Terapi Hormon Pasca Menopause Picu Kista Payudara, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Terapi Hormon Pasca Menopause Picu Kista Payudara, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Hampir selama beberapa dekade, wanita menggunakan terapi hormon untuk meringankan gejala menopause, seperti hot flashes. Terapi tersebut dikenal dengan terapi hormon pasca menopause. Terapi ini juga dikenal dengan sebutan lain, seperti terapi penggantian hormon (HRT), terapi hormon pasca-menopause (PHT), atau hormon pasca-menopause (PMH). 

Dahulu banyak dokter dan pasiennya yang percaya bahwa terapi hormon menopause tidak hanya membantu mengatasi hot flash dan gejala lainnya, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang penting. Namun, kini justru terungkap bahwa terapi hormon pasca menopause memiliki risiko yang melebihi manfaatnya. 

Baca juga: Ketahui Prosedur Terapi Hormon untuk Pengobatan Sindrom Polikistik Ovarium

Terapi Hormon Pasca Menopause

Hormon yang paling umum untuk mengobati gejala menopause yaitu estrogen dan progesteron. Sering kali kedua hormon ini digunakan secara bersamaan, tapi beberapa wanita diberikan estrogen saja. Penting untuk mengetahui hormon mana yang kamu bicarakan ketika melihat risikonya. Untuk itu, kamu perlu berkomunikasi pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat. 

Ketersediaan estrogen yang biasanya digunakan untuk mengobati gejala menopause termasuk conjugated equine estrogens (CEE) dan estradiol, tapi beberapa bentuk atau jenis estrogen juga tersedia. Hormon androgen (hormon pria seperti testosteron) terkadang juga digunakan untuk mengobati gejala menopause.

Tindakan tersebut termasuk tidak umum untuk dilakukan. Pasalnya, hanya beberapa penelitian yang melakukan praktik ini dan belum jelas seberapa amannya dalam jangka panjang. Sementara itu, Tibolone merupakan obat hormon sintetis yang dapat bertindak seperti estrogen, progesteron, dan testosteron di berbagai jaringan tubuh.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Wanita tentang Menopause

Munculnya Kista Payudara

Kista payudara merupakan kantung berisi cairan di dalam payudara, yang biasanya tidak bersifat kanker (jinak). Kamu dapat memiliki satu atau banyak kista payudara dan dapat terjadi pada satu atau kedua payudara. 

Kista payudara sering digambarkan sebagai benjolan bulat atau oval dengan tepi yang berbeda. Kista payudara biasanya terasa seperti anggur atau balon berisi air, tetapi terkadang juga terasa keras. Sebenarnya kista payudara tidak memerlukan perawatan, kecuali kista besar dan menyakitkan atau tidak nyaman. Dalam hal ini, mengeringkan cairan dari kista payudara dapat meredakan gejala. 

Umumnya kista payudara terjadi pada wanita sebelum menopause, antara usia 35 dan 50 tahun. Meski begitu, kista juga dapat ditemukan pada wanita dari segala usia. Kista ini juga dapat terjadi pada wanita pasca menopause yang menggunakan terapi hormon. 

Setiap payudara kamu mengandung lobus jaringan kelenjar, disusun seperti kelopak bunga aster. Lobus dibagi menjadi lobus kecil yang menghasilkan susu selama kehamilan dan menyusui. Jaringan pendukung yang memberikan bentuk pada payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat berserat. Kista payudara berkembang sebagai akibat akumulasi cairan di dalam kelenjar di payudara. 

Baca juga: Kista Payudara Bisa Jadi Awal Kanker Ganas

Berdasarkan ukurannya, ini adalah definisi kista payudara:

  • Mikrokista terlalu kecil untuk dirasakan, tetapi dapat dilihat selama tes pencitraan, seperti mamografi atau ultrasonografi 

  • Makrokista cukup besar untuk dirasakan dan dapat tumbuh dengan diameter sekitar 2,5-5 sentimeter. Kista payudara besar dapat menekan jaringan payudara di sekitarnya, menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara. 

Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kista payudara. Mereka mungkin berkembang sebagai akibat dari perubahan hormonal dari menstruasi bulanan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh kamu, yang dapat merangsang jaringan payudara dapat berkontribusi pada kista payudara. 

Referensi:

American Cancer Society. Diakses pada 2019. Medical Treatments Menopausal Hormone Replacement Therapy and Cancer Risk

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Breast Cysts: Symptoms and Causes