• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanda Flu pada Anak Perlu Penanganan Dokter Spesialis Anak

Tanda Flu pada Anak Perlu Penanganan Dokter Spesialis Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tanda Flu pada Anak Perlu Penanganan Dokter Spesialis Anak

“Anak yang terserang flu tentu membuat orangtua khawatir. Sebenarnya, flu pada anak bisa ditangani secara mandiri di rumah. Akan tetapi, jika flu pada anak menunjukkan tanda berikut, segera bawa anak ke dokter.”

Halodoc, Jakarta – Flu memang menjadi penyakit musiman yang rentan menyerang siapa saja, terlebih anak-anak dan orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Meski begitu, masalah kesehatan ini biasanya akan membaik dengan perawatan rumahan, salah satunya cukup beristirahat.

Akan tetapi, flu yang menyerang anak tentu akan membuat orangtua mudah cemas, terlebih pada musim yang tidak menentu. Lalu, kapan ibu seharusnya memeriksakan kondisi flu pada anak ke dokter spesialis anak?

Tanda Flu pada Anak yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter

Sederhananya, jika ibu mendapati anak mengalami flu, dalam hal ini bayi, segera lakukan pengobatan. Jangan lupa berikan ASI secara eksklusif jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Sementara pada anak yang usianya menginjak 5 tahun atau lebih, pengobatan ke dokter bisa dilakukan saat gejala flu memburuk. 

Baca juga: 5 Tips Ampuh Mengatasi Flu pada Si Kecil

Ibu tidak perlu panik saat Si Kecil mengalami flu. Tanyakan pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc cara penanganan yang tepat. Tanyakan pula apakah sang buah hati perlu mendapatkan vaksin flu saat sudah sembuh. Download aplikasi Halodoc di ponsel ibu agar bisa tanya jawab dengan dokter kapan saja. 

Beberapa tanda dan gejala yang bisa ibu perhatikan untuk mengetahui waktu yang tepat memeriksakan flu pada anak ke dokter, yaitu: 

  • Mengalami demam tinggi dan terus-menerus dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Anak mengalami kehilangan nafsu makan.
  • Anak mengalami masalah pernapasan, seperti napas menjadi pendek, mengi, dan sesak.
  • Anak mengalami muntah dan bibir tampak membiru. 
  • Rasa nyeri terus-menerus pada bagian kepala, perut, telinga, dan tenggorokan yang terasa kering.
  • Mengalami batuk yang tak kunjung mereda bahkan setelah tiga hari atau mengakibatkan tersedak.
  • Leher menjadi kaku.
  • Anak menjadi lebih rewel.

Baca juga: Mengapa Anak Sering Flu dan Batuk di Masa Pertumbuhan?

Anak Juga Berisiko Mengalami Komplikasi Saat Flu

Anak yang masih berusia kurang dari dua tahun memang sangat rentan mengalami flu. Meski begitu, ibu tidak perlu panik karena bukan berarti terjadi komplikasi. Ibu hanya perlu memperhatikan tanda flu pada anak dengan seksama. 

Lalu, pada usia berapa anak rentan mengalami komplikasi karena penyakit flu? Ternyata, tanpa memandang usia, anak yang mengalami masalah kesehatan lain akan lebih berisiko terjadi komplikasi saat mengidap flu. Beberapa kondisi medis tersebut, antara lain:

  • Asma;
  • Diabetes;
  • Masalah kesehatan pada otak;
  • Masalah kesehatan pada sistem saraf.

Jika sang buah hati mengidap salah satu kondisi kesehatan tersebut, ibu disarankan untuk lebih memperhatikan saat anak mengidap flu. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter jika ibu merasakan adanya gejala yang tidak biasa pada anak.

Baca juga: Waspadai, Flu Dapat Sebabkan Penurunan Trombosit

Apakah Anak Mengalami Flu atau Hanya Pilek Biasa?

Baik pilek biasa maupun flu yang menyerang anak terjadi karena virus. Gejala keduanya pun mirip, seperti nyeri pada tubuh, hidung berair, demam, tenggorokan kering, tubuh lemas, dan sakit kepala.

Ibu bisa membedakan kedua gangguan kesehatan ini dengan memperhatikan tingkat keparahan penyakit dan gejala yang muncul. Gejala sakit flu muncul dengan cepat dan membuat Si Kecil akan segera terlihat sakit. Sementara gejala pilek umumnya terjadi secara bertahap. 

Referensi:

University of California. Diakses pada 2021. When to Call Your Doctor About the Flu.

Healthline. Diakses pada 2021. Flu Symptoms in Kids: When to Seek Help, Treatment, and More.