Tanda Ibu Hamil yang Alami Leukositosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tanda Ibu Hamil yang Alami Leukositosis

Halodoc, Jakarta – Leukositosis adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang memiliki terlalu banyak sel darah putih. Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi dan penyakit.

Leukositosis yang terjadi selama kehamilan disebabkan karena tekanan fisiologis karena kehamilan. Ingin tahu apa yang menjadi tanda ataupun gejala ibu hamil mengalami leukositosis, baca selengkapnya di sini.

Tanda Leukositosis selama Kehamilan

Wanita hamil biasanya memiliki kadar sel darah putih yang lebih tinggi dari normal. Kadar ini meningkat secara bertahap, dan pada tiga bulan terakhir kehamilan, jumlahnya biasa berkisar di antara 5.800 dan 13.200 per mikroliter darah.

Biasanya seseorang memiliki antara 4.000 dan 11.000 sel darah putih per mikroliter darah jika Anda tidak sedang hamil. Kadar yang lebih tinggi dianggap leukositosis. Jumlah sel darah putih antara 50.000 dan 100.000 per mikroliter biasanya berarti infeksi yang sangat parah atau kanker di suatu tempat di dalam tubuh.

Baca juga: 6 Gejala Si Kecil Alami Leukositosis

Sedangkan jumlah yang lebih tinggi dari 100.000, paling sering terjadi dengan leukemia atau kanker darah dan sumsum tulang lainnya.

Ada beberapa tanda ketika ibu hamil diduga mengalami leukositosis, yaitu:

  1. Demam dan rasa sakit atau gejala lain di lokasi infeksi.

  2. Demam, mudah memar, penurunan berat badan, dan keringat malam.

  3. Gatal-gatal, kulit gatal, dan ruam akibat reaksi alergi pada kulit.

  4. Masalah pernapasan dan mengi dari reaksi alergi di paru-paru.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalau kehamilan menyebabkan banyak perubahan fungsional (fisiologis) dan struktural (anatomis) dalam tubuh. Ini dikarenakan kebutuhan bayi yang sedang berkembang, plasenta dan rahim, serta meningkatnya kadar hormon kehamilan terutama progesteron dan estrogen. 

Leukositosis fisiologis (peningkatan sel darah putih) mengacu pada jumlah leukosit total di atas normal, tanpa hubungan dari proses penyakit tertentu. Bahkan, jumlahnya bisa meningkat hingga 15.000/μl (atau bahkan lebih tinggi selama persalinan dan setelah melahirkan). 

Massa total leukosit juga meningkat untuk mengisi peningkatan volume darah. Bisa dibilang ini adalah respons hormonal. Apalagi ketika ibu tidak mengalami demam, sakit tenggorokan, masalah saluran kencing atau gejala lain yang menunjukkan infeksi, jumlah ini normal. 

Peningkatan volume darah ini membantu dalam pertukaran gas pernapasan, nutrisi dan zat metabolisme lainnya antara bayi dan ibu, meningkatkan perfusi uterus dan ginjal dan juga mengkompensasi kehilangan darah yang akan terjadi pada saat persalinan. 

Baca juga: Alami Leukositosis, Benarkah Gejala dari Leukimia?

Besarnya peningkatan volume darah bervariasi sesuai dengan ukuran wanita, jumlah kehamilan yang dimilikinya, jumlah bayi yang dilahirkannya, dan apakah ada satu atau beberapa janin. Ini juga terkait dengan peningkatan suplai kebutuhan bayi yang sedang berkembang yang menghabiskan persediaan nutrisi ibu.

Terkait nutrisi pada bayi, bayi yang sedang berkembang membutuhkan zat besi, asam folat dan vitamin B12 dari ibu untuk pertumbuhannya. Karena itu, wanita perlu mengonsumsi zat besi tambahan dan asam folat untuk memenuhi kebutuhan bayi dan karenanya defisiensi zat besi sangat umum. 

Jika zat besi tambahan tidak ditambahkan ke dalam makanan, anemia defisiensi besi akan terjadi. Kebutuhan ibu dapat mencapai 5-6 mg/hari pada trimester terakhir kehamilan. Kalau ibu ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Physiological Changes in Hematological Parameters During Pregnancy?
Drugs.com. Diakses pada 2019. Leukocytosis.
DoctorNDTV. Diakses pada 2019. Is a High WBC Count During Pregnancy Harmful?
Healthline. Diakses pada 2019. What is leukocytosis?