Ini Tanda Si Kecil Kena Sakit Maag

Ini Tanda Si Kecil Kena Sakit Maag

Halodoc, Jakarta - Tak sedikit orang beranggapan bahwa makanan pedas, asam, dan berlemak menjadi penyebab dari sakit maag. Faktanya, bakteri jenis Helicobacter pylori atau disingkat H. pylori inilah pelaku utamanya. Tak sedikit juga yang percaya bahwa orang dewasa dengan tingkat stres tinggi berisiko terkena maag, padahal anak juga bisa mengalaminya. Meski stres dan makanan tertentu menyebabkan sakit maag menjadi lebih buruk, ada faktor lain yang berperan dalam menyebabkan maag pada anak, beberapa di antaranya:

  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti aspirin atau ibuprofen secara berlebihan.

  • Faktor genetik, karena diyakini bahwa anak yang mengidap maag juga diwarisi dari orangtuanya.

  • Stres parah pada anak, juga memicu peningkatan asam pada lambung, yang akan memburuk antara 3 hingga 6 hari.

  • Kegemukan pada anak, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko ulkus pediatrik karena peradangan gastrointestinal dan perubahan bakteri normal.

  • GERD, yang ditandai dengan refluks asam kronis. Pada kasus yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan tukak lambung.

Baca juga: Agar Maag Tak Lagi Kambuh, Begini Tips Atur Pola Makannya

Tanda Anak Sakit Maag, Apa Saja?

Maag memang jarang terjadi pada anak-anak, ibu tetap perlu mengenali apa saja tanda anak sakit maag. Ini beberapa di antaranya:

  • Rasa sakit pada bagian perut. Ini merupakan gejala maag yang paling umum.

  • Mual dan muntah.

  • Hilangnya selera makan yang diikuti dengan penurunan berat badan.

  • Sering cegukan atau bersendawa.

  • Cepat kenyang atau selalu merasa kenyang meski anak tidak makan.

  • Perut kembung ketika ditepuk perlahan.

Jika Si Kecil mengalami sakit perut tiba-tiba yang terasa tajam dan berlangsung dalam waktu lama, BAB berdarah atau berwarna hitam atau muntah terus-menerus, segera periksa ke dokter. Bukan tanpa alasan, gejala tersebut berkaitan dengan salah satu gangguan kesehatan berikut ini.

  • Perforasi, ketika ulkus terlalu dalam dan menembus dinding lambung.

  • Perdarahan, saat asam merusak bagian pembuluh darah.

  • Obstruksi, ketika ulkus menghalangi jalur makanan yang melewati usus.

Baca juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini!

Jika tanda anak maag berkaitan dengan infeksi bakteri, pastikan ia mengonsumsi semua antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Meskipun gejalanya menghilang, infeksinya masih tetap tinggal hingga semua obat benar-benar dikonsumsi. Jika maag berkaitan dengan konsumsi obat, hindari atau batasi penggunaannya.

Namun, jika ternyata maag terjadi karena makanan jenis tertentu, ibu bisa mengatur pola makan anak lebih baik dengan tidak memberikan makanan yang justru akan memicu maag menjadi lebih buruk pada anak. Kurangi pemberian teh, minuman bersoda, makanan asam dan berlemak pada sang buah hati, serta makanan yang mengandung kafein. Ini bisa merangsang sekresi asam di bagian lambung dan membuat maag pada anak menjadi lebih parah.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Maag yang Perlu Diketahui

Jika anak mengalami kondisi atau gejala lain yang berkaitan dengan masalah pencernaannya, ibu tidak usah bingung. Sekarang, ibu bisa langsung bertanya pada dokter apa saja kondisi kesehatan yang sedang terjadi pada sang buah hati. Tentu saja dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi ini, ibu bisa langsung bertanya pada dokter ahli anak, sehingga diagnosis dan pengobatan yang ibu dapatkan pun jelas dan terpercaya. Segera download aplikasi Halodoc yuk!