Telur Segar dan Tidak, Ketahui Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 cara membedakan telur segar dan tidak

Halodoc, Jakarta - Telur merupakan salah satu bahan makanan pokok yang digemari oleh banyak orang. Makanan ini sering kali disimpan di dalam kulkas dan dijadikan cadangan makanan jika bosan dengan lauk pauk yang ada. Namun, bagaimana cara mengetahui telur tersebut masih segar jika telah lama berada di lemari es?

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Jika Alergi Telur

Cara yang paling mudah untuk melihat telur yang layak konsumsi atau tidak adalah dengan melihat tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Jika tanggal kedaluwarsa tidak tertera, kamu dapat dengan mudah membedakan telur segar dan tidak dengan sejumlah cara berikut:

  • Merendam Telur

Teknik merendam telur dalam air ini dapat dilakukan pada air dengan suhu dingin atau suhu ruangan. Jika telur langsung tenggelam ke dasar dalam posisi miring, telur masih layak dikonsumsi. Jika telur langsung tenggelam ke dasar dalam posisi berdiri, telur masih layak dikonsumsi tapi sudah tidak segar. Terakhir, jika telur langsung mengambang saat dimasukkan ke dalam air, telur sudah tidak layak untuk konsumsi.

  • Sinari Telur

Teknik yang satu ini dapat kamu lakukan dengan menyorot telur dengan senter. Kemudian, perhatikan cahaya yang menembus ke dalam cangkang telur. Jika cangkang terlihat jernih dan terang,  telur masih layak untuk dikonsumsi. Namun, jika cahaya yang menembus ke dalam berwarna buram dan keruh, telur sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

Baca juga: 5 Fakta Alergi Telur yang Perlu Diketahui

  • Kocok Telur

Mengocok telur dimaksudkan untuk mendengarkan suara dari dalam telur. Caranya dengan menggoyangkan telur beberapa kali, kemudian letakkan telur di dekat telinga. Jika telur tidak mengeluarkan bunyi apapun, telur masih layak untuk dikonsumsi. Namun, jika kamu mendengarkan adanya suara dari dalam telur, telur sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

  • Memecah telur

Teknik yang satu ini dapat kamu lakukan dengan memecahkan telur pada sebuah wadah. Jika telur masih layak untuk dikonsumsi, kuning telur akan membentuk bulatan sempurna dan memiliki lapisan albumin yang tebal atau kuning telur akan sedikit merosot dan memiliki lapisan albumin yang transparan. Namun, jika kuning telur dan lapisan albumin bertekstur encer, telur sudah tidak layak untuk dikonsumsi

  • Endus Telur

Teknik yang satu ini dapat dilakukan dengan mengendus telur untuk mengetahui apakah ada bau belerang pada telur. Namun, jika tidak tercium, kamu dapat memecahkan telur pada satu wadah. Jika telur berbau aneh, telur sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Pasalnya, telur segar tidak mengeluarkan bau apapun, berbeda dengan telur yang sudah busuk.

Baca juga: Ini Perbedaan Telur Biasa dan Telur Omega 3

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika kamu mengalami serangkaian gejala, seperti diare, sakit kepala, mual, dan muntah setelah mengonsumsi telur. Jika terdapat sejumlah gejala tersebut, telur yang kamu konsumsi sudah tidak layak atau busuk. Efek samping yang terjadi tidak hanya itu saja, konsumsi telur busuk bisa saja menyebabkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Jadi, selalu berhati-hati, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 5 Simple Ways to Tell If an Egg Is Good or Bad.
Little Things. Diakses pada 2020. How To Tell If Eggs Are Bad: 5 Easy Ways To Check.