• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Telat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua Tidak Pengaruhi Efektivitas

Telat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua Tidak Pengaruhi Efektivitas

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Telat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua Tidak Pengaruhi Efektivitas

“Ada berbagai hal yang menyebabkan seseorang terlambat mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua. Umumnya karena keterbatasan ketersedian vaksin atau keterlambatan proses distribusi vaksin. Pada vaksin astrazeneca, keterlambatan justru menghasilkan imunitas yang lebih baik.”

Halodoc, Jakarta – Hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, sedang berupaya menekan penyebaran virus corona dengan menjamin ketersediaan vaksin COVID-19 yang cukup untuk rakyatnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli merekomendasikan penyuntikan vaksin COVID-19 sebanyak dua dosis bagi setiap individu supaya mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal. 

Rentang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua, dan dosis pemberian vaksin berbeda-beda, sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin. Hanya saja sewaktu-waktu ada saja halang melintang yang menyebabkan seseorang mengalami keterlambatan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua. Apakah ini mempengaruhi efektivitas vaksin?

Baca juga: Efek Samping Vaksin COVID-19 Lebih Terasa Saat Dosis Kedua?

Dosisi Kedua Tetap Efektif Meski Terlambat

Di setiap negara, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam vaksinasi. Apalagi jika berkaitan dengan terbatasnya stok vaksin COVID-19 atau keterlambatan dalam proses distribusi vaksin.  Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah biasanya persediaan vaksin masih sangat terbatas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jarak antara 8-12 minggu antara dosis pertama dan dosis kedua untuk vaksin Astrazeneca. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Oxford di Inggris memberikan kepastian bahwa dosis kedua vaksin tetap sangat efektif, bahkan setelah jeda hingga 45 minggu. Bahkan, ditemukan respon imun yang lebih baikl pada sukarelawan setelah penundaan  yang lama, dibandingkan respons setelah interval yang direkomendasikan. 

Penelitian juga menemukan bahwa penundaan yang lama mungkin bermanfaat menghasilkan lebih banyak antibodi terhadap virus SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dan respons imun seluler jadi meningkat.

“Seseorang mendapatkan induksi antibodi yang sangat kuat dengan interval yang sangat panjang ini, dan itu jadi kabar baik bagi negara-negara di mana pasokan vaksin yang mungkin terbatas dalam jangka pendek,” kata Prof. Teresa Lambe, Ph.D salah satu peneliti studi dari Universitas Oxford. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Fakta Lengkap Mengenai Vaksin COVID-19

Teresa juga menambahkan, bahwa itulah yang diharapkan dari vaksin. Jika setelah seseorang mendapatkan dosis pertama, tubuh membutuhkan banyak waktu untuk merespons imun menjadi matang. Tubuh juga cenderung melihat respons yang sedikit lebih baik di kemudian hari.

Sementara itu melansir dari Medical News Today,ada trade-off (tarik ulur) antara risiko infeksi karena kekebalan yang terus menurun setelah dosis pertama, dan kekebalan yang akhirnya lebih kuat setelah dosis kedua yang tertunda. Namun, belum diketahui secara pasti berapa lama penundaan yang aman dengan perlindungan yang masih baik. Namun, yang pasti itu bisa lebih dari 3 bulan.

Hal senada juga dikatakan oleh jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, vaksin dosis kedua yang tertunda tidak akan mengurangi efektivitas, asalkan masih dalam interval yang direkomendasikan ahli.

“Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama, sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19,” katanya seperti dilansir dalam Sehat Negeriku – Kementerian Kesehatan RI. 

Bagaimana Hasil Uji Klinisnya?

Untuk menilai kemanjuran dosis kedua yang tertunda, para peneliti memvaksinasi sukarelawan berusia 18-55 tahun yang terdaftar dalam uji klinis vaksin Astrazeneca, dan telah menerima dosis pertama.

Secara keseluruhan, 30 peserta menerima dosis kedua yang terlambat dengan rata-rata 44 minggu setelah yang dosis pertama. Para ilmuwan menemukan bahwa tingkat antibodi berikutnya lebih tinggi dibandingkan sukarelawan yang menerima dosis kedua sesuai interval dosis yang lebih pendek. 

Baca juga: Ini Alasan Penyintas COVID-19 Baru Bisa Vaksin Usai 3 Bulan

Bagaimanapun Vaksin COVID-19 Dosis Kedua Sangat Penting

Suntikan kedua vaksin COVID-19 sangat penting untuk mencapai kekebalan penuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh CDC, dosis tunggal vaksin Pfizer berkisar antara 60 – 80 persen efektif melawan COVID-19. Penelitian tersebut juga menunjukkan dosis kedua 90 persen efektif melawan COVID-19 dengan tingkat efektivitas yang lebih tinggi terhadap kasus yang serius. 

Kekebalan penuh sangat penting untuk melindungi setiap orang dan melindungi populasi dari penyebaran virus corona. Vaksin COVID-19 juga terbukti sangat efektif melawan mutasi dan  varian virus corona. 

Itulah yang perlu diketahui mengenai pentingnya mendapatkan vaksin COVID-19 sebanyak dua dosis, meski terlambat mendapatkannya. Jika kamu mengalami keterlambatan mendapatkan  vaksin COVID-19 karena kendala tertentu atau mengalami sakit yang menyebabkan penundaan, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2021. Longer gap between COVID-19 vaccine doses may increase immune response
Medical News Today. Diakses pada 2021. Study considers benefits of delaying second dose of COVID-19 vaccines
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. What To Do If You Miss Your Second COVID-19 Vaccine
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. Terlambat Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua Tidak Akan Pengaruhi Efektivitas Vaksin