• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanda Kecanduan Belanja Jadi Gangguan Kontrol Impuls

Tanda Kecanduan Belanja Jadi Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tanda Kecanduan Belanja Jadi Gangguan Kontrol Impuls

Halodoc, Jakarta - Saat sedang suntuk atau stres, berbelanja menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki suasana hati. Berbelanja sesekali untuk menghilangkan stres memang tidak masalah, namun hati-hati bila kamu sudah mulai kecanduan belanja. Pasalnya, hal itu bisa menjadi pertanda gangguan kontrol impuls.

Gangguan kontrol impuls merujuk pada kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk menghentikan dirinya sendiri untuk melakukan perilaku tertentu. Salah satu contohnya adalah tidak bisa berhenti belanja atau kecanduan belanja. Gangguan kontrol impuls bisa berdampak sangat negatif pada kualitas hidup pengidapnya. 

Meskipun kamu memiliki banyak uang berlebih untuk belanja, tetapi jika gangguan yang satu ini terus diikuti, kamu akan berujung pada sejumlah masalah finansial. Berikut sejumlah tanda kecanduan belanja yang harus diwaspadai!


Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Termasuk Gangguan Kontrol Impuls


Apa Saja Tanda Kecanduan Belanja?

Gangguan kontrol impuls yang terjadi pada orang yang kecanduan berbelanja memiliki dua penyebab yang mendasari, yaitu lingkungan dan tekanan. Kecanduan ini biasanya dimulai dengan rasa tegang, lalu disusul oleh rasa lega dan senang sesaat setelah membeli barang. Tidak sampai di situ saja, pengidap juga akan berujung pada penyesalan.

Saat seseorang tidak memiliki kematangan psikologis, maka mereka tidak memiliki kemampuan dalam mengendalikan dorongan-dorongan ingin berbelanja. Kematangan psikologis akan ditandai dengan kemampuan berpikir sebelum bertindak. Meski terlihat mudah, seseorang dengan gangguan impuls akan sangat sulit melakukannya.

Bukan hanya dorongan berbelanja yang tinggi saja, ada sejumlah tanda kecanduan belanja yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tanda tersebut:

1. Ada Barang yang Belum Terjamah

Jika kamu memiliki sejumlah barang yang belum terjamah setelah membeli, ini bisa menjadi salah satu tanda gangguan impuls, lho. Barang yang sudah dibeli, tetapi belum sempat digunakan menunjukkan jika kamu berbelanja secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan.


2. Membeli Barang yang Tidak Perlu

Tanda kecanduan belanja selanjutnya ditunjukkan dengan membeli barang yang tidak perlu. Pengidap cenderung tidak berpikir secara rasional, karena hanya didasari dengan emosi sesaat saja. Selain itu, pengidap akan selalu tergoda dengan diskon dan barang baru, meskipun tidak membutuhkan barang tersebut


3. Frustrasi dan Stres Selalu Merasa Ingin Berbelanja

Gangguan impuls seringkali dialami oleh orang-orang yang kesepian, kurang percaya diri, serta orang yang mengidap masalah mental lainnya. Oleh karena hal-hal yang dialaminya tersebut, pengidap melakukan aktivitas belanja untuk mengisi kekosongan emosional yang dirasakan.

Baca juga: Kaitan Kecanduan Belanja dengan Gangguan Kepribadian Ambang


4. Hasrat yang Tinggi untuk Membeli Sesuatu

Seorang pengidap gangguan impuls akan merasakan adrenalin yang memuncak saat mereka ingin membeli suatu barang. Mereka merasa senang saat melihat barang yang membuat mereka tertarik, serta sangat ingin memilikinya. Nah, perasaan senang itu yang menjadi candu bagi pengidap gangguan impuls.


5. Menyesal setelah Membeli Barang

Meskipun merasa senang dan ingin sekali memiliki barang yang disukai, tetapi mereka akan cenderung merasa menyesal setelah membelinya. Hal tersebut terjadi karena pengidap tidak mengedepankan rasional saat mengambil keputusan untuk membeli barang tersebut.


6. Cemas saat Tidak Berbelanja

Tanda gangguan impuls yang terakhir dapat diketahui saat seseorang mengalami rasa cemas dan gelisah yang berlebihan saat tidak berbelanja dan menghabiskan uang untuk membeli barang.

Baca juga: Kecanduan Belanja Online Berhubungan dengan Gangguan Kontrol Impuls


Nah, itulah sejumlah tanda gangguan impuls pada seseorang. Apakah kamu memiliki satu atau sejumlah gejalanya? Jika iya, segera cari pertolongan ahli guna mengatasi gangguan tersebut sebelum menyebabkan dampak yang lebih parah. Sekarang, kamu bisa berobat ke psikolog di rumah sakit pilihan kamu tanpa perlu antre dengan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Shopping Addiction.
Psychology Today. Diakses pada 2020. 5 Patterns of Compulsive Buying Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Shopaholic.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Understanding Compulsive Shopping Disorder.