Tarsal Tunnel Syndrome Bisa Dicegah dengan 4 Gaya Hidup Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tarsal Tunnel Syndrome Bisa Dicegah dengan 4 Gaya Hidup Ini

Halodoc, Jakarta - Seseorang yang gemar berolahraga, terutama pelari, kakinya rentan mengalami cedera. Banyak gangguan yang dapat terjadi pada kaki saat cedera timbul. Salah satu gangguan yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah tarsal tunnel syndrome.

Gangguan ini dapat juga biasa disebut dengan kaki pelari. Tarsal tunnel syndrome dapat menyebabkan rasa nyeri pada pergelangan kaki. Ternyata kebiasaan sehari-hari dapat mencegah sindrom ini, lho. Berikut adalah beberapa gaya hidup yang dapat mencegah tarsal tunnel syndrome.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tarsal Tunnel Syndrome

Gaya Hidup untuk Mencegah Tarsal Tunnel Syndrome

Kaki yang terlalu sering digunakan berisiko mengalami tarsal tunnel syndrome. Gangguan ini terjadi karena kompresi saraf tibialis posterior melalui terowongan tarsal. Bagian tersebut adalah struktur yang terdiri dari tulang dan jaringan di bagian dalam pergelangan kaki.

Terowongan tarsal adalah sebuah bagian berserat yang secara struktur tidak fleksibel. Pada bagian tersebut terdapat ruang terbatas yang dapat menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini dapat menyebabkan saraf dan pembuluh darah terjebak dan menimbulkan rasa sakit, serta gangguan lainnya.

Tarsal tunnel syndrome umumnya disebabkan oleh tekanan yang terus berulang, sehingga menyebabkan kerusakan saraf tibialis posterior. Gejala yang dapat timbul ketika seseorang mengalami gangguan ini adalah rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan. Hal ini dapat terjadi dan menyebar ke kaki bagian bawah, telapak kaki, dan jari kaki.

Kamu merasakan adanya gejala tarsal tunnel syndrome? Kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Tidak perlu repot, komunikasi dengan dokter dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Praktis bukan? Ayo, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Begini Cara Metode Pengobatan Pada CTS Carpal Tunnel Syndrome

Tentu saja gangguan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri ketika digerakkan. Kamu pun dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadinya tarsal tunnel syndrome. Disebutkan bahwa perubahan gaya hidup dapat mencegah terjadinya gangguan ini. Berikut adalah gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah tarsal tunnel syndrome:

  1. Istirahatkan kaki kamu ketika sudah terlalu sering digunakan. Cobalah untuk duduk atau ubah posisi ketika terlalu lama berdiri. Hal tersebut dapat membantu tubuh mengurangi tekanan pada terowongan tarsal dan saraf tibialis.

  2. Lakukanlah pemanasan yang benar sebelum memulai latihan berat. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya cedera yang dapat menyebabkan tarsal tunnel syndrome. Pemanasan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kompresi.

  3. Mengenakan sepatu dengan ukuran yang pas dan jangan terlalu kecil. Cara ini dapat mengurangi ketegangan yang terjadi pada terowongan tarsal di kaki kamu. Selain itu, ikatan sepatu yang terlalu kencang juga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf di kaki kamu.

  4. Kamu dapat melakukan program penguatan untuk membuat otot-otot pendukung tungkai bawah menjadi lebih kuat. Selain itu, hal ini juga dapat mengurangi cedera tungkai dan pergelangan kaki. Cara ini juga dapat mengurangi stres pada sendi.

  5. Kamu juga dapat menghindari stres yang berlebihan untuk mencegah tarsal tunnel syndrome. Dengan mengurangi perasaan tersebut, tubuh kamu menjadi lebih rileks dan fleksibel. Dengan begitu pun area tarsal pada kaki kamu menjadi tidak mudah tegang.

Dari poin-poin tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk tetap menjaga kaki tetap sehat. Selain itu, sangat penting untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Jangan pernah melupakan pemanasan, supaya tubuh lebih siap dalam melakukan kegiatan yang lebih berat.

Baca juga: Selain Plantar Fasciitis, Kenali 7 Penyebab Lain Nyeri Tumit

Referensi:
Move Forward PT (Diakses pada 2019): Physical Therapist's Guide to Tarsal Tunnel Syndrome
IPFH (Diakses pada 2019): Prevention and Treatment of Tarsal Tunnel Syndrome
Stretch Coach (Diakses pada 2019): Tarsal Tunnel Syndrome