Waspada, Ini 4 Tanda Kamu Mengidap Sindrom Quasimodo

Waspada, Ini 4 Tanda Kamu Mengidap Sindrom Quasimodo

Halodoc, Jakarta – Gangguan mental rentan dialami oleh siapa pun, tidak memandang pria atau wanita, gangguan mental dapat menyerang siapa saja. Adanya gangguan mental bisa disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang memengaruhi kesehatan mental, seperti kebiasaan memiliki rasa pesimis terhadap sesuatu, selalu merasa rendah diri, gaya hidup yang kurang baik seperti kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol, kurang tidur, kurang berolahraga bahkan orang yang suka memendam emosi dapat menyebabkan gangguan mental.

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Rentan Dialami Mahasiswa

Gangguan mental yang dapat dialami oleh seseorang memiliki banyak jenis, salah satunya adalah sindrom Quasimodo atau gangguan dismorfik tubuh. Sindrom Quasimodo adalah gangguan mental yang ditandai adanya kecemasan berlebihan pada kekurangan atau kelemahan fisik diri sendiri.

Pengidap gangguan ini seseorang yang memiliki rentang usia 15 hingga 30 tahun. Pengidap selalu merasa bahwa dirinya sangat buruk dan menghindari keramaian karena merasa malu dan cemas terhadap penampilannya. Ketahui apa saja gejala yang menjadi tanda sindrom Quasimodo, yaitu: 

1. Bercermin Berulang-ulang

Seseorang yang mengalami sindrom Quasimodo melakukan kegiatan bercermin berulang-ulang. Ini dikarenakan pengidap selalu merasa buruk pada penampilannya sehingga selalu timbul perasaan negatif serta rasa cemas yang berlebihan.

2. Menyembunyikan Anggota Tubuh yang Dianggap Tidak Sempurna

Pengidap sindrom Quasimodo lebih senang menyembunyikan anggota tubuh yang dianggap tidak sempurna. Biasanya ada beberapa anggota tubuh yang sering dianggap tidak sempurna, seperti bagian wajah, hidung, rambut, payudara atau kulit tubuh.

3. Meminta Kepastian Orang Lain

Selain bercermin berulang, biasanya pengidap sindrom Quasimodo juga bertanya pada orang lain dan meminta kepastian bahwa penampilannya baik-baik saja. Terkadang pengidap sindrom Quasimodo juga bertanya pada orang lain apakah kekurangannya dapat disembunyikan dengan baik atau tidak.

4. Melakukan Usaha Berlebihan untuk Mencapai Penampilan yang Diinginkan

Ketika pengidap sindrom Quasimodo merasakan cemas pada penampilannya yang dinilai terlalu gemuk, maka pengidap melakukan olahraga secara berlebihan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginannya. Padahal olahraga secara berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. 

Baca juga: Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Ketahui Penyebab Sindrom Quasimodo

Penyebab utama dari sindrom Quasimodo tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami sindrom Quasimodo, seperti:

1. Faktor Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan sindrom Quasimodo rentan mengalami kondisi yang sama.

2. Lingkungan

Penilaian negatif dari lingkungan terhadap citra seseorang, dapat berdampak buruk sehingga menyebabkan seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan penampilan diri sendiri.

3. Kelainan Struktur Otak

Seseorang dengan kelainan struktur otak dapat menyebabkan seseorang mengalami sindrom Quasimodo.

Diagnosis dan Penanganan Sindrom Quasimodo

Sindrom Quasimodo dapat dipastikan dengan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, seperti evaluasi psikologi pengidap sindrom Quasimodo. Setelah diketahui penyebabnya, pengidap sindrom Quasimodo ditangani dengan melakukan terapi perilaku kognitif serta pengobatan melalui obat-obatan.

Terapi perilaku kognitif berfokus untuk memperbaiki kepercayaan diri pengidap serta menumbuhkan citra baik pada diri sendiri. Dengan begitu, perlahan sindrom ini dapat diatasi.

Sebaiknya keluarga selalu memberikan dukungan dan perhatian pada seseorang yang mengalami kondisi ini. Semangat dari dalam juga membantu kerabat terlepas dari kondisi ini. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari