• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tenangkan Anak yang Sedang Tantrum dengan Cara Ini

Tenangkan Anak yang Sedang Tantrum dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Si Kecil yang tiba-tiba menjadi rewel tentunya membuat orang merasa kebingungan serta cemas terhadap kondisi anak. Apalagi jika kondisi rewel yang dialami anak disertai dengan tangisan yang cukup kencang dan tingkah laku yang tidak dapat dikendalikan, sudah pasti orangtua akan kewalahan untuk menghadapi kondisi anak.

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Ibu, sebaiknya ketahui seputar tantrum yang dapat terjadi pada anak. Tantrum sendiri merupakan kondisi di mana anak meluapkan emosi dengan cara menangis kencang yang disertai dengan perilaku tidak terkendali, seperti membanting barang, berguling, hingga memukul. Namun, daripada ibu terbawa emosi saat mengatasi anak tantrum, sebaiknya lakukan beberapa cara ini agar tantrum anak dapat diatasi dengan tepat.

Inilah Cara Mengatasi Tantrum pada Anak 

Kondisi tantrum sangat umum dialami oleh anak-anak dengan usia 1–4 tahun. Bahkan, tantrum dianggap sebagai salah satu proses perkembangan yang akan dilewati oleh tiap anak. Anak yang mengalami tantrum umumnya disebabkan oleh kemampuan berbahasa anak yang masih terbatas, sehingga anak tidak dapat meluapkan emosi dengan optimal.

Tidak hanya itu, tantrum juga dapat dilakukan oleh anak sebagai cara mendapatkan apa yang mereka inginkan. Untuk itu, sebaiknya ibu juga perhatikan pola asuh yang ibu lakukan sebagai upaya untuk mendidik anak. Lalu, apakah kondisi tantrum boleh dibiarkan? Meskipun tantrum merupakan hal yang normal terjadi, tetapi sebaiknya jangan biarkan anak terlalu lama mengalami kondisi tantrum.

Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi tantrum pada anak:

1.Orangtua Tetap Tenang

Saat anak mengalami tantrum sebaiknya orangtua tetap tenang dan sabar. Hindari berteriak pada anak karena kondisi ini dapat membuat kondisi tantrum yang dialami anak semakin bertambah parah. Ajak anak untuk ke tempat yang lebih sepi dan tenangkan anak dengan memberikannya perhatian.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Anak Mengalami Tantrum

2.Cari Tahu Penyebab Anak Tantrum

Kondisi tidak nyaman, rasa lapar, panas, hingga menginginkan sesuatu dapat membuat anak mengalami kondisi tantrum. Ajak anak bicara dengan tenang dan cari tahu apa yang menyebabkan anak tantrum. Jika ibu sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab anak mengalami tantrum, tentunya kondisi tantrum akan lebih mudah diatasi.

Anak tantrum yang disebabkan oleh rasa lapar atau tidak nyaman, tentunya membuat orangtua harus memenuhi apa yang dibutuhkan anak agar anak menjadi lebih tenang. Namun, jika tantrum yang dialami anak sebagai salah satu cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, sebaiknya ajak anak bicara dan berikan pengertian mengapa ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.

3.Alihkan Perhatian Anak

Melansir dari Kids Health, ibu dapat mengalihkan perhatian anak agar anak menjadi lebih tenang. Ibu bisa melakukan aktivitas baru untuk menghentikan tantrum pada anak. Cobalah untuk mengajak anak melakukan berbagai hal baru yang menyenangkan, misalnya bernyanyi atau bermain mainan lama yang sudah tidak ia mainkan lagi. 

Jika ibu berada di ruang publik, ibu juga dapat mencoba menenangkan anak dengan mengajaknya berkeliling pada suasana yang baru agar ia merasa lebih tenang.

4.Berikan Anak Pilihan

Daripada melarang anak untuk melakukan sesuatu, sebaiknya berikan anak pilihan. Selain dapat membuat anak lebih tenang, memberikan pilihan pada anak juga dapat mengajarkan anak untuk mengontrol keinginan yang ia miliki dengan membuat pilihan. 

Itulah beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi anak tantrum. Saat anak mengalami kondisi tantrum, sebaiknya pastikan anak berada di tempat yang aman dan tidak berbahaya. Pastikan anak tidak akan menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Tips Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Kondisi tantrum nyatanya dapat hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia anak. Hal ini membuat anak lebih mampu mengendalikan emosi yang ia rasakan. Namun, tidak ada salahnya untuk ajak anak melakukan pemeriksaan pada psikolog ketika kondisi tantrum semakin parah dan disertai dengan gejala yang terkait gangguan kesehatan lainnya di aplikasi Halodoc.


Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Temper Tantrums in Toddler.
Parent’s. Diakses pada 2020. A Parent’s Guide to Temper Tantrums.