• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • TBC Juga Bisa Terjadi pada Kulit, Apa Penyebabnya?

TBC Juga Bisa Terjadi pada Kulit, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
TBC Juga Bisa Terjadi pada Kulit, Apa Penyebabnya?

“Kuman penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis bisa menyerang hampir semua sistem organ manusia, termasuk kulit (TBC kulit). Kuman jahat ini bisa menginfeksi kulit lewat berbagai cara. Hati-hati, TBC kulit ini bisa berdampak buruk bagi kulit bila tak ditangani dengan tepat.

Halodoc, Jakarta – Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang paru-paru, tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, TBC bisa menyebabkan kematian pada pengidapnya bila tidak ditangani. Mereka yang belum diperiksa dan diobati akan menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.

Hal yang perlu ditegaskan, TBC sebenarnya bukan cuma menyoal paru-paru saja. Bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis juga dapat menyebabkan TBC pada kulit (TBC kulit). Umumnya, penyakit ini ditemukan di negara-negara berkembang.

Pertanyaannya, apa yang menjadi penyebab TBC kulit? Lalu, bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Baca juga: Bukan Cuma Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain

Infeksi Melalui Kulit dan Darah

TBC kulit merupakan salah satu jenis TBC yang tak kalah bahayanya dengan TBC paru atau tulang. Melansir laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI), beberapa jenis tuberkulosis kulit menginfeksi langsung pada permukaan kulit.

Nah, berikut ini cara kuman mycobacterium tuberculosis menginfeksi kulit:

  • Penjalaran langsung ke kulit dari organ di bawah kulit yang telah kena TBC sebelumnya
  • Infeksi langsung pada kulit.
  • Infeksi melalui peredaran darah dan limfogen.

Nah, dengan kata lain kuman Mycobacterium tuberculosis, memang bisa menyerang hampir semua sistem organ manusia, termasuk kulit.

Menurut PERDOSKI, TBC kulit terdiri dari dua jenis yaitu primer dan sekunder. Jenis sekunder ini dibagi-bagi lagi menjadi beberapa tipe, salah satunya tuberkulosis scrofuloderma.

Scrofuloderma merupakan jenis TBC kulit yang paling sering ditemukan.TBC kulit jenis scrofuloderma ini sering ditemukan di leher dan ketiak.

Baca juga: Kurangi Stigma, Kenali 5 Fakta tentang TBC

 Gejala klinisnya bisa berupa:

  • Diawali dengan pembesaran kelenjar getah bening.
  • Selanjutnya bengkak menjadi abses pada kulit.
  • Kemudian dapat pecah menjadi ulkus yang akhirnya dapat sembuh spontan membentuk jaringan parut memanjang tidak beraturan.
  • Luka pada kulit diiringi tanpa rasa sakit, tapi bisa membengkak

Nah, penyebab dan gejalanya sudah, bagaimana dengan cara mengatasinya?

Bunuh Kuman dengan Kombinasi Antibiotik

Tiap tahunnya sekitar 10 juta orang terserang penyakit TBC. Meski penyakit ini bisa dicegah dan disembuhkah, tapi sekitar 1,5 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat serangan kuman jahat tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka di atas menjadikan TBC sebagai pembunuh infeksius teratas di dunia. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi TBC kulit agar tak berdampak fatal pada pengidapnya?

Menurut PERDOSKI, pada dasarnya prinsip pengobatan TBC kulit sada dengan TBC paru. Pengidapnya perlu diobati dengan obat antituberkulosis.

Prinsip pengobatan tuberkulosis kutis sama dengan tuberkulosis paru. Perlu diperhatikan pula untuk memperbaiki keadaan umum misalnya perbaikan gizi. Pengobatan ini biasanya melibatkan kombinasi antibiotik yang diberikan selama beberapa bulan, bahkan terkadang bertahun-tahun.

Baca juga: Bagaimana Aturan Minum Obat Pengidap TBC saat Puasa?

Selain itu, dalam beberapa kasus tindakan bedah pada permukaan kulit yang luka mungkin perlu dilakukan. Contohnya pada lupus vulgaris (salah satu jenis TBC kulit sekunder).

Pada dasarnya menurut Kementerian Kesehatan RI pengobatan TBC bertujuan untuk:

  • Menyembuhkan pasien dan memperbaiki produktivitas serta kualitas hidup.
  • Mencegah terjadinya kematian atau dampak buruk selanjutnya.
  • Mencegah terjadinya kekambuhan TBC.
  • Menurunkan risiko penularan TBC.
  • Mencegah terjadinya dan penularan TBC resisten obat.

Mau tahu lebih jauh mengenai TBC kulit? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan tanpa perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan?

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Tuberculosis
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI) . Diakses pada 2021. Kulit Juga Bisa TBC? Berbahayakah?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases and Conditions. Tuberculosis.Kementerian Kesehatan RI – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Diakses pada 2021. PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS.