Tanda Lichen Planus Menyerang Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tanda Lichen Planus Menyerang Kulit Kepala

Halodoc, Jakarta - Gangguan kulit Lichen planus adalah kondisi yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir. Biasanya lichen planus muncul berbentuk benjolan keunguan, gatal, dan rata yang terbentuk selama beberapa minggu. Bukan hanya di kulit kepala, lichen planus dapat terjadi pada mulut, vagina, dan area lainnya yang ditutupi oleh selaput lendir. 

Gangguan kulit ini bisa terjadi selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Sementara itu, gangguan kulit ini masih dapat kambuh selama bertahun-tahun. Rekurensi lebih sering terjadi pada kasus lichen planus oral. 

Jika Menyerang Kulit Kepala

Gejala lichen planus bervariasi, tergantung pada lokasi kondisinya. Lichen planus pada kulit kepala dinamakan lichen planus follicularis, muncul dengan membentuk bercak putih berenda, terkadang dengan luka yang menyakitkan. 

Lichen planus dapat memengaruhi area di mana rambut tumbuh di kulit kepala yang menyebabkan kemerahan dan iritasi. Jenis lichen planus ini terkadang menyebabkan rambut rontok, bahkan bisa bersifat permanen. Gangguan ini sangat mengganggu kulit rambut dan penampilan, karena kemunculannya terlihat seperti adanya ketombe yang sangat banyak. Belum lagi adanya rasa gatal. Semakin digaruk, semakin iritasi. 

Baca juga: Kenali Gejala Lichen Planus pada Wanita

Belum dapat dipastikan penyebab lichen planus. Hal yang perlu diwaspadai adalah gangguan ini dapat terjadi pada siapa saja dan di usia berapa pun. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang membuat beberapa orang lebih mungkin yang menyebabkan kondisi ini berkembang. Bentuk kulit lichen planus terjadi pada pria dan wanita secara merata, tapi wanita dua kali lebih mungkin mendapatkan lichen planus oral. Sangat jarang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua, umumnya lebih berpotensi terjadi pada orang paruh baya. 

Jika kamu memiliki anggota keluarga yang mengalami lichen planus, maka kemungkinan kamu juga berisiko mengalaminya. Selain itu, jika kamu memiliki penyakit virus seperti hepatitis C atau terpapar bahan kimia tertentu yang bertindak sebagai alergen. Alergen tersebut umumnya meliputi:

  • antibiotik;

  • arsenik;

  • emas;

  • senyawa iodida;

  • diuretik;

  • jenis pewarna tertentu;

Setiap kali kamu melihat atau merasakan ada ruam pada kulit atau lesi di kulit kepala, sebaiknya tanyakan kondisi tersebut pada dokter melalui aplikasi Halodoc sesegera mungkin supaya kamu mendapat sarang penanganan yang tepat. 

Dokter spesialis kulit mungkin dapat mendiagnosis gangguan kulit yang dialami dengan melihat ruam atau tanda yang ada pada kulit kepala. Untuk mengonfirmasi diagnosis, kamu mungkin memerlukan pemeriksaan atau tes lebih lanjut.

Baca juga: Timbul Lesi Kulit Kemerahan, Waspadai Eritema Multiformis

Tes atau pemeriksaan mencakup biopsi, yang artinya mengambil sampel kecil dari sel-sel kulit kamu untuk dilihat di bawah mikroskop, atau tes alergi untuk mengetahui apakah kamu memiliki reaksi alergi.

Merawat Lichen Planus

Pada kasus lichen planus yang ringan, yang biasanya dapat hilang dalam beberapa minggu atau bulan, kamu mungkin tidak memerlukan perawatan. Tapi jika gejalanya sudah membuat kamu sangat tidak nyaman atau parah, biasanya kamu mendapatkan resep obat dari dokter. 

Sebenarnya tidak ada obat untuk menyembuhkan lichen planus, obat hanya untuk meringankan gejala tapi cukup membantu. Obat tersebut juga meringankan penyebab yang mendasarinya. Obat-obat tersebut di antaranya:

  • Retinoid, yang terkait dengan vitamin A dan diambil secara topikal atau oral;

  • Kortikosteroid mengurangi peradangan dan dapat diberikan secara topikal, oral, atau diberikan secara suntikan;

  • Antihistamin, mengurangi peradangan dan membantu jika ruam yang kamu miliki dipicu oleh alergen;

  • Krim non-steroid digunakan secara topikal dan menekan sistem kekebalan tubuh kamu serta membantu membersihkan ruam;

  • Terapi cahaya, menangani lichen planus dengan sinar ultraviolet.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lichen Planus

Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything You Need To Know About Lichen Planus

Health Line. Diakses pada 2019. Lichen Planus