untuk menemukan cara mengurangi pikiran dan ketakutan negatif.

  • Paparan

Praktik paparan ini akan membuat pengidapnya berhubungan dengan makanan yang menimbulkan rasa takut. Dengan perawatan ini, kamu dapat belajar mengatasi emosi dan reaksi terhadap makanan dalam suasana yang mendukung.

  • Obat

Antidepresan, dan dalam kasus yang jarang obat anti-kecemasan, dapat digunakan untuk mengobati orang dengan fobia makanan. Namun, obat-obatan ini umumnya tidak digunakan karena kewajiban kecanduannya yang tinggi. Beta blocker juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi respons emosional dan kecemasan dalam jangka pendek.

  • Hipnosis

Dalam keadaan sangat rileks ini, otak mungkin terbuka untuk pelatihan ulang. Seorang hipnoterapis dapat memberikan saran atau memberikan petunjuk verbal yang dapat membantu mengurangi reaksi negatif terhadap makanan.

Kalau butuh informasi lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. How to Identify and Treat a Food Phobia.
Very Well Mind. Diakses pada 2019. Coping With Cibophobia or the Fear of Food.