• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanpa Gejala, Kalazion Bisa Muncul Setelah Bangun Tidur

Tanpa Gejala, Kalazion Bisa Muncul Setelah Bangun Tidur

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu bangun tidur dan merasakan mata mengalami bengkak? Banyak orang yang kerap mengira gangguan tersebut terjadi karena kekurangan tidur. Padahal, terdapat penyebab lainnya kenapa mata kamu mengalami pembengkakan. Salah satunya adalah kalazion yang terjadi karena gangguan pada kelenjar minyak di mata.

Kalazion yang menyerang mata ini umumnya hanya menyebabkan pembengkakan ukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, ukuran dari benjolan pada kelopak mata tersebut dapat tumbuh menjadi lebih besar. Selain itu, kelainan ini berbeda dengan bintitan yang sering dianggap sama. Berikut pembahasan mengenai gangguan kalazion yang terjadi pada mata!

Baca juga: Sama-Sama Menyerang Mata, Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion

Segala Hal yang Harus Diketahui Tentang Kalazion

Kalazion adalah gangguan yang menyebabkan benjolan di kelopak mata atas atau bawah. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada kelenjar di kelopak mata. Peradangan tersebut dapat menimbulkan bengkak yang bersifat lunak dan berisi cairan dan dapat membesar. Istilah lain dari kalazion adalah kista meibom, kista tarsal, atau granuloma konjungtiva.

Pada kelopak mata setiap orang terdapat kelenjar meibom yang terdiri dari 30-40 kelenjar di bagian atas dan bawah. Kelenjar ini menghasilkan sekresi cairan kental yang keluar melalui lapisan air mata, yang terdiri dari campuran minyak dan lendir. Bagian tersebut berguna untuk melumasi permukaan mata agar tidak mudah kering.

Jika terjadi penyempitan pada ujung kelenjar atau pengerasan cairan sebaceous, sumbatan dapat terjadi sehingga tidak dapat mengeluarkan cairan pelumas tersebut. Hal tersebut menyebabkan hambatan yang akhirnya terjadi pembengkakan. Karenanya, penebalan dinding kelenjar dan kebocoran minyak terjadi yang menimbulkan peradangan dan membuat seseorang mengidap kalazion.

Faktor yang Pengaruhi Risiko Kalazion

Seseorang dapat memiliki risiko yang lebih besar terkena kalazion disebabkan oleh sekresi kelenjar meibom yang lebih tebal dibanding orang normal. Jika kamu pernah mengidap gangguan ini, risiko lebih besar dapat terjadi di masa depan. Selain itu, seseorang dengan gangguan jerawat rosacea, yaitu kelainan pada kelenjar minyak di wajah, memiliki risiko yang besar terhadap kalazion. Faktor risiko yang terakhir adalah seseorang yang mengidap seborrhea memiliki risiko terhadap gangguan pembengkakan pada kelopak mata ini.

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang menyerang kelopak mata ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: 5 Hal yang Menyebabkan Munculnya Kalazion

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Kalazion

Umumnya, dokter akan mendiagnosis kalazion dengan cara melihat riwayat medis dari pengidapnya dan melihat benjolan pada kelopak mata tersebut. Cara menentukannya dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan senter dan beberapa alat lainnya untuk menentukan benjolan yang terbentuk. Jika sulit untuk dideteksi, dokter mungkin menyarankan biopsi, karena mungkin saja benjolan tersebut terjadi karena tumor.

Lalu, sebagian besar orang yang mengidap kalazion dapat diobati dengan menempelkan kompres hangat ke kelopak mata. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah ke daerah yang radang, mendorong drainase pada kelopak mata, serta membantu untuk penyembuhan. Selain itu, kamu juga dapat mengaplikasikan salep setelah mengompres.

Apabila kalazion masih terus terjadi dan benjolan yang terjadi lebih besar, pembedahan dapat menjadi prosedur perawatan alternatif. Dokter akan melakukan sayatan kecil pada benjolan tersebut yang sebelumnya diberikan anestesi lokal. Penghilangan dinding kulit penyebab kalazion dapat dilakukan untuk penyembuhan. Setelah itu, kelopak mata kamu tetap dapat berfungsi secara normal.

Baca juga: Kenali 6 Gejala Munculnya Kalazion

Setelah mengetahui gangguan kalazion yang menyerang kelopak mata, ada baiknya kamu menjaga kesehatan kelopak mata. Cobalah untuk benar-benar membersihkan make-up yang dikenakan seharian. Dengan begitu, niscaya kamu dapat mencegah terjadinya peradangan pada kelopak mata tersebut.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2020. Chalazion (Eyelid Cyst)
Web MD. Diakses pada 2020. What is a Chalazion?