• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi Insomnia Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Lutut
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi Insomnia Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Lutut

Terapi Insomnia Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Lutut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 10 Maret 2021
Terapi Insomnia Dapat Membantu Mengurangi Nyeri LututTerapi Insomnia Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Lutut

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing kan dengan osteoporosis? Bagaimana dengan osteoarthritis? Osteoarthritis adalah bentuk paling umum dari arthritis (radang sendi) yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi saat kartilago pelindung di ujung tulang rusak seiring waktu. 

Osteoarthritis ini dapat merusak seluruh sendi di tubuh. Namun, masalah tulang ini sering menyerang sendi lutut, tangan pinggul, dan tulang belakang. Nah, menyoal nyeri lutut ini, terdapat penelitian yang mengatakan kalau terapi insomnia membantu mengurangi nyeri pada pengidap osteoarthritis. Apa sebabnya?

Baca juga: Lutut Sering Sakit, Hati-Hati Osteoarthritis

Terapi Insomnia Bantu Atasi Nyeri Lutut

Nyeri lutut dan insomnia sering kali berjalan beriringan. Nah, menurut studi bentuk konseling yang disebut terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) membantu mengatasi kedua masalah tersebut. 

Terdapat studi yang bisa disimak dalam jurnal Arthritis and Rheumatology. Studi tersebut melibatkan 100 orang berusia 50 hingga 70 tahun dengan osteoarthritis di lutut dan insomnia. Mereka dipilih secara acak untuk delapan sesi CBT atau pengobatan perbandingan, yang disebut terapi desensitisasi, yang diketahui tidak terlalu efektif untuk insomnia.

CBT untuk insomnia menargetkan sikap dan perilaku yang berkontribusi pada penyebab sulit tidur. Secara bertahap terapi ini membantu orang untuk mengadopsi cara berpikir yang lebih sehat tentang tidur, dan kebiasaan yang mendorong tidur nyenyak.

Melalui studi ini, kelompok CBT jarang terbarung setelah tertidur. Hal ini dikonfirmasi oleh buku harian tidur dan pemantauan elektronik dari pola tidur mereka. Menariknya lagi, para subjek penelitian CBT mengatakan nyeri lutut yang mereka idap tidak lagi terlalu mengganggu. Kok bisa?

Menurut para ahli dalam studi tersebut, susah tidur atau insomnia telah dikaitkan dengan kepekaan yang lebih tinggi terhadap rasa sakit. Nah, inilah yang membuat nyeri lutut atau osteoarthritis semakin menjadi-jadi bila pengidapnya mengalami insomnia. 

Baca juga: Bisakah Anak Alami Insomnia karena Sibuk Belajar?

Kenali Penyebab dan Gejalanya

Osteoarthritis adalah bentuk paling umum dari arthritis atau peradangan sendi. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang menjadi bantalan tulang dengan persendian mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa menyebabkan terjadi gesekan langsung antar tulang. Nah, lama-kelamaan gesekan ini bisa merusak dan menyebabkan peradangan sendi.

Ketika memburuk, tulang taji atau tulang ekstra dapat terbentuk di sekitar sendi. Ligamen dan otot di sekitar sendi bisa menjadi lebih lemah dan kaku. Lantas, apa saja penyebab utama penyakit ini? Umumnya, osteoarthritis disebabkan oleh faktor usia atau penuaan. Namun, ada pula kondisi lain yang bisa memicunya, contohnya rheumatoid arthritis, obesitas, hingga mengalami cedera pada sendi.  

Seseorang yang mengidap penyakit ini akan mengalami masalah pada sendi-sendi tubuhnya. Nah, berikut ini gejala osteoarthritis yang perlu diwaspadai. 

  • Timbulnya rasa sakit, sendi terdampak mungkin sakit selama atau setelah bergerak.
  • Taji tulang, munculnya tulang tambahan yang terasa seperti gumpalan keras. Taji tulang dapat terbentuk di sekitar sendi yang terkena.
  • Pembengkakan, disebabkan oleh peradangan jaringan lunak pada area sendi.
  • Kekakuan, kondisi ini paling sering terjadi pada saat bangun tidur.
  • Kehilangan fleksibilitas, sehingga tidak mampu menggerakkan sendi.

Baca juga: Tetap Berolahraga Meski Alami Nyeri Lutut, Benarkah?

Nah, bagi kamu yang mengalami gejala-gejala di atas, atau ingin tahu lebih jauh mengenai cara mencegah osteoarthritis, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Osteoarthritis.
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Osteoarthritis.
Harvard Medical School. Diakses pada 2021. Insomnia therapy helps reduce knee pain